Sahabatku Cintaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 25 April 2013

Pertama aku mengenal cinta hanya lewat kicauan sahabatku Monica. Seorang gadis cantik yang selalu menemani hari-hari ku di bangku sekolah SMA ini sejak SMP kita bertemu. Seorang gadis periang yang penuh ambisi yang selalu membuatku tertarik dengan segala hal yang ada di dalam dirinya. Dia sosok sahabat terbaik yang pernah aku miliki sepanjang hidupku. Seorang sahabat yang mau berbagi bukan hanya di saat sedang senang namun ketika aku sedang berada di dasar keterpurukan dia selalu datang dan tersenyum sambil mengulurkan tangannya kepadaku agar aku bisa bangkit lagi.

Sudah ribuan cerita cinta yang ia bacakan di dalam hidupku bersama cinta-cinta dia yang lalu. Cinta sesaat, cinta indah, cinta sedih dan berbagai cinta lainnya. Aku hanya bisa tersenyum jika ia sedang menceritakan cerita cinta dia yang indah dan aku akan bersedia membagi bahuku ini agar ia bisa menangis di bahuku ketika ia sedang menangis menceritakan cerita cinta dia yang sedih.

Sudah terlalu lama kita bersama merangkai kata saling berbagi tawa dan tangis. Sore ini adalah sore seperti sore yang biasa kita lalui bersama. Kita duduk di bangku taman sekolah masih menggenakan seragam sekolah dan tas di pundak kita berdua. Kali ini kamu ingin berbagi cerita lain yang sedikit serius.
“Farel… Aku pacaran sama dia..” Kamu memulai percakapan sore ini.
“Sama siapa lagi?” Aku hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepala. Sudah sering mendengar kau berpacaran dengan banyak lelaki lain.
“Tapi janji ya jangan pernah bilang-bilang ke siapapun dan ini hanya jadi rahasia kita berdua” Kamu memberikan jari kelingkingmu kepadaku tanda perjanjian kita berdua.
“Iya.. Kapan sih aku suka nyebarin rahasia kamu?” Aku menggaetkan kelingkingku dengan kelingkingmu
“Sama Fansadewa mahasiswa UI yang lagi tugas riset di sekolah kita rel..”
Aku hanya terdiam mendengar jawaban sahabatku ini. Kemarin terakhir ketua OSIS yang berhasil ia dapatkan. Sekarang seorang mahasiswa yang kau dapatkan. Aku memandang tubuhmu dari ujung kaki hingga ujung rambut dan ku akui kamu memang cantik namun sebenarnya di sekolah ini banyak yang jauh lebih cantik darimu namun mengapa kamu menjadi begitu idola para lelaki di sekolah ini. Terkadang aku tak habis pikir dengan itu semua.

“Farel…Aku cerita bukannya ditanggepin malah bengong”
Aku tersenyum melihat kau yang cemberut karena aku tidak menanggapi ceritamu tadi “Ya udah cerita sekarang…”
Sekarang kau mulai menceritakan kisahmu itu bersama Fansadewa. Awal bagaimana kalian bisa menjadi dekat, awal kalian nonton berdua di bioskop, awal kalian mulai serius dan sampai sekarang kalian menjadi pacaran. Aku tersenyum mendengar ceritamu tersebut dan terkadang aku memberikan sedikit pendapatku di sela-sela ceritamu.
Namun entah mengapa kali ini di akhir ceritamu kamu menggenggam tanganku dan meyakinkan diriku bahwa tak peduli kamu sedang dekat dengan siapapun, tetap jika akulah orang yang paling spesial dan berarti dalam hidupmu. Aku tersenyum mendengar itu semua dan membalas genggaman tanganmu dengan sangat erat.

Sudah hapir sebulan lebih sejak obrolan kita berdua di taman tentang hubungan kamu dan Fansadewa. Sudah sebulan itu juga perlahan kau mulai sedikit mulai berubah dan lebih banyak menghabiskan waktumu dengan kekasihmu dan sedikit melupakanku. Ada sedikit perasaan kehilangan dan aneh rasanya saat kita bersama berdua kini tanpa kehadiran dirimu. Namun walau berat aku coba untuk menerima kenyataan ini.

Sering aku tiap pulang sekolah berdiri menunggu dirimu di gerbang sekolah untuk pulang bersama dirimu. Lama aku berdiri menahan panas di gerbang sekolah namun kau tidak juga datang, kalaupun kau datang itu kau sedang bersama Fansadewa dan aku pergi meninggalkan dirimu.

Kini untuk menghilangkan sepi tanpa kehadiranmu aku lebih sering menulis puisi-puisi indah tentang dirimu di taman sekolah sambil sesekali melihat dirimu dari kejauhan. Entah mengapa kini ada rasa rindu yang menyerang dan sakit tanpa kehadiran dirimu. Saat itu juga kamu berhasil membuat aku menangis untuk pertama kalinya karna merasa kehilangan sesuatu.

Aku ingin kembali rasanya mendekap dirimu kembali dan saling berbagi cerita seperti dulu. Apa kamu tahu ada ribuan kata yang ingin aku bagi bersama dirimu sahabatku tercinta. Ada ratusan puisi indah yang ingin aku perlihatkan pada dirimu. Puisi ini untuk dirimu sahabatku.

Aku tulis puisi-puisi dan curhatan tentang rindu padamu ini dalam buku catatan matematika kita bersama. Entah mengapa aku bisa kehilangan buku tersebut dan buku tersebut bisa jatuh ke tangan Fansadewa dan ia membaca semua yang aku tulis disitu. Itu membuat aku dan Fansadewa sempat bertengkar adu mulut karena buku tersebut dan ia membentak bahkan mengancam aku untuk menjauhi dirimu.

Aku sebenarnya tidak masalah dan tidak takut akibat pertengkaran aku bersama Fansadewa tersebut. Namun yang tidak bisa aku terima saat itu ketika kamu tahu peristiwa itu kamu hanya bisa diam dan tidak membela aku sedikitpun bahkan terkesan menjauh. Itu merupakan hal yang benar-benar tidak bisa aku terima.

Sejak kejadian itu kita mulai sangat jauh. Seperti ada jarak panjang yang memisahkan kita berdua walau kita 1 kelas sekalipun saat itu. Aku saat itu benar-benar merasakan jatuh dalam jurang kecewa dan benar-benar sangat mengharapkanmu kembali pada diriku. Kata orang aku sebenarnya cinta pada dirimu namun aku tidak tahu perasaan itu apakah aku benar-benar cinta pada dirimu atau tidak. Yang jelas aku hanya ingin mengulang kisah kebersamaan kita seperti dulu lagi.

Menjelang hari perpisahan sekolah akhir kita, kau menelepon diriku malam-malam dan meminta diriku datang ke tempat makan yang kita sering datangi dulu. Saat itu hujan sedang mengguyur kota Sukabumi dengan sangat deras namun aku tetap pergi menemui dirimu walau aku sebenarnya sudah tidak mau bertemu dengan dirimu karna sudah sangat kecewa pada dirimu.

Pertama kita bertemu kembali kau menatapku lama dan tiba-tiba mengeluarkan setitik air mata dari kedua mata coklatmu itu, dan aku yang tidak bisa melihatmu menangis langsung mendekati dirimu dan duduk di samping mu yang langsung kau bersandar di bahuku kembali seperti dulu.
“Farel..” Ucapmu di sela-sela tangisan dirimu “Maafin aku… Aku sadar aku gak bisa jauh dari kamu. Aku sadar sebenarnya untuk apa aku susah-susah jatuh bangun merajut cinta bersama orang lain padahal ada dirimu disampingku. Pa hedi tidak seperti dirimu. Dia tidak ada disaat aku butuh, dia tidak seperti dirimu yang selalu ada untuk diriku. Aku merindukan dirimu Farel…”

Aku mengelus pelan rambut hitammu yang panjang dan tak mampu mengucapkan apa-apa. Lama rasanya tidak mendekap dirimu seperti ini lagi. Ada rasa hangat dan nyaman saat bersama dirimu sejak dulu pertama kita bertemu. Aku masih ingat awal kita bertemu di kelas saat di bangku SMP kita sering bertengkar karena aku sering mengejek kulitmu yang saat itu hitam dan jelek. Namun kini kau sudah berubah menjadi peri cantik yang mampu membius orang-orang disekitarmu.
“Farel…Jangan pergi lagi aku mohon… Gak ada orang yang bisa di ajak berbagi selain dirimu. Aku benar-benar kehilangan dirimu”
“Aku selalu ada disini Monica… Aku gak pernah jauh dari kamu” Aku menggengam tanganmu dan merasakan aliran hangat yang mampu menghilangkan rasa dingin akibat hujan malam ini.

Harusnya kamu sadar aku tidak pernah jauh dan tidak bisa jauh dari dirimu. Aku selalu ada disini, dihatimu untuk selamanya walau kamu tidak pernah sadar akan hal itu. Namun akun tetap setia menanti dirimu sambil mendekap dirimu dalam hatiku.

Cerpen Karangan: Abadi Farel
Blog: www.abadifarel.blogspot.com

Aku seorang penulis muda yang hobi menulis dan sedang mencoba memasuki dunia modeling. Aku mempunyai blog yaitu: http://www.abadifarel.blogspot.com
kalian jg bisa follow twitter ku : abadi_rengga
atau add fb ku : abadi.farel[-at-]yahoo.co.id
Terima kasih

Cerpen Sahabatku Cintaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Spikes Before Flowers, Rainbow After Storm

Oleh:
Embun menutupi jendela kamar. Varielle terbangun dari peraduannya. “Udah pagi?” katanya sambil menguap. “Kak Emily, bangun. Opening Ceremony loh hari ini kak,” Varielle membangunkan Emily. “Eh…,” Emily menggeliat dan

Cuplikan Masa Lalu

Oleh:
Mataku terlalu asik mengikuti sebuah bola merah yang dikejar kejar 10 orang anak SMA yang wajahnya penuh keringat. Mereka sangat bergembira berlari dari sudut lapangan ke sudut lain. Sore

Kau Lupa?

Oleh:
“Tunggu!” Aku menahan tangannya. Ia berbalik. Tanpa jawab. Dengan jelas raut wajahnya dapat kubaca, apa lagi? “Tak bisakah kau sedikit memutar waktu kebelakang?” “Tidak, aku terlalu sibuk untuk mengerjakan

Ketika Sahabat Menjadi Musuh

Oleh:
Pagi itu, Rachel bangun dengan semangat 45.. ia mandi lalu berpakaian, pagi itu dia memakai tank top pink berbalut cardigan warna abu abu dan celana pendek berbahan kain, selesai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *