Sahabat Cermin

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 21 June 2017

Aku termenung di balkon sekolah. Termenung sedih dan berkhayal, bahwa akan punya sahabat. Sahabat setia yang tidak akan meninggalkan diriku sendiri. Tapi, tak ada yang ingin berteman denganku. Bahkan semua orang membenciku. Padahal, aku tak pernah berbuat jahat kepada mereka. Aku juga selalu berusaha yang terbaik agar mereka tak menganggapku aneh.
Caseyla Diandra. Itulah namaku. Orangtuaku memangil aku Casey. Tapi teman-temanku memanggilku Bad Girl. Panggilan yang sangat menyayat hati. Yah sebenarnya mereka yang kusebut teman tidak menganggapku teman. Mereka lebih mirip dengan musuhku.

Setiap hari, kucoba jalani hari dengan senyuman. Tapi dibalik senyuman itu tersimpan beribu luka yang sangat menyakitkan. Dan hari ini aku akan pergi membeli sebuah cermin untuk hiasan di kamar baruku. Dengan segera aku pergi ke Mirror Shop. Di sana terdapat banyak model cermin terbaru. Tetapi, pandanganku hanya tertuju kepada sebuah cemin besar yang dikelilingi ukiran yang sangat indah. Dan setelah kutanya harganya Rp. 895.000. Karena tertarik, aku segera membelinya tanpa pikir panjang. Kata penjaga di sana, cermin itu akan dikirim tepat jam 4 sore.

“Tiiiiiin!!! tiiiiiin!!!” klakson mobil pengantar cermin itu pun terdengar. Casey segera berlari untuk membukakan pintu rumahnya.
“Silakan masuk Pak. Kamar saya ada di sana.” Ujar Casey sembari menunjukan kamarnya.

Tak lama kemudian cermin itu sudah dipasang. Orang-orang yang mengantar cermin itu, juga sudah pulang. Casey yang sendirian di rumah, asyik meratapi cermin itu. “Ah, indah sekali cermin itu.” Pikir Casey. Tapi, karena merasa janggal dengan cermin itu, Casey mulai mendekati cermin itu. “Aaaaaa…” Casey berteriak keras. Ia sangat ketakutan. Itu karena ada bayangan seseorang di cermin itu. Tapi bayangan itu bukan bayangan dirinya. Bayangan itu adalah bayangan gadis seusia Casey dengan wajah riang. “Aaaaaa…” Casey kembali berteriak. Ia berteriak kali ini karena bayangan itu bersuara kecil.

Lalu Casey pun membalas suara itu. “Siapa kau?”
“Hai Casey, jangan takut. Namaku Mirrory. Kau bisa memanggilku Rory. Aku tidak akan menyakitimu. Aku di sini hanya ingin menjadi temanmu.” Jelas bayangan itu yang ternyata bernama Rory.
“Oh, mmm… kalau begitu maafkan aku ya Ro…ry.” Ucap Casey ragu.
“Tentu,” jawab Rory.

“Oh ya, bagaimana kau bisa ada di cermin itu Rory?” Tanya Casey.
“Aku bisa ada di cermin ini karena kejadian 3 tahun lalu. Saat itu aku masih berumur 8 tahun. Waktu itu aku menemukan cermin ini. Dan memencet tombol kecil di belakang cermin. Seketika aku tersedot masuk ke dalam cermin. Lalu cermin ini ditemukan oleh seseorang. Kemudian cermin in dijual di Mirror Shop.” Jelas Rory panjang lebar. Casey yang mendengarkan hanya diam setia mendengarkan.
“Oh… Gitu,” Casey ber-oh ria.
“Rory, kau mau tidak jadi sahabatku?” Tanya Casey tiba-tiba.
“Aku sangaaat… mau.” Jawab Rory.
“Tapi, aku hanya bisa menjadi sahabat cermin untukmu.” Lanjut Rory tak bersemangat.
“Tidak apa-apa kok. Begini saja aku sudah senang.” Balas Casey. Lalu mereka asyik mengobrol tanpa peduli apapun.

Kini Casey sudah punya sahabat. Walaupun ia tau bahwa sahabatnya itu ada dicermin. Rory pun setia menjadi sahabat cermin seperti apa yang diinginkan Casey. Casey pun tak perlu lagi punya sahabat lain. Baginya, Rory sudah lebih dari cukup. Dan tak ada yang bisa menggantikan kedudukan Rory di hati Casey. Setiap hari, Casey berharap Rory akan menjadi manusia utuh. Dan tidak lagi menjadi sahabat cermin. Tapi, entahlah, kapan itu semua akan terjadi.

Cerpen Karangan: Salwa Al-huwayna
Hai semua, kali ini aku mencoba membuat cerpen sedih. Dan aku harap cerpen ini cukup sedih. And please di comment ya…

Cerpen Sahabat Cermin merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gara Gara Selfie

Oleh:
“satu… dua” ckret, bunyi kamera milik seorang perempuan. namanya Agnes Julia. ia memang suka selfie. ia mulai suka selfie sejak kelas 5 sd, sekarang Agnes kelas 8. Keesokan harinya…

Hujan Musim Gugur

Oleh:
Rena mengambil tongkatnya ia tau sekarang jam berapa makannya ia bergegas untuk pergi. Ia berjalan sekuat tenaga untuk sampai di sekolahnya yang baru. Ia baru kelas 10 jadi ia

Boneka Kelinci yang Seram

Oleh:
Sebelum saya menceritakannya saya akan mengenalkan diriku terlebih dahulu. Nama saya Josh umur 13 tahun. Nama adik saya Jessica 4 tahun. Suatu ketika, saat Jessica berulang tahun, temannya memberikan

Malam Mengerikan

Oleh:
Hai namaku fitria ayunda aku sekolah di sd pertiwi depok aku anak pertama oh ya kalian bisa panggil aku ayu Suatu hari “Eh yu kita disuruh ke lapangan” kata

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Sahabat Cermin”

  1. oger says:

    Aduh ceritanya tanggung banget, gaya bahasanya juga terkesan biasa, klo bisa cerita di bikin kebih rinci lagi lah seperti bagian dia dibenci smua orang, harus nya ada penyebabnya, lalu klo bisa kamu punya gaya penulisan sendiri yang bisa bikin pembaca tertarik sama cerpen kamu, tapi ceritanya bagus la, semangat terus ya menulis cerpen nya…

  2. salwa al-huwayna says:

    Iya kak terima kasih atas sarannya. Dan saya akan mencoba memperbaiki di cerita saya yang selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *