Sahabat Pena

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 20 February 2013

Namaku Natly Emmanuel, aku anak pertama dari empat bersaudara, sekarang aku duduk di bangku SMP. Tepatnya kelas 7. Aku memiliki sahabat pena, yang bernama Ratna Thalita Indriani biasa di panggil Indri. Kami kenal dari kelas 5 SD, berawal dari SMS. Indri yang duluan SMS aku ngajak kenalan, aku mau aja lumayan buat nambah pertemanan.
“Nat, aku boleh minta biodata kamu enggak?” Pinta Indri melalui SMS.
“biodata? Ok, nggak masalah. Tapi ada syaratnya!” Jawab ku.
“apa syaratnya?” Tanya Indri.
“kamu juga harus ngasih biodata kamu ke aku!” Pinta ku.
“oh, itu sih gampang.” Jawab Indri.

Natly dan Indri pun saling tukeran biodata melalui SMS. Betapa mereka tak menyangka tanggal, bulan dan tahun lahir mereka sama.
“Nat, kamu lahir tanggal 27 bulan Desember, tahun 1999 ?” Tanya Indri tak menyangka.
“iya betul.” Jawabku singkat.
“kok bisa sama ya kaya aku?” Tanya Indri lagi.
“he…he…he… enggak tau deh” Jawabku lahi.
“aku harap persahabatan kita bisa sampai selamanya ya, soalnya aku nggak mau kehilangan kamu sebagai sahabatku, walau kita tidak pernah bertemu!” Seru Indri.
“iya pasti. Aku juga ingin persahabatan kita sampai selamanya” Jawabku.

Lama kelamaan Natly sudah jarang SMS-an sama Indri, tapi kalau chat lewat FaceBook masih sering. Saat Natly buka FaceBook, tiba tiba ada kiriman pesan dinding dari Indri.
“Nat, sekarang bulan Desember, tanggal 20, tinggal 7 hari lagi Nat” Kata Indri.
“oh iya. wkwkwk” Jawabku.
“kamu mau ngerayain pesta?” Tanya Indri.
“Enggaklah! emang kamu mau bikin pesta?” Tanyaku balik.
“enggak juga. Hehehe. Oh ya Nat, kamu suka warna apa? Tanya Indri.
“aku suka warna ungu! kenapa?” Tanyaku.
“Oh nggak papa nanya aja!” Jawab Indri.
Percakapan pun berakhir.

Pada tanggal 11 Januari saat aku pulang sekolah ada titipan, kata tetanggaku sih untuk ku, tapi aku masih bingung siapa pengirimnya. Soalnya dititipin di tetangga, karna pada saat itu mamaku sedang pergi. Titipannya itu di amplop warna coklat yang cukup besar ukuran A3. Saat ku buka ternyata ada dua buah gambar.
“Waaaah gambarnya bagus banget, tapi siapa yang ngirim? Pikirku dalam hati. Gambarnya itu gambar dua cewek pegangan tangan di atasnya angka 271299, yang artinya tanggal 27, bulan 12, tangun 1999. Gambar yang satu lagi gambar Santa Claus. Saat ku lihat dalamnya ada surat lagi. Ku buka suratnya ternyata itu Indri.
“ya Tuhan baik sekali dia. sungguh perhatian!” Pikirku dalam hati.
dalam surat itu Indri bilang seperti ini “aku sayang kamu, kamu sahabatku yang terbaik walau kita belum pernah bertemu tapi perasaan sayang ini selalu tersedia buat kamu, jangan pernah lupakan aku ya”

Aku pun tak bosan bosan melihat gambar itu, akupun memajangnya di kamarku. Kedua orangtua ku tak menyangka kalau ada sahabat pena yang seperti ini. Aku pun berterima kasih banget sama dia.
“dia akan menjadi sahabatku sampai selamanya. Walau kita belum pernah ketemu” Pikit ku dalam hati yang sambil tersenyum menatap gambar itu.

Cerpen Karangan: Natalia Melati
Facebook: https://www.facebook.com/natalia.pangaribuan1
Hallo temen temen, perkenalkan namaku Natalia Melati, aku kelas 7 di SMP Negeri 259 Jakarta Timur.
Mengarang adalah sebagian dari hobby ku sejak kelas 5sd.
semoga kalian suka dengan karya karyaku.
kalau ingin kenal aku add aja fb ku https://www.facebook.com/natalia.pangaribuan1, follow juga twitter ku @nataliamelati_7.
terima kasih banyak.
byeeeeee

Cerpen Sahabat Pena merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Different (Part 1)

Oleh:
Embun itu terus membuat tatapan Keyzie kosong, French toast yang dilapisi selai cokelat hazeulnut impor yang dibeli Papa-nya ketika berkunjung ke Australia tak kunjung habis, angin yang memakan kehangatan

Sahabat Kecilku (Part 1)

Oleh:
Aku mengerti, cinta itu tidak bisa dipikir dengan logika. Tentu saja benar, bukannya memang hati dan pikiran manusia selalu mengalami konflik? Entah siapa yang benar atau yang dibenarkan dalam

Ibuku Cintaku

Oleh:
Pagi hari itu burung burung berkicau dengan suara indah, ayam berkokok, ibukku membangunkanku dari mimpiku, bintang yang masih TK ini mulet mulet seperti masih ingin tidur. Saat persiapan sekolah

Liburan Bersama Sahabat

Oleh:
Senyum mentari pagi datang menyapa, suara burung bertalu-talu bernyanyi menggambarkan kebahagiaan. “Jar sudah siang, mau kuliah gak kamu?” seru ayah membangunkanku di pagi itu. “iya yah bentar,” jawabku. Aku

Modus Tipis

Oleh:
“Nik, aku denger-denger dari temen-temenku, Arga kemarin kecelakaan lho,” beritahuku kepada Nikka, sahabatku yang menyukai Arga. “Hah? Apa? Kapan? Di mana? Kok bisa?” tanya Nikka dengan segala kekhawatirannya. “Kemarin.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sahabat Pena”

  1. m abdul azis says:

    mintak amanat dari cerpen sahabat pena apa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *