Sahabat Yang Terpisah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 5 February 2018

“Pokoknya aku nggak mau digituin, Ra! Please!” teriakku keras.
“Oke, tapi kalau begitu pertemanan kita putus sampai sini!” teriak Gita tak kalah sengit.
Aku menyeringai, “Okelah, deal!”

Yah, begitulah akhir persahabatanku dengan Gita.
Uuh, aku tak mau melihat Gita lagi, apalagi menyebutkan namanya! Sungguh, aku sangat-sangat-sangat jengkel padanya. Jika aku sudah bilang sungguh, artinya bersungguh-sungguh!

Seperti saat ia mendorongku dari belakang sampai membuatku masuk rumah sakit, merebut boneka kesayanganku, mengejekku bahwa bajuku sudah kusam, padahal jelas-jelas bajuku baru saja dibeli, memfitnahku mencontek ketika aku mendapat nilai seratus…

Jari jemariku tidak cukup lagi menghitung kejahilan Gita. Aku sudah tahu betul wataknya. Sejak dulu, aku dan dia telah bersahabat akrab. Mulanya, ia masih baik denganku. Namun lama-kelamaan, sifat aslinya sudah mulai muncul. Tetapi sebagai sahabatnya, aku tetap sabar. Hingga suatu waktu, aku sudah tidak tahan dengan sikap kasarnya padaku.

Syukurlah, kabarnya sebentar lagi Gita akan pindah dari Bogor ke Solo. Aku berharap, akan menemukan sahabat yang lebih baik dari Gita…

Cerpen Karangan: Naysha Alifa
Facebook: Naysha Putri Alifa

Cerpen Sahabat Yang Terpisah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Strawberry City

Oleh:
Pagi itu, Chika menggendong ranselnya melintasi rel kereta api dan berjalan menuju jembatan penyebrangan. Sinar kegembiraan terpancar jelas pada raut wajahnya. Pagi itu, ia sangat gembira sekali. Strawberry city

Cellular

Oleh:
Di rumah Hadi. “Aku udah gak bisa ngejalanin hubungan ini lagi Sel.. maafkan aku..” Selly cuma bisa menunduk dan menangis mendengar perkataan Hadi. “Kita udah coba berkali-kali tapi keluarga

Kenapa Harus Aku?

Oleh:
Tuhan. Sesungguhnya aku tak ingin kebahagiaan. Tapi, aku butuh kebahagiaan Tuhan, karena Kau tak akan memberi apa yang kubutuhkan melainkan memberi apa yang ku butuhkan. Erna hanya termenung memandang

Denger Gak Sih Brooo

Oleh:
Malam itu aku, ibu dan adikku pergi ke pasar. Setelah pulang dari pasar, aku, ibu dan adikku berjalan di trotoar menuju tempat makan mie ayam yang ada di pinggir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *