Sahabat Ku Saudara Ku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 12 July 2015

“satu… dua.. tiga.. empat… lima.. enam.. tujuh… delapan… dan sepuluh!!” ucap ku yang berada di depan rumah tetangga baruku yang baru pindah beberapa hari belakangan ini
“mama aku berangkat dulu!!! aku sudah kesiangan ma!” suara seseorang yang sudah aku tunggu dari tadi,
“pagi” sapaku
“hah, o pagi” jawab cewek itu
“kamu kelihatannya buru buru?”
“iya aku kesiangan”
“mau aku antar? kita kan sekolah di tempat yang sama!”
“oh, iya makasih”
“oke, siap pegangan yah, 10 menit lagi kita sampai!” ucapku yang bergegas mengayuh sepeda dengan kecepatan tinggi.

10 menit kemudian
“uda sampai”
“hah, o iya”
“kamu anak baru kan di sini? jadi kalau ada apa-apa pangil aku, oke!”
“iya”
Aku pun bergegas pergi ke kelas.

Sesampai di kelas aku pun bertemu dengan cowok yang aneh, dia dari tadi melihat aku terus, rasa gak enak dan malu pun yang mendorong ku untuk mempertanyakan itu,
“hey” sapaku
“hah” jawabnya cuek
“maaf sebelumnya, aku mau tanya, kenapa dari tadi kamu liatin aku terus?”
“maaf” ucapnya seperti tidak mendengarkan ku dan menyuruhku mengulang perkataanku
“oh, kenapa kamu dari tadi liatin aku?”
“aku? liatin kamu? ooh, itu” suaranya yang terdengar sedang berfikir
“hah kenapa?”
“ah aku merasa kagum saja, karena kamu kalau sedang naik sepeda kenceng banget, sampai sampai bus yang aku tumpangi gak bisa mengikutin mu” jawabnya dengan senyum manisnya
“oh hahaha, kamu lucu banget sie? yah iyalah bus yang kamu tumpangi gak akan bisa ngikutin aku, kan bus mu berhenti di setiap rumah-rumah di komplek”
“loh kamu kok tau kalau bus yang aku tumpangi selalu berhenti?”
“kamu naik bus antar jemput kan? yah aku tau lah, kalau gak salah kamu yang duduk di sebelah jendela bus itu kan? sambil menyangga dagu”
“hah, kok tau? ahhh apa kamu paranormal?”
“enggak aku tadi gak sengaja liat kamu”
“oh”
“kamu anak baru yah?”
“iya, oh iya kenalin nama ku Oliver”
“nama yang bagus”
“makasih, nama mu?”
“nama ku Olivia”
“wah hampir sama yah, oh yah kamu kelas mana? bentar lagi bel, mending kita masuk bareng!”
“oh aku kelas 2 jurusan Ips”
“wah jadi kelas kita bersebelahan dong”
“emang kamu kelas apa?”
“kelas 2 Ipa yah masih baru juga sie”
“oh okey ayo, masuk kelas!”
“hah, iya”
Kami pun berjalan masuk kelas bersama, yah meskipun kita beda kelas sie, tapi yang penting kan kelasnya bersebelahan, hehehe.

Tak lama bel istirahan berbunyi, setelah mendengar tersebut aku memutuskan untuk ke kantin, yah biasa lah untuk menyantap bakso spesial dan jus jambu favoritku,
“hey” suara yang menyapaku dengan senyuman manisnya
“oh hay” jawab ku heran
“kamu anak yang tadi kan?”
“hah, oh kamu cewek yang tadi aku bonceng kan?”
“iya”
“ah ada apa? apa ada masalah? oh apa ada yang ganggu kamu?”
“oh santai dong, satu satu pertanyaannya”
“oh yah deh maaf”
“gak papa, oh yah aku seneng banget hari ini, hari pertama masuk sudah ketemu malaikat keren banget”
“oh yah, sapa malaikat keren itu? kasih tau dong, mungkin aku kenal, jadi aku bisa ngenalin ke kamu”
“aku gak tau siapa namanya, tapi yang jelas dia lewat di depanku dengan senyuman yang bikin aku deg deg ser”
“oh yah, ahh aku jadih penasaran”
“entar aku kasih tau, okey”
“okey”.
Kami pun berpisah saat bel masuk kelas berdering

“ah aku lupa gak tanya namanya, ahhh” ucapku kesal.
“hey nama mu siapa?” suara cewek tadi berlari kembali ke aku
“aku olivia, lah kamu?”
“oh, aku Viola”
“oh iya vi”
“aku pergi dulu yah, bye”.

Dengan seiring berjalannya waktu, aku dan viola pun semakin deket, sampai sampai aku tau keluarganya yang sedang berada di luar negeri, kami pun saling bertukar pikiran, pendapan dan selera satu sama lain, aku merasa kita sudah sahabatan, hingga pada saatnya aku mendapatkan berita dan kenyataan yang membuat hatiku dilema, antara senang ataupun benci. ini pertamannya dimulai saat orangtua viola pulang ke indonesia dan mampir ke rumah ku yang kebetulan tetanggaan, pada saat itu ayah viola kaget saat melihat ibuku, saat ayah ku dan ibu viola melihat kejadian itu, mereka langsung mengungkapkan kejadian 17 tahun silam, yang di mana ayah viola dan ibuku pernah menikah dan menghasilkan aku, dan setelah beberapa tahun mereka bercerai lalu ibuku nikah lagi sama ayah ku sekarang dan ayah kandungku nikah sama ibunya viola. saat mendengar cerita tersebut aku pun meminta izin untuk pergi ke taman belakang.

“apa yang harus kita lakuin?” geruntu ku di dalam hati
“aku tak tau” suara viola dari belakang
“hah, kamu vi” jawab ku sambil menoleh ke arah viola
“aku tau apa yang kamu fikirkan”
“oh, apa kita harus menerima kenyataan ini?”
“iya kamu sahabat ku”
“kamu juga saudara ku”
“hehe jadi kita sahabatan?”
“kita lebih” aku pun langsung memeluk viola dengan rasa bahagia yang bisa memiliki saudara sebaik viola,
“hey kamu masih inget malaikat keren ku?”
“ah iya, emang kenapa?”
“aku sudah tau namanya”
“oh yah siapa siapa” tanya ku geregetan
“oliver”
“hah dia?”
“kenapa?”
“oh gak papa” jawab ku dengan rasa penyesalan karena sudah menaruh hati ke oliver dari awal bertemu, tapi apa boleh buat aku harus membuang persaan ini jauh jauh karena saudaraku lebih mencintainya.

Keesokan harinya kau tak sengaja bertemu dengan oliver, dia terlihat begitu keren saat itu, dia pun berlari mendekatiku dan menyapa ku dengan senyuman yang membuat aku jatuh cinta
“pagi via” sapanya
“pagi oliver”
“kamu terlihat cantik pagi ini”
“oh yah, ah tapi rayuan mu tak berdampak pada ku” suara ku mulai bercanda
“ah.. sayang sekali padahal aku sudah belajar mengucapkan kata kata itu” jawabnya yang tak menyadari perkataannya
“apa? latihan ah.. apa kamu gak pernah?” suara ku mulai menjailinya
“ah itu, ahh udalah jangan dibahas, aku mau ngomong sesuatu sama kamu”
“hah, apa?”
“aku aku akuuu”
“aku kenapa”
“aku suka sama kamu, mau gak jadi pacar ku? maaf kalau gak romantis, tapi inilah aku”
“hah”
“tolong jangan tolak aku!”
“tapi”
“tapi kenapa?”
“mungkin aku bukan orang yang baik untuk mu, di luar sana ada seseorang yang sangat mencintaimu”
“via”
“aku sebenernya juga suka sama kamu, tapi di luar sana ada yang lebih menyukaimu, dan seseorang itu berarti banget buat aku”
“kenapa gak diterima?” suara yang terdengar tak asing buat ku
“viola, ahh itu, ah a aku” suara ku terbata bata
“aku gak papa kalian memang sudah ditakdirkan untuk bersama, jadi jangan buat aku jadi penghalang hubungan kalian, aku tau kamu menyayangiku sebagai sahabat dan saudara tapi jangan kamu korbankan perasaan mu, aku akan baik baik saja, aku hanya kagum sama oliver bukannya cinta, jadi kalian jadian yah” ucap viola panjang lebar sambil menggandengkan tangan ku dengan tangan oliver
“via apa kamu mau?” suara oliver
“iya aku mau”
Akhirnya kita pun berpelukan bersama-sama, dan sejak saat itu aku punya pacar yang ganteng banget plus pinter dan ditambah mantan sahabat ku yang sekarang jadi saudara ku, yang begitu lucu, manis dan baik hati. aku beruntung bisa memiliki mereka.

TAMAT

Cerpen Karangan: Novia Dwi Permata Sari

Cerpen Sahabat Ku Saudara Ku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Stuck On You

Oleh:
Tiga Ratus Enam Puluh Lima Hari Penuh Kebohongan Jakarta, 03 Agustus 2012 Nina terbangun dan melirik jam weker di samping tempat tidur yang menunjukkan pukul setengah tujuh lebih dua

Aku Cemburu

Oleh:
Dan selama kamu tidak yakin dengan jalan yang kamu tempuh, kamu masih punya kesempatan untuk merubahnya, dari sekarang. Mantan, iya mantan kan? Trus kenapa masih dipedulikan? Kenapa masih juga

Nggak Bisa Main Uno

Oleh:
“Jadi gak Sop?” tanya Entin “Jadi apa? Main uno di foodcourt bareng Rio?” “Bukan main bareng Sop, tapi aku disuruh ngajarin Rio main uno” “Apaaa?! Gak bisa main uno?”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *