Sahabat Yang Sangat Ku Rindukan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 19 June 2016

Sahabat adalah sebuah sosok yang bisa mengerti dan membuat kita tertawa bagaimanapun itu caranya. Aku sekarang kuliah di Yogyakarta sedangkan sahabatku kuliah di negeri tirai bambu China. Oh iya sebelumnya kenalin nama aku Yani dan sahabat aku Nada. Walaupun aku dan Nada kenal Cuma pas waktu smk tapi tak memperngaruhi persahabatan kami, karena persahabatan tidak diukur dengan lama tidaknya kita kenal dia tapi dengan ketulusan dan pengorbanan. Sekarang kami terpisah jauh bahkan beda negara tapi aku yakin suatu saat nanti aku dan Nada akan ketemu lagi.

Nada adalah sahabatku sekaligus inspirasiku sejak aku kenal dia waktu smk sampai dengan sekarang tak bersamanya aku masih tetap terinspirasi olehnya. Aku senang dan sekaligus bangga karena punya sahabat Nada. Aku dan Nada juga mempunyai banyak kesamaan diantaranya kami suka ikut lomba. Pernah kami ikut lomba sampai basah-basahan karena hujan dan ikhlas jauh-jauh di perjalanan kira-kira satu jam Cuma buat lomba doang dan itu tidak akan aku lupain. Aku dan Nada juga suka minum es Cappucino dan kami minum cappuccino gak ingat waktu pagi-pagi jam 9 minum cappuccino bahkan penjualnya juga baru buka memang benar-benar, jadi kangen aku sama Nada. Tapi bukankah aku memang lagi menceritakan kekangenan ku sama Nada. Dan satu lagi yang perlu kalian tahu aku sama Nada suka banget yang namanya jalan-jalan untuk ngilangin bosan dan buat refreshing otaklah. Pokoknya aku sama Nada itu banyak samanya gak keceritaan kalau aku ceritain.

Sebenarnya sih aku mau cerita tapi masih bingung mau cerita apa ya soalnya banyak cerita ku dan Nada itu. Ya baiklah aku cerita ini aja waktu itu minggu, 24 April 2015 mungkin satu tahun yang lalulah aku dan Nada berencana ke pernikahan teman kami Helda dimana hari itu dia khataman Al-Qur’an. Tadinya Nada bilang mau pergi jam 12 siang dan aku tunggu-tunggu tapi nada gak dating-datang juga. Karena lama terus aku sms Nada untuk memastikan jam berapa berangkat katanya jam 1 siang dan dia masih memakai jilbab katanya bentar lagi otw. Dan Nada tiba di rumahku kurang lebih jam 1 siang. Tanpa menunggu waktu lama kami langsung otw ke rumah Helda teman kami dan tiba-tiba di perjalanan cuaca kurang bersahabat dan hujan pun turun dan kami memutuskan untuk berteduh karena hujannya cukup deras kalau kami teruskan takutnya basah kuyup dan kami pun berteduh di sebuah parkiran kecil yang kiranya kami tidak kehujanan karena dilindungi oleh atap walaupun parker itu kecil. Tidak lama kemudian kurang lebih setengah jam kami berteduh dan hujannya sudah mulai reda dan kami melanjutkan perjalanan ke rumahnya Helda.

Sampai di rumah Helda dan Alhamdulillah acaranya belum dimulai sehingga kami bisa mengikuti acara itu secara menyeluruh sempurna. Acara belum dimulai dan pengantin dan temanku mita yang nemanin ngatamkan masih dirias dan dimake up. Aku dan Nada menunggu tadinya sih Nada yang mau nemanin Helda khataman tapi karena Nada haid tidak jadi dan Nada nyuruh aku tapi udah ada gantinya jadi kami berdua jadi peserta saja hmm peserta kataku salah-salah bukan maksudku jadi pendengar setia hehe. Setelah selesai dirias dan orang-orang yang lain pada udah datang dan acara pun dimulai dengan bacaan surah al-dhuha yang dibuka oleh mempelai penganatin wanita. Setengah jam kemudian acara puncak yang ditunggu-tunggu pun akan segera dilakukan yaitu pelemparan permen dan uang logam kepada para hadirin dan disambut senang oleh anak-anak, dewasa maupun orang tua. Dan acara khataman selesai setelah pembacaan doa khatam Al-Qur’an setelah itu mempelai pengantin dan teman-teman yang membantu khataman berkeleliling bersalaman menyalami semua tamu yang hadir menghadari acara itu disela itu juga di sajikan makanan untuk para tamu yang sudah ikhlas menghadiri acara ini. Waktunya makan untuk kami para tamu untuk mengisi perut yang sudah terasa agak lapar, tapi Nada gak makan karena dia sakit perut gak enak makan. Aku juga jadi gak enak makan khawatir karena Nada terus-terusan sakit perut, namanya juga sahabat gak mungkin aku bisa tenang kalau sahabatku lagi sakit ataupun susah dan aku tak bisa membantunya. Aku selesai makan dan Nada ngajak pulang karena perutnya sangat sakit dan dia juga nyuruh aku yang bawa motornya padahal aku gak bisa karena motor laki ada giginya, aku bisanya motor yang gak ada giginya walaupun sempat bisa aku mengendarai motor gigi tapi udah 5 tahunan sekarang gak pernah bawa lagi, dan aku mencoba meyakinkan diriku untuk bisa mengendarai motor MX yang disuruh Nada, demi sahabatku apapun akan aku lakukan apalagi hanya mengendarai motor aja, nyawa juga kalau perlu ku berikan. Tapi mau pulang sendalku gak ada ada yang bawa dan aku juga gak mau pulang kalau gak pakai sendalku sendiri emang egois aku padahal Nada lagi sakit tapi aku masih mentingin aku sendiri maaf da, tapi kata Nada juga terserah aku ya udah aku nunggu sendalku lah, setelah sekian lama kami nunggu akhirnya orang yang bawa sendalku datang juga dan kami langsung pulang setelah dapat ku pakai sendalku kembali.

Aku mencoba meyakinkan diriku untuk mengemudikan sepeda Nada yang gak pernah ku kendarai dan biasanya Cuma duduk manis aja di belakang sekarang harus duduk di depan mengendarainya demi sahabatku Nada. Dan aku hidupin motornya dan mulai berjalan dengan dibantu arahan dari Nada dan Alhamdulillah aku bisa walaupun amatiran maklum lama gak pernah mengendarainya ya Alhamdulillah masih bisa dan ternyata enak dan aku jadi suka dan mau juga punya motor MX nantilah mungkin kalau aku udah kerja. Di perjalanan kami selalu mengobrol karena bagiku berkendara berdua tapi gak ngobrol sama aja dengan sendiri begitu juga dengan jalan kaki atau apa lah. Di perjalanan kami tertawa karena olahku yang baru mengendarai motor gigi lagi dan aku nanya macam-macam sama Nada bagaimana caranya mengendarakan motornya dengan baik dan aku senang dan tidak terlalu khawatir lagi karena dia bisa tertawa walaupun dalam keadaan sakit, memang sahabatku Nada ku ini gak pernah ngeluh kalau sakit malah dia sembunyiin.

Tak terasa sampailah di rumahku aku dan Nada berhenti dan aku bertanya kembali apakah dia bisa mengendarai motornya sampai rumah karena rumahku dan Nada jauh kurang lebih 20 menit ditempuh dengan motor. Tapi lagi-lagi Nada bisa meyakinkanku bahwasanya dia bisa dan aku sebagai sahabatnya percaya bahwa dia bisa karena bukanlah orang yang mudah menyerah ataupun putus asa. Setelah kiranya Nada sampai aku sms dia apakah dia sudah sampai rumahnya dan ternyata Alhamdulillah dia udah sampai rumah, dan aku pun senang dengarnya dan sakit perutya juga lumayan gak sakit lagi katanya. Dan sekarang aku menunggu Nada kembali ke Indonesia dan kami bertemu kembali dan melakukan semua hal sama-sama lagi bersama TIM RANNYSA. Sukses sahabat disana di China ambillah ilmu sebanyak mungkin disana dan bawa pulang ke Indonesia dan ubahlah Indonesia sahabat.

Cerpen Karangan: Yani
Facebook: yani25ananda[-at-]yahoo.com

Cerpen Sahabat Yang Sangat Ku Rindukan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cup Cake Untuk Anna

Oleh:
Namaku Carissa. Tiga hari lagi ulang tahun sahabatku. Annabella atau akrab dipanggil Anna. Aku ingin memberikan hadiah pada Anna karena waktu aku ulang tahun Anna memberikan aku kado sebuah

Dilema

Oleh:
Entahlah aku merasa Dia, Revano cowok yang menurut beberapa mahasiswa sangat keren, pintar dan sejuta pujian selalu dihujamkan padanya selalu memperhatikan aku. Aku hanya berfikir bahwa aku hanya ke

Setengah Penuh Menggapai Candi

Oleh:
Di satu pagi yang cerah, di sebuah kafe seberang kampus di bilangan Kemanggisan, Jakarta Barat. “Ini kesempatan terakhir kamu, aku atau mereka?!”. Itu yang Nadya bilang pada Arman, di

Tentang Sahabat dan Aku

Oleh:
Kringgg… Suara alarmku berbunyi aku lekas bangun dari tempat tidurku, terik matahari pagi ini memulai aktivitasku. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7:30 aku pun cepat-cepat menuju meja makan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *