Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Balada Lima Pemuda dan Sampan Terukir

Sore hari di tengah remang jingga matahari dan hiruk pikuk kota, berkumpul lima pemuda di sebuah rumah sederhana sehabis menghabiskan waktunya dan mencurahkan pikiran dan tenaganya di ruang kuliah. Mereka terlibat pembicaraan...

Who Comes and Never Goes

This is the same night I have ever passed before. I’m lonely, without a friend or a boyfriend. I just stay at home. Play with my notebook, hand phone or radio. Nothing else, and nothing special. Actually, I just need a...

Tak Ada Bukan Berarti Tak Hidup

‘Tik.. Tik.. Tik..’ Hujan masih terdengar membasahi luar jendela panti yang saat ini masih menjadi tempat favoritku. Aku hanya duduk terdiam memandangi hal-hal yang mungkin terjadi untuk masa depanku ini, hari-hariku...

Ketika Setangkai Bunga Mati

“ma, pa lihatlah pelangi itu indah banget ya, aku senang sekarang apa yang aku impikan bisa terwujud semua berkat kak Bunga” kata Mekar adik tiri aku. Kini aku sedang menikmati indahnya pelangi bersama keluarga baruku,...

Sarung Dari Dito

Aku menatap sarung dari kejauhan. Bermotif kotak-kotak, berwarna merah dan jingga. Itu adalah sarung pemberian sahabatku, Dito. Dito kini sudah pergi ke Singapura, karena ayahnya ditugaskan disana. Kata Dito saat memberikan...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply