Sahabat Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 September 2016

Ini adalah kisahku, kisah yang selalu kukenang, disaat sedang berada di sekolah pertamaku yaitu pada masa TK. Haii.. this me yang menulis cerita ini dengan senang hati. Di sekolah pertamaku itu, pertama kali aku merasakan apa sahabat itu. Sahabat akrab.

Waktu itu, aku bertemu dengan seorang teman baik di sekolah, sebut saja. Tunas. Memang sih namanya seperti lambang pramuka. Tunas adalah teman pertamaku saat di sekolah itu, dia baik. Aku bertemu dia saat aku sedang berada di kelas.
“hai..” sapa Tunas.
“iya..” jawabku, “aku Tunas, namamu siapa?” tanyanya.
“aku Lyn” “senang bisa berteman denganmu..” lanjutnya.

Kriiingg… Kriingg… bel istirahat berbunyi.
Aku berjalan menuju kantin. Disaat aku berjalan, ada yang memanggilku.
“Lyn..” ternyata si Tunas.
“iya..” sahutku.
“tunggu.. mau kemana?” tanyanya. “mau ke kantin, lalu mau bermain ayunan disana. Ikut?” ajakku.
“iya..”
Kami berjalan bersama munuju ayunan. Karena asyiknya bermain, kami lupa bahwa waktunya jam masuk. “Tunas! ayo cepat, sekarang waktunya pelajaran menggambar.” Tegasku. aku berjalan dengan tergesa-gesa.
“iya.. tunggu..” jawabnya.

Akhirnya, aku pun mulai menggambar sebisaku. Setelah selesai menggambar, aku melihat gambaran Tunas, ternyata gambarannya lebih bagus daripada gambaranku.
“bagus ya gambaranmu, tidak seperti gambaranku..” pujiku.
“biasa saja..” jawabnya. “itu menurutmu, tapi menurutku beda..”
“iya, terima kasih.” Jawabnya dengan rendah hati. “nanti pulang sekolah aku bareng ya?” lanjutnya.
“iya, rumahmu dimana?” tanyaku. “rumahku dekat sini. Kalau rumahmu?” tanyanya.
“rumahku ada di depan sekolah ini, tapi nanti aku dijemput mbokku.” Jawabku.

Teeet.. teet.. bel pulang pun berbunyi.
Ada banyak pelajaran yang ku dapat pada hari itu, mempunyai sahabat baik, berteman dengan baik, ramah.
Lalu, aku bergegas untuk ke luar kelas, ternyata mbokku sudah menungguku. Mbokku adalah seorang babysisterku, dia merawatku dengan senang hati.
“Lyn.. ayo pulang..” ajaknya..
“iya mak..” jawabku. Lalu, aku langsung pulang bareng mbokku..

Keesokan harinya..
Pagi ini adalah hari keduaku masuk sekolah TK. Kukira hari ini menyenangkan, ternyata tidak. Hari ini tidak menyenangkan karena aku sempat menangis di kelas. Karena waktu itu ada yang jailin aku. Mereka, segerombolan murid-murid jail, sebut saja alip cs. mereka sering ke kelasku, entah kenapa. masih kecil sudah berani jail. Batinku.
“huhuhu…” tangisku.
“heii.. ayo main ayunan..” ajak Tunas yang bermaksud untuk menghiburku.
Saat itu aku belum mengucapkan terima kasih, karena lupa. Rasanya aku merasa bersalah sekali dengannya

Berbulan-bulan kemudian..
Kenaikan kelas I SD. Kira-kira Tunas sekolah dimana ya.. aku belum tahu hingga sekarang. Sahabat pertama sekaligus sahabat baikku bisa berpisah denganku. Tapi, itu kan demi masa depan juga. Jadi, rela tidak rela untuk berpisah. Ingin mengucapkan “terima kasih” belum terwujud hingga sekarang, karena aku belum tahu dimana dia sekarang.
Kenangan disaat TK tak akan terlupakan, meskipun kenangan itu hanya sedetik saja. Tapi, persahabatanku akan tetap menjadi kenangan saat masa kecilku. Itulah sekedar cerita pengalamanku disaat aku masih kecil.

Janganlah lupa mengucapkan terima kasih, disaat sudah ditolong ataupun diberi sesuatu oleh orang lain. karena dengan berterima kasih adalah tanda penerimaan jasa orang lain. Penyesalan hanya datang diakhir. Karena jasa orang lain sulit dibalas, ketika orang itu sudah berpisah dari kita.

Cerpen Karangan: Merlynda Aulya
Facebook: Merlynda Aulya S
merlynda from surabaya east java . ^.^

Cerpen Sahabat Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hati Mu Hati Ku (Part 1)

Oleh:
Mentari pagi telah menyinari seluruh alam yang sangat indah. Terlihat cowok yang tengah bangun dari tidur lelapnya. Bersama kedua sahabatnya yang masih tidur, cowok itu pun membangunkan kedua sahabatnya.

Jam Tangan Fiara

Oleh:
Langit agak mendung, saat Fiara berjalan menaiki tangga sekolah. Ia melangkahkan kakinya perlahan, mungkin karena efek penilaian lari kemarin. Kelasnya berada di lantai atas, dan masih jauh dari tangga.

Baju Kenanganku

Oleh:
Siang yang panas dan membakar hatiku. Hari ini aku memakai baju kenangan atau biasa kami sebut baju persatuan dulu ketika masih di bangku kuliah. “Hmm..” ya aku mulai mengingat

Sinar

Oleh:
Rintik-rintik hujan masih terus membasahi bumi. Becek, itulah yang terjadi saat ini. Tapi walau begitu tak menghalangi Sinar bocah cilik yang masih duduk di bangku kelas 4 SD ini

Ujian Lima Sahabat

Oleh:
Musim panas telah merambah ke Kota Senja. Kelima sahabat itu perlahan mengelap keringat di dahi mereka masing-masing. Ah, tak ada yang lebih menyenangkan selain singgah ke Cafe Bang Didi,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *