Sahabat Sejati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 12 October 2015

Pada waktu acara mop (masa orientasi pramuka) diselenggarakan di sekolah dan berwisata ke Wulandira yang bertempat di serang banten dan tak jauh dari sekolah kami. Jika kami ingin berwisata ke Wulandira kira–kira kita membutuhkan waktu satu setengah jam.
“wah, setelah beberapa bulan menjalankan pramuka di sekolah akhirnya ada acara mop yang sudah lama kita tunggu–tunggu” ucap Anita.
“Iya ya akhirnya kita mop juga sudah lama menunggu akhirnya datang juga tak ku sangka teman–teman.” Ucap Andhini seketika ia sedang memakai sepatu.
“ayo anak–anak semuanya berkumpul di lapangan!” ucap Kak Suhada kepada anak–anak.
“ayo teman–teman kita baris di lapangan!” ucapku kepada teman–teman.
“ayo!!!” teriak Andhini dan Valenin. Sementara aku dan Anita masih memakai sepatu dan bersiap–siap untuk berjalan dan menuju lapangan, yang berada di sekolah kami ini.

Saat anak–anak sudah berkumpul di lapangan Kakak–kakak pembimbing pramuka serta Kakak dewan penggalang (DP) mereka memberikan pengarahan kepada kami demi keselamatan, kelangsungan, dan kelancaran acara masa orientasi pramuka (MOP) yang didirikan di sekolah kami ini. Waktu demi waktu telah terlewati akhirnya magrib pun tiba dan tak lama kemudian azan magrib pun mulai berkumandang. Anak–anak pun bersiap–siap untuk salat magrib.
“Andhini, Alifiyah ayo kita salat magrib!” ucap Anita mengajakku dan Andhini untuk salat magrib bersama di lapangan.
“ayo kita ke lapangan!” ucapku kepada Anita dan Andhini.

Sedangkan Valentin diam di kelas sambil menunggu kami semua untuk beristirahat dan makan malam bersama–sama di kelas 7D. Setelah selesai makan kami semua beristirahat dan mendengarkan pengarahan dan materi dari Kakak pramuka serta pembimbing pramuka dari sekolah–sekolah lainnya. Hari semakin malam dan waktu pun sudah menununjukan pukul 23.00 WIB akhirnya Anita pun mulai menguap dan tidak lama kemudian ia tertidur di lapangan dan tidak hanya Anita saja yang tertidur di lapangan banyak sekali anak-anak yang tertidur di lapangan termasuk aku.

Hari semakin gelap dan sunyi saat aku melihat jam ternyata waktu sudah menunjukan pukul 24.00 WIB dan ternyata aku sudah tertidur selama 1 jam. Kakak DP sedangkan Kak Suhada memberikan pengarahan bahwa beberapa menit lagi akan diadakan api unggun. Setelah menunggu lama akhirnya api unggun pun dimulai semakin lama api semakin sangat besar dan semakin panas pun mulai terasa akhirnya Kakak pramuka menyuruh kami semua untuk istirahat.

Pada saat di Wulandira aku bertemu denga teman–teman yang sejak tadi pagi tak lagi bersamaku yaitu sahabat terbaikku ada Anita, Andhini dan Valentin.
“duh… pengen banget rasanya berenang dan lomba di kolam sana…” ucap Anita sambil menunjuk kolam yang sangat dalam itu.
“mmm… ayolah kita ikuti lomba di sana. Tapi…” ucapku sambil berpikir.
“tapi apa? kamu takut?” tanya Valen kepadaku dengan rasa penasaran.
“bukan len tapi kita perempuan sedangkan kelas 7 yang lain laki–laki semua apakah kita bisa mengikuti lomba di sana?” ucapku sambil berpikir kembali. “Sudah lah ayo pokoknya kita semua ikut lomba.” ucapku dengan rasa semangat.

“ayo… pokoe joget pokoe.” ucap Valen dengan rasa senang.
“duh len len kamu ini pake acara nyanyi segala lagi kita tuh mau lomba ketangkasan bukan mau konser nyanyi” ucap Andhini dengan nada kesal.
“hehehe… maaf teman–teman abisnya Valen seneng banget sih” ucap Valen.
“ahh… sudahlah ayo” ucapku kepada teman–teman.

Pada waktu itu kita semua saling membantu satu sama lain dan pada waktu itu waktu semakin siang tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 12.00 WIB kita semua berkumpul untuk makan siang walaupun badan kita masih basah dan penuh lumpur. Keesokan hari nya kita semua berkumpul bersama di sekolah kami. Kita bermain bersama–sama. Waktu pulang sekolah pun tiba akan tetapi kita berjanji akan makan siang bersama–sama, seketika kita sudah selesai makan Anita merasa gelisah karena uang sakunya sudah habis dan Anita lupa mengambil kembalian ongkos tadi di angkot.

Akhirnya Anita dan Andhini menyeberangi jalan terlebih dahulu, sedangkan aku dan valen menyusul mereka. Sedangkan Anita masih berpikir kebingungan.
“kamu kenapa nit?” tanyaku kepada Anita.
“nita bingung pi? nita harus pulang naik apa? ongkos saja tak ada, ini karena keteledoran aku” ucap Anita bertanya kepadaku.
“ya sudahlah, nita pakai uang pia saja ya??” ucapku bertanya kepada Anita.
“mmm… baiklah pia makasih banyak ya. Tapi…” ucap Anita dengan nada yang masih membingungkan.
“ya sama–sama nita. Tapi apa? Aku ikhlas kok nit pakai saja” ucapku kepada Anita.

“bukan itu maksud aku tapi.. aku tidak tahu jalan arah pulang…” ucap Anita dengan rasa sedih.
“ya sudah Anita kita pulang bareng saja kita lewat arah sana lalu belok kanan lurus dan belok kiri bagaimana?” ucap Valen kepada Anita.
“baiklah len, makasih banyak ya teman–teman kalian memang sahabat aku yang paling baik” ucap Anita dengan rasa bangga.
“ahh sudah lah kita pulang nanti keburu sore takut hujan pula.” ujarku kepada teman teman.

Pada malam hari Anita pun chat kepadaku di grup facebook, ia mengucapkan terima kasih banyak karena teman–teman telah membantu ia untuk sampai ke rumah dengan selamat.
“hai teman–teman selamat malam minggu ya..” ucap Anita di chat grup facebook.
“iya, selamat malming juga ya..” ucap Valen kepada Anita.
“selamat malming juga ya nita, alen” ucapku dan Andhini.
“mmm… teman–teman nita mau ngomong sesuatu sama kalian..” ucap Anita kepada kami semua.
“baiklah silahkan…” ucapku kepada Anita.

“nita mau bilang terima kasih sama kalian karena kalian telah membantuku..” ucap Anita.
“yoi..” ucap Andhini.
“yoweslah podo-podo istirahat yoo ingat besok kalian harus kerja kelompok” ucapku kepada Anita dan teman–teman.
“walah iyo aku lupa makasih banyak yoooo thanks kawan” ucap Valen.
“hahaha iyo iyo yowes podo-podo turu yoo..” ucap Anita.
“yoo siip siippp kawan… hahaha” ucap Valen kepada Anita.

Akhirnya kita semua kembali ke rumah dengan selamat.

Cerpen Karangan: Alifiyah Nurul S
Facebook: Via Alivia Fadhillah

Cerpen Sahabat Sejati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Harapan Mu Masih Ada

Oleh:
“Hmm, kamu udah belajar untuk besok?” “Belajar apaan?” “Kamu nggak tahu apa? Besok akan ada ulangan matematika loh? Aku aja semalam udah belajar. Kemarin juga aku sudah belajar.” “Emang

Perbedaan Jadi Tidak Berarti

Oleh:
Nama saya Arini Destianti. Aku dilahirkan dari seseorang yang berhati malaikat yang sering ku panggil IBU. Terlahir sebagai anak yang tidak normal bukanlah keinginanku. Siapapun itu, pasti tidak ingin

Kok Sama Sih!

Oleh:
“Hei, kalian lihat nih! tas baruku. Mamaku membelinya di paris loh.” kata viona sambil menunjukkan tas barunya itu. Tak perlu menghitung menit, semua anak langsung mengerubungi viona. “Huuh… viona

Back Street

Oleh:
Pagi yang indah burung-burung bernyanyi menyambut cerahnya pagi, matahari terbit dari timur membawa kehangatan di hari minggu. Jarum jam menunjukan pukul 7, inilah saatnya aku harus bangun dari tempat

Gara Gara Jatuh Cinta

Oleh:
Kring… Kring… Bel tanda masuk pun sudah berbunyi. Andre bergegas pergi menuju kelas dengan memakai baju yang rapi dan bersih. Hari ini adalah hari yang paling Andre sukai yaitu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *