Sahabat Itu Untuk Selamanya, Bukan Hanya Untuk Sesaat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 23 January 2016

Pagi yang indah untuk 6 orang sahabat yang sedang berbincang-bincang di kantin sekolah.
“Reva ke mana kok belum datang jam segini?” ucap Febri sambil melirik jam tangan yang ada di tangannya.
“mungkin masih ada di depan kali!” jawab Pipit.
“ya mungkin dan bisa jadi!” kata Febri.
“tapi guys, akhir-akhir ini seperti ada yang aneh dengan Reva akhir-akhir ini!” ucap Anggun.
“aneh bagaimana?” kataku sambil berlagak bingung.
“ya aneh, mulai dari sikapnya ke kita, cara bicaranya ke kita semuanya tuh kayak aneh, dia nggak kayak dulu banget!” jelas Anggun.

“enggak Nggun, sebenernya nggak gitu.” ucap Tita sambil memakan stick favoritnya.
“terus gimana dong ceritanya?” tanya Anggun. “jadi gini sebenernya Reva itu marah karena kamu sama Pipit punya baju couple, tapi dia itu pengennya semua dari anggota sahabat kita itu baju couplenya itu sama.” jelas Tita.
“ya ampun, jadi hanya karena baju couple?” kata Pipit. “ya bagaimana bisa kita semua memakai baju yang sama, orang yang kemarin itu cuma tinggal 2!” jelas Anggun pada Tita. Reva datang dan langsung duduk di sebelahku.

“hai guys!” sapanya sambil tersenyum. “hai!” ucap kami semua bersamaan.
“haduhh, sorry ya aku telat ini gara-gara adikku Diyan!” ucapnya.
“kok bisa gara-gara Diyan, Rev?” tanya Pipit.
“ya iyalah tadi aku nungguin dia di depan rumahnya sampe setengah jam, eh ternyata dia udah berangkat bareng temennya gimana nggak kesel coba!” jelas Reva.
“Rev, kita mau bicara sesuatu sama kamu!” ucap Anggun. “apa?” kata Reva.
“bener kamu marah ke kita gara-gara aku pake baju couple sama Pipit?” tanya Anggun.
“nggak kok.” ucapnya sambil seolah-olah dia tak pernah memikirkan hal itu.

“aku serius, kalau kamu nggak mau jujur juga nggak apa-apa kok.” kata Anggun.
“siapa yang bilang ke kamu, Nggun?” tanya Reva. “banyak kok yang bilang kayak gitu.” ucap Anggun.
“pasti Tasya ya kan Nggun.” ucapnya sambil memandangiku dengan sinis.
“kok jadi aku sih, kamu aja nggak pernah cerita apa-apa sama aku. Kenapa jadi aku yang disalahin Rev?” kataku yang sudah mulai emosi. “ya iyalah, kamu bilang kayak gitu supaya aku nggak gabung sama kalian lagi iya kan?!” ucap Reva dengan nada tinggi.

“Rev, kalau bicara itu dipikir dulu dong jangan main ceplas-ceplos aja, kamu pikir aku ember apa?” ucapku dengan emosi yang sudah tidak bisa terbendung lagi. “kayaknya kalian semua pengen persahabatan kita cuma sampai di sini aja ya?” kata Reva. “eh Rev, persahabatan itu selamanya bukan cuma sesaat!” kata Febri yang juga sudah emosi terhadap sikap Reva yang terlalu berlebihan. “alahh, pasti itu semua cuma akal-akalan Tasya doang supaya aku ke luar dari persahabatan ini kan?” tuduh Reva lagi.

“Rev, kalau ngomong yang bener dong!” ucapku dengan nada tinggi.
“alahh, kamu kayak gini gara-gara kamu suka sama kakakku kan? kalau kamu suka sama Kak Reza ngomong aja!” ledek Reva. “Rev, ini semua nggak ada hubungannya sama Reza ya, asal kamu tahu!” ucapku.
“ya udah oke fine, aku ke luar dari persahabatan ini!” ucap Reva dan langsung pergi meninggalkan kami semua.
“Sya udah, Reva emang kayak gitu kamu tenang ya!” kata Anggun sambil menenangkan aku.
“iya aku ngerti kok, yang penting sekarang kita tahu gimana sifat Reva yang sebenernya!” ucapku sambil menenangkan diriku sendiri. “sekarang, sebaiknya kita jaga persahabatan kita, karena kita adalah sahabat selamanya bukan sahabat sesaat!” kata Febri. “setuju!” ucap kami semua hampir bersamaan.

Setelah kejadian itu akhirnya kami mengerti sebenarnya sahabat yang baik bukanlah sahabat yang selalu mengutamakan emosi dan kepentingan dirinya sendiri. Tapi sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu bisa mengerti satu sama lain dan bisa menjaga perasaan satu sama lain. Karena, “Sahabat Itu Untuk Selamanya Bukan Untuk Sesaat Saja.”

Cerpen Karangan: Natasyah Bella
Facebook: Tasyaa Bellaa

Cerpen Sahabat Itu Untuk Selamanya, Bukan Hanya Untuk Sesaat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Long Live (Part 1)

Oleh:
Namaku Samantha Olivia Robertson tapi biasa dipanggil Sammy. Umurku 9 tahun. Dan aku tinggal di Manhattan sebuah kota di Amerika. Tapi semenjak kedua orangtuaku bercerai aku tinggal di Jakarta,

Sahabat Yang Sangat Ku Rindukan

Oleh:
Sahabat adalah sebuah sosok yang bisa mengerti dan membuat kita tertawa bagaimanapun itu caranya. Aku sekarang kuliah di Yogyakarta sedangkan sahabatku kuliah di negeri tirai bambu China. Oh iya

Belajar kelompok

Oleh:
Pada suatu hari, guru memberikan tugas pada murid murid untuk mengumpulkan hasil kesimpulan dari praktek IPA tentang gerhana, revolusi, dan rotasi Bumi secara berkelompok. 26 April 2016 “anak anak

Never Leave You (Part 1)

Oleh:
-Jatuh cinta dan patah hati itu udah sepaket kayak paket COMBO di KFC- Andika Pov Setiap manusia di dunia pasti sudah familiar dengan yang namanya “Sahabat”. Pastilah. Suka duka

Cerita Untuk Negeri Ku

Oleh:
Inilah cerita seorang remaja dalam berjuang untuk memerangi keadaan hidupnya saat ini, mungkin ia sangat berbeda dengan kebanyakan remaja lain, sepulang sekolah ia menjual gorengan ke komplek-komplek dan setiap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *