Sahabat Mungil

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 2 May 2017

Hari itu, ada tugas Bahasa Indonesia, karena tugasnya masih banyak, kami ngadain belajar kelompok di rumah salah satu temanku, yaitu Ella. Karena rumahku jauh, menuju ke rumah Ella, harus pakai motor. Eiitss, aku nggak sendirian, aku diboncengin Maya, karena rumah dia yang paling dekat dengan rumahku.

Tiba di rumah Ella, ternyata semuanya udah ngumpul, ada Indi dan Shabrina, tapi Eka nggak ikut, karena ada piknik OSIS, tapi nggak papalah. Di sana ternyata pada nungguin, Shabrina dan juga Indi udah berangkat ke rumah Ella pukul 7, sedangkan aku dan Maya, pukul 9, hahahahah… kasihan banget nungguin.

Aku dan Maya berangkat jam 9, karena Ella harus ke Gereja terlebih dahulu, dan katanya, sampai di rumah pukul 9, makanya aku berangkat jam 9, pinter kan hahaha.
Di sana sudah pada siap-siap, kita sampai, langsung ikut nimbrung deh. Kali ini, tugas Bahasa Indonesia banyak banget, jadi agak butuhin waktu banyak buat ngerjain tugas. Oh iya, Ella sangat pengertian lo, dikasih jajan juga, haduhh, hati berbunga-bunga nerimanya.
Tapi, sebelum jajan dari Ella keluar, udah ada jajan lo, katanya Indi sih dari Bella, teman satu kelas kita, begini ceritanya,
“Ini loh, ada jajan dari Bella.” Indi mengulurkan sebuah bugkusan plastik hitam
“Kok bisa?” kata maya
“Tadi, aku sama Indi, habis dari rumahnya Bella, eeh, pulangnya dikasih jajan.” Shabrina menjelaskan
“Oh..” Ujarku
Makasih Bella, jajannya enak kok.

Sebelum mulai ngerjain tugas, kita putar kepala dulu, eehh.. kata Maya sih putar otak, heheh.., setelah putar otak, baru inget deh, kalau ada tugas PKN juga, berhubung pada mapel PKN, kita juga satu kelompok, jadinya kita ngerjain dua tugas sekaligus.
Supaya cepat selesai, kami bagi tugas, Maya, Indi dan Ella bagian PKN, sedangkan aku dan Shabrina, bagian Bahasa Indonesia. Tapi, semua tidak cenderung pada tugas yang diberikan, kadang-kadang aku tanya persetujuan mereka, atau mereka yang ingin membantu, gitu tuh, namanya sahabat mungil, hehehe.

Berbeda dengan Ella, dia kesana kemari, tugas sana tugas sini nggak jadi, haduhh, tapi nggak papa, makasih buat jajannya, aku paling suka pisang gorengnya, lain kali kalau aku ke rumahmu, minumnya jangan es lagi ya, kali-kali yang anget gitu, udah dikasih, nganyang lagi.
Kita tinggalin itu, lanjut lagi.
Walau sedang ngerjain tugas, kita nggak serius amat, paling ngomongin orang –tapi nggak gosip-, sambil makan juga, dan begitulah cerita anak muda, tapi aku paling kecil di sana, hehehe.

Nggak terasa semua obrolan terlampaui, sudah pukul 12, lagi-lagi keluarga Ella baik banget, disuguhin makan siang juga, buat ganjal perut, teriamkasih ya. Selesai makan siang, Maya, si Ustadzah ngingetin kita –kecuali Ella- untuk shala, mantep tuh, teman gue, awalnya aku nyaranin supaya sholatnya nanti setelah tugas selesai, rencananya mau pulang pukul satu.
“Nggak boleh nunda-nunda waktu sholat Diyah.” Kata Maya
“Iya-iya, aku kan Cuma nyaranin, maaf ya, ya udah kita habisin makannnya dulu.”

Berhubung makanannya udah habis, kami –aku, Maya, Shabrina, Indi- langsung menuju ke masjid terdekat.
Karena tugas masih banyak, kami nggak jadi pulang pukul satu –demi tugas-. Pukul satu, shabrina ditelepon, katanya, dia udah dijemput di pasar Ngablak. Ternyata pukul dua Indi juga harus pulang duluan, karena ada acara keluarga, waduh.. personilnya tinggal tiga deh –emangnya personil girlband-.
Tinggal tiga orang, tapi kami masih terus semangat. Tapi tuhan tidak menghendaki tugas kita selesai hari ini, pukul tiga, aku dan Maya harus pulang, terpaksa tugasnya harus ditunda. Dan selesai ceritanya… yeee.

Di jalan menuju pulang –masih di sekitar rumah Ella-, Maya putar otak, idenya kembali mengembara, pasti kalian penasaran apa idenya Maya, kasih tau nggak ya.., mau tau aja apa tau banget?, karena aku berbaik hati, aku kasih tau deh.., ternyata helmnya Maya ketinggalan –wow, ide cemerlang-, hahaha.. balik lagi deh ke rumah Ella, setelah ambil helm, langsung cap-cus.

Tada, itulah sahabat mungil saya, yang mewarnai cerita saat mengerjakan belajar kelompok, dari cerita di atas, kalian tidak hanya memetik sisi kebersamaan saja, tetapi ada sisi toleransi dari Ella kepada kami yang beragama Islam, dan juga kekompakan.
Sekian, terimakasih…

Cerpen Karangan: Iisnaini Khalimatus Sa’diyah
Facebook: IsnainiKhalimatusS

Cerpen Sahabat Mungil merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bestfriend and Lovers

Oleh:
“Osaa! Ayo bangun udah siang nih! Ntar aku tinggal lo!” teriak Vallery membangunkan aku yang tengah asik berada di alam mimpi. Aku membuka mata sesaat menatap Valery dengan kesal

Teman Tapi Musuh

Oleh:
Namaku Fadila Billa biasa di panggil Billa. Aku sekolah di SD 22 aku memiliki sahabat karib yaitu Renita, Ayu, Ina, Tya, Yuni. Semenjak di kelas 6 dan menginjak semester

Karena Sepeda

Oleh:
“Ini bukunya, Mbak. Dan kembalinya lagi lima ribu. Terima kasih telah mampir di toko kami. Semoga harimu menyenangkan.” Ujar petugas kasir ramah sambil tersenyum lebar. Malah sangat lebar hingga

Itu Bukan Salahku

Oleh:
Hening malam membuat seorang gadis tertidur di meja belajarnya. Keheningan itu terpecahkan oleh suara rintikan air hujan yang semakin deras. Tetesan air hujan yang jatuh di leher gadis itu,

Persahabatan Tiada Akhir

Oleh:
Pagi hari yang cerah pada musim semi di Kota London. Aku pun bangun tidur, lalu bersiap untuk pergi ke sekolah baruku. Tiba-tiba ibu memanggilku “Lisa, ayo cepat sarapan. Nanti

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *