Sahabat Sederhana Tuk Selamanya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 7 July 2013

Persahabatan memang tidak selalu berakhir bahagia. Sama seperti cinta, persahabatan juga membutuhkan pengertian. Persahabatan tidak berbicara tentang ego ataupun rahasia. Namun aku berharap, persahabatanku ini tidak akan ada akhir bahagia ataupun sedih. Karena persahabatanku ini, untuk selamanya.

Namaku Anggi, remaja berusia 15 tahun yang duduk di kelas XI IPA di salah satu SMA swasta di Tulungagung. Tidak ada yang istimewa dariku, karena aku hidup sesederhana mungkin. Tidak banyak tingkah, hanya menikmati alur yang telah Tuhan berikan. Aku memiliki seorang sahabat. Aku mengenalnya waktu umurku masih berjalan 4 tahun. Gadis itu bernama Risya. Waktu itu, kami masih TK dan belum mengerti apa itu persahabatan dan cinta. Sangat polos dan ceria, itulah kami. Masa kecil kami berlari bersama mengejar sang mentari. Hingga saat kami menempuh sekolah ke jenjang SD, orang tua kami memasukkan kami ke SD yang sama. Hampir setiap hari kami bertemu, melewatkan waktu bersama. Risya gadis yang selalu ceria, dia membawa awan putih disaat hariku penuh awan mendung. Dia anggun, pintar, dan selalu membuat orang lain merasa damai bersamanya. Sedangkan aku, gadis tomboy yang selalu membuat orang lain naik darah. Aku selalu menggoda orang-orang di sekitarku. Tidak terkecuali dengan Risya, aku sering menjailinya. Namun apa yang dia lakukan? Dia hanya tersenyum dan tidak pernah membalasnya.

Terkadang memang aku keterlaluan, dan Risya selalu memberiku pengertian. Sikapnya itulah yang membuatku selalu nyaman berada di dekatnya. Aku mencoba membalas semua kesabarannya. Aku berharap dia selalu ada di sampingku dan aku selalu ada baginya. Akan tetapi waktu terus berjalan dan memudarkan angan-angan kami. Sampai pada saat kami lulus dari SD dan melanjutkan ke SMP. Risya mengajakku mendaftar ke SMP yang sama dengannya. Namun karena ego dan ambisiku, aku memilih sekolah yang berbeda dengannya. Semua kesalahanku itu menghadirkan jurang terjal di antara kami. Semenjak itu kami semakin sering melewatkan semua kebersamaan kami. Risya mengarungi hidupnya bersama teman barunya dan akupun sama.

Jarak antara aku dan Risya semakin terasa. Membuatku menyesali semua itu. Andai saat itu aku menepikan ambisiku, pasti semua itu tidak akan pernah nyata. Namun siapa aku? Aku hanya manusia biasa. Mungkin inilah jalan yang harus kami tempuh.

Sampai saat kami SMA, kedekatan kami mulai memulih dari kondisi kritis. Aku mencoba menghubunginya. Risya memang sudah berbeda. Memang persahabatan kami berlatarkan perbedaan. Dari emosi, hobby, makanan favorit, hingga idola hingga kami sering berantem kecil. Namun tetap semua itu beralaskan dengan tawa canda. “Ingat gak masa kecil kita?” tanya Risya. Aku menjawab dengan cuek, “engga, kenapa?”. Tiba-tiba dia tertawa, “haha.. dulu aku pernah dorong kamu ke dalam air laut meski kamu gak mau. Terus.. kamu nangis deh..”

“Oh ya? Kok aku gak ingat yah,” tepisku. Risya semakin keras tertawa saat mendengar perkataanku. Sebenarnya, aku masih ingat betul kenangan itu. Bahkan foto kami waktu itu masih rapi tersimpan di album kenangan kami. Kami mungkin bukan hanya sebagai sahabat. Namun sebagai saudara. Aku menyayanginya sebagai kakakku. Kuberikan perhatianku dan pengertianku. Risya adalah satu-satunya sahabat yang sangat memahami diriku.

Kini kami telah memasuki gerbang kedewasaan. Di mana kami telah mampu memikirkan masa depan. Menanggapi dunia dengan kata-kata bijak. Menangis karena cinta. Beranjak dari komik menjadi novel dan cerpen cinta. Kini kami telah mengerti bahwa persahabatan itu adalah pengertian dan peberdaan mengindahkannya. Juga tentang cinta, bukan hanya untuk orang yang kami sebut pacar. Tetapi juga untuk orang yang sering kami panggil sahabat. Sedangkan pengertian sahabat bagiku hanya satu kata. “Dia…”

Cerpen Karangan: Anggi Triyoga
Facebook: Anggie Dugck Yogaa
Nama gue Anggi Triyoga. Lebih enak dipanggil Anggi sih. Umur gue 15th, dan gue kelas XI. Gak kuat mikirin pelajaran yang semakin sulit, ya gue nulis aja. Cz, nulis udah jadi bagian dari imajinasi dan hoby selain gambar dan musik. Sebenarnya, lebih sering nulis puisi sih ketimbang cerpen. But, gue pengen nyoba sesuatu yang baru.

Cerpen Sahabat Sederhana Tuk Selamanya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Seindah Jalan Cinta-Nya

Oleh:
Senja mulai pergi menjemput malam. Langit di ujung cakrawala kini tak lagi biru, ia telah memancarkan polesan warna jingga senja dalam balutan gradasi warna yang begitu indah. Paduan warna

Akhir Persahabatan

Oleh:
Ammanda Raihan adalah anak semata wayang keluarga Raihan. Manda begitulah ia biasa dipanggil. Manda memang berasal dari keluarga kaya yang tinggal di perumahan elit, akan tetapi ia sudah terbiasa

Ketiga Temanku

Oleh:
Jam yang ada di tanganku sudah menunjukan pukul 11.30 ini waktu yang sudah sangat larut malam, aku hanya menari nari kan jari jemariku di keyboard laptopku ini. Ya, hanya

Di Penghujung Waktu

Oleh:
Kisah ini tercipta karena kerinduan yang memaksa hati untuk tetap diam dalam pengabaian. “akan selalu ada ruang tersendiri di hatiku untukmu” itulah ucap yang kurindu, ya! Aku percaya itu.

Ajal

Oleh:
“Apa? Loe gak bohong kan, Sya?” ujar gua. “gak Kar… gua gak bohong!” jawab Syara. “Loe yang sabar ya, Sya. Loe jangan percaya omongan dokter, dokter itu bukan Tuhan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *