Sahabat Rambut

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 4 November 2017

Vita dan Ulya bergandengan tangan. Mereka baru saja pulang sekolah. “Ul, Indah mana ya?” tanya Vita, ia baru sadar bahwa Indah tidak bersama mereka. “Iya nih, mana sih Indah?” kata Ulya mengedarkan pandangannya ke sudut sudut sekolah. “Vita, Ulya!” panggil Indah. “INDAH!” teriak Vita dan Ulya, kaget. Ya jelas lah kaget, Indah datang dengan baju penuh lumpur! Bahkan, rambutnya masih tergantung akar akar eceng gondok, sudah bisa ditebak ia pasti pergi ke rawa, tapi buat apa?

“Indah, kamu itu habis ngapain?” tanya Vita. “Hehe, aku habis ngambil cincinku masuk ke dalam rawa..” jawab Indah dengan cengirannya yang khas. “Hhh, Indah-Indah.. ngambil cincin kok ngoyo banget..” tegur Ulya dengan logat Jawanya. “Mendingan kita cepet pulang deh.. bau tauu…” kata Indah sambil bergegas pulang. “Kan yang bau kamu, kok kita ditinggalin?” kata Vita, lalu mereka bertiga pulang bersama.

Pukul 14.00
Kringg.. kringg.. kringgg.. Suara telepon rumah Vita berbunyi. Vita mengangkatnya, “Halo, dengan Vitalia Azmitha?”.
“Ya, halo Vit. Ini Indah. Ntar sore ke salon yuk.. ada salon baru loh di Jalan Melati. Aku sudah bilang Ulya, dia setuju. Datang ya.. nanti kujemput sama Ulya. Udah ya..bye..”
“Ya, Ndah.. bye..” kata Vita.
Lalu, Vita pun ke kamarnya untuk tidur siang lagi..

Sorenya..
“Hai Indah, Ulya…” sapa Vita saat ia ke luar rumah untuk pergi ke salon. “Hai Vita…” balas Indah dan Ulya. “Ambil sepedamu, gih..” suruh Ulya. “Iya-iya, Ibu Negara…” jawab Vita lucu. Ulya terkekeh, sementara Indah sibuk melihat jam tangannya. “Nah, ayo!” ajak Vita saat ia sudah menaiki sepedanya. Mereka bertiga pun pergi ke salon sambil mengobrol.

Sesampainya di salon…
“Silakan, selamat datang di Salon Pauline..” kata seorang pelayan. “Ini pilihan layanan dari kami, ada spanya lo..” promosi pelayan itu. Vita memilih manicure dan pedicure, Ulya memilih spa, dan Indah memilih creambath eksklusif. Lalu, mereka berpisah menuju ruang salon masing masing..

Beberapa jam kemudian…
Vita dan Ulya keluar berbarengan. Vita tampak cocok dengan kuteks hitam dengan stiker love pink glitternya. Ulya tampak harum dan segar. Sementara, Indah… tampak berbeda. Rambutnya yang hitam lurus, ia roll bawahnya, dan dicat cokelat sehingga terlihat cantik.

“Wah, Indah cantiknya.. mau lah kayak Indah..” puji Vita. “Eh Vit, Ul gimana kalo kalian creambath rambut kalian lalu kalian design sama kayak rambutku?” tanya Indah. “Waah.. cocok banget tuh, Ul kita ke ruangan creambath yuk!” ajak Vita. “Sipp!” kata Ulya sambil mengangkat jempolnya.

Beberapa menit kemudian…
“Hai Indah..”sapa Vita dan Ulya.Indah yang sedang membaca majalah terkaget, “Waaah… kita sekarang mirip banget!”. “Iya, besok kita begini yuk di sekolah!” ajak Ulya. “Oke, Ul!” ucap kedua sahabatnya.

Keesokan harinya…
“Wah, ada tiga anak kembar…” kata seorang siswi. “Iya iya betul.. katanya mereka sengaja begitu buat bla bla..” gumam siswi yang lain. Indah, Vita, dan Ulya berjalan sambil mengibaskan rambut. Karena rambut mereka kembar, mereka dijuluki ‘Sahabat Rambut’.

Tamat

Cerpen Karangan: Salsa
Facebook: Salsabila Nur Sulthani

Cerpen Sahabat Rambut merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ikan Beracun

Oleh:
Di sebuah laut yang luas ada seekor raja laut. Raja laut itu adalah hiu. Walaupun ia raja laut, dia sangat rakus dan tidak mempedulikan rakyatnya sendiri. Banyak sudah ikan

Jessica Lala

Oleh:
Di pagi hari yang indah nan cerah, ada seorang anak perempuan kecil yang berumur sekitar 5 tahun sedang memakan sarapannya. Di dalam ruang makan itu hanya ada dirinya dan

The Cup Cakes Land

Oleh:
Popy adalah anak yang suka memasak dia bercita-cita menjadi koki, dan masakannya sangat enak, dia sangat menyukai Cup Cakes. “andai aja dunia ini serba cup cakes, wahh pasti seru

Setia (Part 1)

Oleh:
Deras hujan yang turun Mengingatkanku pada dirimu Aku masih disini untuk setia Selang waktu berganti Aku tak tahu engkau dimana Tapi aku mencoba untuk setia Sesaat malam datang Menjemput

Kenapa Kau Pergi Ayu?

Oleh:
Tersenyum hanya hal yang bisa aku rasakan dengan waktu sangat singkat.. Menangis, adalah hal yang sangat sering aku rasakan, hampir setiap hari aku menangis, duduk di pojok kamar, merenung,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *