Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 20 April 2016

“Aduh, kalau jalan lihat-lihat dong!” bentak seorang anak perempuan berbaju pink itu.
“Maaf, gue gak lihat, gue buru-buru,” sahutku meminta maaf.
“Iya gak apa-apa, nama lo siapa?” tanyanya yang tiba-tiba berubah jadi ramah.
“Nama gue Alexa, dari kelas 9 B, nama lo siapa?” tanyaku.
“Nama gue Angel dari kelas 9 A,” jawabnya.
“Gue permisi yah, gue buru-buru di panggil Bu Dita,” Pamitku.
“Iya, buruan entar kena marah loh…” candanya.

Bel istirahat pun berbunyi, ku lihat Angel lagi duduk-duduk di taman sekolah. “Woi, sendirian aja, lagi ngapain?” kataku mengagetkannya.
“Ngagetin aja, jantungku hampir copot nih,” candanya.
“Hahaha, maaf yah…” maafku pada Angel.
“Iya gak apa-apa, eh, kalau gue lihat-lihat dari sifat lo, lo itu tomboi yah?”
“Kata orang sih gitu, tapi kalau gue ukur sifat lo, lo itu girly banget yah,”
“Kata Mama sih gitu, bahkan pernah Mamaku marah marah karena baju yang ada di lemariku pink semua,”
“Hahaha,” Waktu itu aku lagi makan di kantin sekolah, tiba-tiba…

“Woi!!!” tiba-tiba seseorang mengagetkanku, ternyata itu adalah Angel.
“Lex,”
“Iya, apa?”
“Gue punya ide,”
“Ide apa?”
“Gimana kalau kita jadi sahabat?”
“Hmm, gue setuju setuju aja sih,”
“Oke, sekarang persahabatan kita resmi,”
“Lex, gak terasa yah, kita udah hampir terpisahkan,”
“Iya, udah hampir penamatan SMP,”
“Lo nanti SMK-nya di mana?”
“Gak tahu, kalau lo?”
Angel mengangkat bahu.

Tibalah waktunya aku dan teman-teman lainnya penamatan, temanku, Andin membaca puisi persahabatan yang membuat orang terharu dan akhirnya menangis. Sebelum pulang, aku memeluk Angel, Angel membalas pelukanku. Aku mendaftar di SMK negeri 2. Wajah orang-orang masih asing bagiku. Tidak sengaja aku melihat seseorang yang sangat aku kenal.

“Angel!” teriakku.
“Alexa!” teriaknya balik. Aku memeluknya. Dan akhirnya aku dan Angel tak dapat dipisahkan.

Cerpen Karangan: Rahmi Mentari Rusdi
Facebook: Rahmi Mentari

Cerpen Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kakak Berartikah Aku?

Oleh:
Mungkin semua orang menganggapku sama seperti remaja pada umumnya, namun tidak menurutku aku memiliki kekurangan yang mungkin bisa membuat semua teman bahkan sahabat malu bersamaku, hingga ku tak dapat

Thanks For All

Oleh:
Izna hanya bisa tersenyum pedih. Di tempat rahasia mereka, sebuah laut biru dengan hamparan pasir yang indah, dia duduk dengan air mata yang terus menetes. Izna menyesali perlakuannya kepada

Di Detik Terindahmu

Oleh:
“Ma, Tifany main dulu ya” “jangan jauh jauh ya…” “siap ma” Besok adalah ulang tahun sahabatnya, Tifa sengaja pergi untuk membeli kado. Tifa ingin menjadi The First di detik

Different Mix Free Life

Oleh:
“Lihatlah mereka! Kenapa, ya? Anak orang kaya selalu bermain dengan orang yang sederajat dengannya. Sedangkan kita, hanya bisa merasakan hal yang sama,” gumam Billy dan Riska saat melihat Felly

Terpleset Cinta di Lapangan Hijau (Part 2)

Oleh:
“Assalamu’alaikum” aku dan Egi mengucap salam bersama. Kita saling pandang karena tak menyangka akan mengucap salam bersama. Kemudian aku membuka pintu. “Wa’alaikumsalam.” Terdengar suara ayahku menjawab salam. “Eh, Nak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sahabatku”

  1. Sarah Rachmat says:

    wow,,,, ini mengingatkan aku tentang hari hari terakhirku di sd,,, sekolah ku dan sahabat sahabatku berbeda beda,,, sampai sekarang,, no bbm,insta n social medianya belum kau temukan,, aku kangen mereka,,, semoga dia baca comment ku,,
    .
    .
    kezia,michelle,febi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *