Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Ngap-Ngap

Kalau udah bicara masalah pertandingan bola, sudah pasti bicara masalah score trus club kebanggaan trus pemain idola masing-masing. Nah, rata-rata yang bakal heboh tuh cowok-cowok, pertandingan belum apa-apa mereka udah heboh...

Happy Can Come From Elsewhere

Kata orang bijak kebahagiaan bisa datang dari manapun disadari ataupun tanpa kita sadari. Andra merasakannya walau sempat merasa bahagianya akan hilang setelah ibunya meninggal. Dan kini dia hidup dengan Ibu baru dan saudara...

Si Anak Jalang

Embun pagi ini masih begitu terasa. Sayup-sayup kokokan ayam itu perlahan-lahan mengecil dan akhirnya menghilang. Mataharipun baru sedikit menampakkan sinarnya yang begitu terang dan berarti bagi kehidupan. Terlihat sesosok...

Lelaki Itu

Sementara mereka sedang asyik membahas tentang wanita itu, aku memutuskan untuk pergi ke toilet. Aku tidak cukup kuat untuk mendengarkan fakta-fakta mengenai wanita yang sedang mereka bahas. Fakta-fakta yang jujur, mampu...

Payung Merah

Pertengahan bulan November ini, bulan yang akan selalu aku banggakan karena aku sering bersamamu walau kau sendiri tidak tahu aku selalu ada untukmu. Awan yang melintas berwarna kelabu suram. Rintik demi rintik setiap bulir...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Sahabatku Takkan Kembali Lagi

  1. Iil ariefka 17 August, 2013 at 5:26 am | | Reply

    Menulis, menulis itu indah, menulis itu menyenangkan menulis itu kenanagan yang dapat abadi dalam hidup yang abadi dalam kertas putih dan tinta. Menulis itu harus karna dengan menulis pula pikiran peka, pikiran tenang. Karna bagiku kertas dan tinta adalah sahabat sejati, yang sanggup menampung segala keluh kesah hidup ku. Maka dari situ ku ingin melukis dunia dengan tinta. Tinta merah, hitam ku.

Leave a Reply