Sahabat yang Sesungguhnya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 1 November 2014

Tau nggak kalian? apa yang dilakuin cewek kalo lagi kumpul-kumpul? Nah, betul banget paling-paling ujungnya ngegosip, ngomong-ngomongin cewek yang lebih cantik dari dia, bahkan yang lebih jelek sekalipun. Menggunjing jadi makanan empuk buat mereka mereka.

Di suatu sekolah ternama, bisa dibilang sih khusus anak-anak orang kaya aja yang bisa masuk, bisa sih masuk sekolah itu asalkan pinter.

“kriiinggg” bel istirahat pun berbunyi. Di kantin Bu Minah sudah dipadati anak-anak yang perutnya sudah keroncongan setelah pelajaran usai.
“Woy, minggir-minggir! jangan di tengah jalan dong! Emang ni sekolahan milik nenek lo apa!” sentak Tika salah satu anggota geng The Barbies. Semua anak-anak di SMA Permata memang sudah sangat mengenal siapa anggota-anggota geng The Barbies itu. Sifatnya pun terkenal sangat angkuh dan tidak mau berteman dengan siswa yang miskin. Ada 8 anggota The Barbies, yaitu Adin (ketua geng The Barbies), Tika, Mira, Tiara, Marsha, Siska, Rose dan Angel. Mereka semua adalah anak orang kaya yang setiap hari selalu berangkat sekolah diantar oleh supir pribadi masing-masing.

Keesokan hari sebelum pelajaran dimulai, Bu Dewi selaku guru Bahasa Inggris memperkenalkan seorang siswa baru bernama Mawar. Mawar bukanlah anak orang kaya seperti geng The Barbies, namun dia bisa masuk sekolah SMA Permata karena dia pintar sehingga mendapat beasiswa. Hal ini tentu jadi trending topic buat geng The Barbies untuk dijadikan bahan celaan.

Jam istirahat pun berlangsung. Seperti biasa anak-anak sudah berada di meja makan kantin Bu Minah. “Iuh, berani-beraninya sekolah di tempat orang kaya, nggak nyadar apa kalo dia miskin. Ya nggak?” Ucap Tiara. “Tenang aja, gua bakal bikin dia itu nyesel sekolah disini” jawab Adin. “Eh, eh liat tuh si orang use” teriak Angel.

Pada saat itu, Mawar akan menuju meja makan di samping meja makan The Barbies sambil membawa satu mangkok bakso dan 1 botol mizone. Ketika sedang berjalan, salah satu kaki anggota The Barbies memalang jalan sehingga Mawar tersandung dan akhirnya bakso di dalam mangkuk tumpah ke rok yang dipakai Adin. “Heh, bersihin nggak rok gua! Berani lu sama gua!”, ucap Adin yang marah-marah nggak karuan. “Yee, siapa suruh kaki anak buah lu malang di tengah jalan. Harusnya lu marahin dia” balas Mawar. “Eh berani lu ya, dasar anak kampung!” jawab Adin. Akhirnya, mereka berdua pun saling menjambak rambut masing-masing. Pada saat itu juga, guru BK datang dan memanggil mereka ke kantor untuk dimintai penjelesan. Lalu mereka berdua di hukum untuk membersihkan WC sekolah.

Ketika mereka berdua sudah selesai membersihkan WC, pada saat itu juga bel pulang sekolah berbunyi. Pada saat itu Mawar sedang mengetik tugas makalah Bahasa Inggris sehingga harus pulang sore. Seusai mengetik, Mawar melihat Adin kebingungan di depan pintu gerbang sekolah. Dia bingung bagaimana pulang karena supir pribadinya sedang pulang kampung. “Din, belum pulang lu? Ayo bareng gua mumpung belum keburu ujan nih” ucap Mawar yang duduk di atas motor Scoppy miliknya. Namun, Adin hanya diam dan memandang sinis Mawar. Sedangkan Mawar masih diam menunggu jawaban Adin dan memandang Adin yang sedang menelfon sahabat-sahabatnya. “Sha, jemput gua dong! Supir gua lagi pulang kampung. Nyokap sama Bokap sibuk” pinta Adin kepada Marsha lewat telepon selulernya yang bermerk apple. Semua sahabat yang dihubungi oleh Adin selalu memiliki alasan tersendiri agar tidak menjemput Adin. Ada yang bilang lagi sibuk, nemenin nyokap belanja, jaga rumah, dan lain sebagainya. Tiba-tiba gemericik air hujan mulai membasahi mereka. Sedikit demi sedikit air hujan bertambah deras. Mau tidak mau akhirnya Adin mau menerima bantuan dari Mawar. Saat itu Mawar hanya membawa 1 jas hujan. Akhirnya Mawar membiarkan Adin yang memakainya sedangkan Mawar hujan-hujanan.

Di perjalanan mereka sempat berbincang-bincang dan lama kelamaan mereka semakin akrab. “Mawar, kenapa sih lo baik sama gua padahal gua jahat banget tadi sama lo” tanya Adin. “Ya emang kenapa, lu kan temen gua”, singkat Mawar. Dan Adin pun hanya tersenyum mendengar jawaban Mawar dan menyadari karena selama ini sahabat-sahabatnya tidak sebaik Mawar. Dan Adin berfikir bahwa akan keluar dari geng The Barbies karena merasa dia hanya dimanfaatkan saja oleh sahabat-sahabatnya. Adin mulai merasa bahwa Mawar lah sahabat yang cocok untuk dirinya.

“Akhirnya sampai juga”, ucap Mawar. Seketika itu ucapan Mawar membuat Adin sadar dari lamunannya sejak di perjalanan tadi. “Oh iya, makasih Mawar dan maafin gua soal yang tadi siang”, ucap Adin sambil meneteskan air mata. “Oh iya sante aja kali din, hehe”, jawab Mawar. “Mulai sekarang kita sahabatan ya?”, ucap Adin. “Emm, okeh”, balas Mawar.

Keesokan hari dan hari-hari berikutnya Adin dan Mawar selalu bersama seperti magnet yang nggak bisa dipisahkan. Melihat hal itu, anggota The Barbies menjadi kesal.
“Din, tunggu!”, panggil Rose. “Iya, ada apa?”, jawab Adin. “Lu kenapa sih din, lu berubah tau nggak? Lu udah lupa sama geng The Barbies!”, ucap Rose. “Iya bener kata Rose, jangan-jangan lu udah dicuci otak sama anak use itu?”, susul Siska. “Maaf ya temen-temen sebelumnya, gua mau bilang kalo gua mau keluar dari geng ini, gua sadar selama ini kalian itu Cuma manfaatin gua doang, kalian bukan sahabat gua. Sahabat itu selalu datang kalo kita ada kesusahan nggak Cuma ada maunya aja. Oh ya, satu lagi Mawar itu emang nggak kaya, tapi dia itu punya hati yang baik nggak kaya lu lu pada. Mawar juga nggak pernah tuh ngehasut gua yang ada juga kalian yang ngehasut gua buat jadi orang jahat selama ini”, jawab Adin dan segera meninggalkan geng The Barbies itu.

Hari demi hari nama geng The Barbies tidak lagi terdengar di SMA Permata. Kini geng The Barbies sudah musnah bagai ditelan bumi. Mereka sudah sadar bahwa apa itu persahabatan. Persahabatan itu nggak ada sejarahnya bikin geng dengan beberapa anggota dan itu dinamakan persahabatan. Itu semua salah, sekarang mereka bermain dengan semua murid tanpa memandang status sosial dari masing-masing murid. Adin, Tika, Mira, Tiara, Marsha, Mawar, Siska, Angel, dan Rose menjadi sahabat yang selalu ada disaat susah maupun senang dan selalu melengkapi kekurangan masing-masing.

Cerpen Karangan: Annisa Ismaya
Facebook: Anissa Ismaya

Nama: Annisa Ismaya
TTL: Cilacap, 17 Januari 1999
Alamat: Kebumen, Jawa Tengah

Cerpen Sahabat yang Sesungguhnya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Harapan

Oleh:
Namaku Dania Fyaniera. Biasa dipanggil Dania. Aku bersekolah di SMA favorit yang ada di kotaku. Tapi, bagiku sekolah favorit atau tidak bukan menjadi yang utama, hal yang paling penting

Tiga Rantai Melingkar

Oleh:
Ini dunia yang indah diselubungi oleh banyak warna. Dari yang putih untuk mensucikan kuning untuk keceriaan sampai yang hitam untuk keburukan. Seperti itu persahabatanku. Kami, kami bertiga. Aku, Diki

Ini Semua Karena Dia

Oleh:
Hai semuanya namaku Feliya reswana bisa dipanggil feli atau ana aku mempunyai dua orang sahabat yaitu lisa sama dita Suatu hari saat di kelas “Hai lis” ucapku “Hai fel”

Rahman

Oleh:
Rahman, namanya singkat dan tak ada kepanjangannya. Setiap kali dia disuruh untuk menulis nama panjangnya, dia diam saja untuk beberapa saat, lalu kemudian berkata, “Aku tak tahu nama panjangku.”

Nay, Sang Teratai

Oleh:
Seseorang mengguncang tubuhku. “Yash! Bangun!” Aku menggeliat, menepis tangan yang mengguncangku itu sambil masih terpejam. Mataku masih berat untuk dibuka, kantuk masih menguasaiku. “Yash! Aku mau bicara penting, nih..

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *