Sahabat Dari Bandung

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 27 April 2018

Jam bekerku berdering menunjukan angka 05.00 aku langsung bergegas dan siap-siap. karena, pagi ini aku akan pergi ke rumah teman ayah di bandung.

Setelah siap-siap dan menuju meja makan untuk sarapan, ayah berbincang sedikit “Dira, kamu sudah menyiapkan semua barang yang kamu butuhkan?” “Sudah kok.. Siap!” “Ya sudah, sekarang kamu habiskan segelas susu dan rotimu…” sambung ibu “oke…” jawabku, lalu aku menghabiskan susu dan rotinya, kemudian aku berangkat ke Bandung dengan menggunakan mobil.

Huufftt..! macet sekali. agar tidak bosan, aku sedikit makan camilan, dan mendengar musik. dan akhirnya.. aku pun tertidur.

Setelah terbangun, aku sudah ada di Kota Bandung. dan tak lama, kami sampai di rumahnya pak asep, yap! ia adalah temannya ayah yang kami kunjungi. Tak lama orangtuaku berbincang dengan pak asep dan istrinya, pak asep perkenalkan anaknya ke aku. “nak Dira, ini anak bapak, hayo.. silakan berkenalan.” katanya. “hai, kamu siapa? aku, Ratih alamanda. panggil saja aku Ratih.” kata anak berambut panjang itu sambil tersenyum. “hai jua, aku Dira anatasya. senang bertemu denganmu.” balasku tersenyum. “baik Dira, ayo aku bantu bawa barang-barang kamu.” Sambutnya, dia baik sekali.

Aku menginap di rumah Ratih hanya satu hari saja. sebab, aku besok harus istirahat dan lusa masuk sekolah. Aku di sana berteman baik dengan Ratih dan bermain bersama anak anak di sana. Asyik dan seru sekali..!

“Ratih, tadi itu menyenangkan bukan?” kata aku “iya, menyenangkan sekali..! besok kita main lagi ya?..” kata Ratih “maaf Ratih, aku tidak bisa.. sebab, besok aku pulang.. sangat pagi sekali.” singkatku “ya… sayang sekali, sebenarnya aku ingin bersahabat denganmu Dira.” katanya sedih “tidak perlu sedih, Ratih. aku bisa menjadi sahabatmu kok! meskipun kita jauh, aku janji akan berkunjung lagi!” kata aku menghibur. “benarkah? terimakasih Dira, sahabatku.” katanya senang sembari memelukku. “jangan sedih lagi, ya… kita pasti bisa ketemu lagi kok.” kata aku. “baik.. kalau gitu aku tidur dulu ya.. sudah malam.” lalu kami tertidur.

Hari sudah pagi, aku bergegas merapikan barang untuk dibawa pulang. tetapi, sejak tadi aku tidak melihat Ratih. di mana dia? “aku pulang dulu ya, pak… bu… terimakasih atas semuanya.” kata aku berpamitan “iya nak Dira, hati-hati di jalan ya nak…” jawab orangtua Ratih, lalu aku menaiki mobil.

Aku mendengar suara teriakan Ratih. “Heeii…! tunggu aku sahabat…!” katanya. “Ratih, kamu dari mana saja, kok aku tidak melihat kamu?” kata aku terkejut. “maafkan aku, aku tadi ada di belakang, sedang buat ini (sembari memberi sebuah surat) ambilah.. ini untukmu.” katanya “baik, terimakasih.. dan sampai jumpa..!” aku berangkat pulang. Ternyata Ratih menulis kata kata yang mengharukan tentang sahabat. Sampai jumpa sahabat dari Bandung!

Cerpen Karangan: Reva Ardinna
My Instagram : @revardna2306
berawal dari hobby.. yang coba coba ingin memulai karya baru. semoga menghibur! di like dan di comment yaa! insya allah, aku akan kirim cerpen yang bikin baper.. hehe.. terimakasih.

Cerpen Sahabat Dari Bandung merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senandung Kampus Biru

Oleh:
Matahari terasa terik sekali di bulan Juni ini, seolah berada di negeri padang pasir, tiada awan, tiada angin berdesir, hanya panas terik menyengat. Dua orang sedang asyik mengobrol, atau

Selama Kita Masih Memandang Langit Yang Sama

Oleh:
“hei” suara Nada mengagetkanku dari lamunanku. “hayo lagi ngapain pagi-pagi udah ngelamun di jendela, nungguin si itu yah? haha” Pertanyaannya langsung membuatku memerah layaknya udang direbus.. yah, tapi memang

Makannya Kecil Kecil Jangan Pacaran

Oleh:
Mia dan adi adalah kelas 6. Mereka masih sekitar umur 13-14. Adit selalu memperhatikan mereka berdua. Dia berpikir “mia dan adi masih kelas 3, kecil-kecil sudah pacaran….” waktu jam

Tukang Jamu Yang Misterius

Oleh:
Dahulu kala ada sebuah desa yang sangat damai dan sejahtera. Suatu hari ada dua orang pemuda bernama adam dan guntur. Mereka hendak membeli jamu karena badan mereka sedang sakit

Janji Raffi

Oleh:
Pyarrr…!!! Bunda Rini yang sedang masak di dapur langsung lari ke ruang tengah, “Astaghfirullah, Raffi! Kenapa vasnya dibanting!” teriak Bunda menahan marah, “Raffi lapar Bund, Raffi mau makan!” jawab

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sahabat Dari Bandung”

  1. ViDaTa says:

    Cerpennya bagus dan pastinya menghibur. Semangat ya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *