Sahabat Pena

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 6 July 2018

Hari ini adalah hari minggu jadi aku bisa bangun siang, tapi tadi subuh aku sudah bangun untuk sholat subuh, terus setelah sholat subuh aku tidur lagi sampai jam 11 siang, setelah bangun aku segera beranjak dari tempat tidur dan langsung ke kamar mandi untuk mandi, setelah mandi gak lupa aku untuk wudhu sekalian nunggu sholat dhuhur, lalu azan pun berkumandang waktunya untuk sholat dhuhur.
“nah… Sudah azan tuh waktunya untuk sholat” gumamku sambil mengambil mukenah.
Setelah sholat aku jalan jalan ke taman dekat rumahku.

Hari pun mulai gelap, aku segera mengambil tas sekolahku dan membawanya ke meja belajarku, aku malam ini akan belajar tentang Ips dan bahasa. Setelah belajar aku langsung makan malam dan setelah makan malam aku langsung tidur.

Keesokan harinya aku langsung sarapan, lalu setelah sarapan aku segera masuk ke dalam mobil dan langsung berangkat sekolah. Hari ini adalah hari senin jadi hari ini aku upacara bendera. Lalu aku sudah sampai di sekolah dan langsung berpamitan sama papaku, aku pun langsung melangkahkan kakiku ke dalam sekolah. Setelah upacara aku langsung ke kelas.
“Tap… Tap… Tap…” suara hentakan kaki, ternyata itu adalah guru bahasa Indonesia yaitu bu Dewi. Setelah itu kami diberi selembar kertas kosong.
“Nah anak anak sekarang ibu minta kalian tuliskan karangan tentang kalian” jelas bu Dewi panjang lebar.
“iya… Bu…!!!” jawab kami serentak.
Setelah menuliskan karangan aku langsung mengumpulkannya ke meja guru.

“Kring…!!!” bunyi bel istirahat.
Lalu aku pun segera melangkah kan kaki ke kantin. Setelah ke kantin aku langsung saja ke kelas.
“kring…!!!” bunyi bel pelajaran kedua.
Bu Dewi sudah ada di kelas jadi enak gak pake nunggu nunggu lagi. Setelah itu bu Dewi ngumumin bahwa karangan tadi untuk sahabat pena. Aku pun langsung terkejut, aku kira karangan tadi buat apa, eh ternyata buat sahabat pena, ya pantas aja aku kaget.
Setelah itu bu dewi menjelaskan bahwa sahabat penanya akan datang ke rumah kita masing-masing. Aku pun senang bukan main dan setelah itu bu dewi ngasih tau asal sahabat penanya dari mana ternyata aku dapat sahabat pena dari Jepang.

Keesokan harinya kita diliburkan untuk kedatangan sahabat pena selama kurang lebih 10 hari.
“Ting Tong…” suara bel rumahku.
Aku pun segera melihat siapa yang datang ternyata adalah seorang keluarga dari Jepang. Setelah itu aku berkenalan dengan anak yang berasal dari Jepang, ternyata dia fasih dalam bahasa Indonesia, lalu aku melontarkan beberapa pertanyaan dan ternyata namanya adalah Hideki Ichirou dia muslim loh.

“kok kamu fasih berbahasa Indonesia sih..?” tanyaku.
“iya dong, soalnya aku les bahasa Indonesia” jawabnya.

Setelah berkenalan aku mengajak Hideki jalan jalan ke taman dekat rumahku. Dan aku kenalkan pada teman dekat rumahku yang namanya Akifa, dia pun mulai bertanya.
“Clara ini siapa?…” tanya Akifa sambil mengunyah permen karet.
“Ooooh… Ini adalah sahabat pena ku dari Jepang, namanya Hideki” gumamku sambil mengarahkan tanganku ke Hideki.
“Kenalkan namaku Hideki“ ucap Hideki.
“loh katanya kamu dari Jepang, kok lancar bahasa Indonesia?…” kata Akifa.
“Hehehe… Iya soalnya aku di Jepang les bahasa Indonesia” jelas Hideki.
“Ooooh… aku Akifa” jawab Akifa sambil mengulurkan tangan nya ke Hideki dan Hideki pun mengulurkan tangannya ke Akifa. Dan akhirnya mereka berdua menjadi akrab.
“Loh udah jam 5 sore lagi, Clara, Hideki aku pulang dulu ya…” ucap Akifa sambil melambaikan tangan.
Setelah Akifa pulang kita juga segera pulang.

Sesampainya di rumah kita langsung mengambil wudhu dan langsung sholat magrib, setelah sholat kita langsung makan malam bersama. Lalu kita berdua menghabiskan waktu bersama dengan becanda menonton TV DLL.

Keesokan harinya kita sedang bersiap siap untuk ke Waterpark, setelah bersiap siap kita semua langsung masuk mobil dan berangkat. Dan akhirnya kita sampai juga di Waterpark, setelah itu kita langsung aja nyebur.
“Byuuur… Hei Clara ayo nyebur” gumam Hideki.
Aku pun langsung aja nyebur juga.
“Byuuur… Seger ya Hideki airnya” gumamku sambil memeluk diriku sendiri. Setelah lama berenang kita pun langsung keluar dari kolam dan segera ke kamar mandi untuk ganti baju.

Keesokan harinya kita pergi jalan jalan lagi, keluargaku dan keluarga Hideki sangat akrab begitu juga dengannku, aku dan Hideki juga sangat akrab seperti saudara.

Hari hari pun berjalan dengan lancar, tetapi pada suatu hari Hideki harus pulang ke Jepang karena masa liburnya sudah berakhir, aku pun merasa sedih karena sahabatku harus pulang ke tempat asalnya. Aku dan kedua orangtuaku mengantar keluarga Hideki ke bandara.
“sampai ketemu lagi Clara” ucap Hideki sambil mengusap air matanya.
“Sudahlah Hideki jangan menangis lagi, mungkin suatu hari nanti kita akan bertemu lagi” jawabku sambil menangis.
Kita berdua pun berpelukan, aku pun langsung mengambil sebuah kotak kecil dari tasku, aku langsung membuka kotak itu, lalu aku memberikan Hideki sebuah kalung yang bertulisan “Best Friend”, begitu pun dengan aku, aku juga memakai kalung itu. Hideki akhirnya harus pergi.

10 TAHUN KEMUDIAN
Aku pergi ke Jepang karna mendapatkan Beasiswa.
Sesampainya di Jepang aku teringat akan sahabat penaku yaitu Hideki.
Aku pun mencarinya keseluruh tempat, tetapi dia tidak ada, aku pun beristirahat sejenak dan segera membeli kopi, setelah membeli kopi.

“Bruuuk…!!!” kopiku terjatuh.
Lalu aku segera membersihkan kopi ku yang terjatuh lalu aku segera memimta maaf kepada orang yang tertumpah kopiku.
Dan ternyata itu adalah Hideki.
“Clara…!!!”
“Hideki…!!!” Ucap kami berdua berbarengan, setelah bertemu kami langsung berpelukan dan kami berdua jalan jalan ke Disneyland Tokyo.

Di tengah perjalanan aku mengucapkan.
“KAULAH SAHABAT PENA YANG TERBAIK”

Cerpen Karangan: Nasywah Azzuhrah Islamiyah
Halo namaku Nasywah Azzuhrah Islamiyah.
Terimakasih karena sudah membaca Cerpennya, semoga kalian suka sama Cerpennya
“TERIMAKASIH”

Cerpen Sahabat Pena merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


iPad Untuk Feyqa

Oleh:
Laptop? Blackberry? Android? Gadget canggih? Wah. betapa senangnya, kalau semua itu Feyqa miliki. Ia begitu meninginginkan handphone yang canggih seperti teman-temannya. Setiap kali teman-teman sekelasnya saling memamerkan gadget unggulan

Pertemuan Kedua

Oleh:
Pagi yang cerah, ku duduk di teras rumahku sambil memandang taman kecil di samping rumah. Daun-daun mawar masih basah, ku pikir mungkin karena hujan deras semalam yang mengguyur bumi

Kisah 6 Pasang Mata Bola

Oleh:
Ini adalah kisah 6 pasang mata bola, yang bergelinding sesuka hatinya, berlarian semau arahnya namun tetap kembali pulang dan berkemas pada satu tempat berkubang yang sama. Meski terkadang sepasang

Liburan Yang Menyenangkan

Oleh:
Pagi itu adalah pagi yang sangat cerah karena kemarin-kemarin di pagi hari selalu mendung disertai hawa yang cukup dingin. Seusai sarapan aku menuju ke sekolah dengan mengenakan sepeda kesayanganku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sahabat Pena”

  1. Niswah says:

    Ceritanya sangat bagus aku sangat bangga kepada sahabat pena aku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *