Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Keyla. Jangan Lupakan Aku

“Key…” Bisikku pada Kayla “Ehm?” jawabnya “Aku mau cerita” kataku “Apa?” tanyanya “Begini.. tadi malam aku bermimpi bertemu mamaku..” kataku yang kemudian...

Ayah Jangan Benci Aku (Isi Hati Seorang Bocah Kecil)

Aku adalah seorang anak yang bisa dikatakan masih sangat kecil. Umurku baru 2 tahun lebih. Keluargaku masih lengkap. Aku mempunyai seorang kakak cowok, dia baru berusia 3 tahun. Ayah dan ibuku menghidupi keluarga dengan cara...

Takdir

Awal tahun yang kelabu. Disambut dengan awan mendung dan cuaca yang tak bisa diandalkan. Tapi kemeriahan masih saja menyelimuti umat manusia sampai ke pelosok dunia. Letusan kembang api bagaikan upacara wajib di setiap awal...

Ketika Sahabat Menjadi Seorang Penghianat

Saat ku masuk ke jenjang SMP, ku melihat sekeliling ku, sungguh berbeda. Berbeda dengan apa yang aku rasakan dulu saat aku duduk di Sekolah Dasar. Aku melihat teman-temanku, aku melihat lingkungan sekolahku. Berbeda! Semua...

Cinta Penuh Kegalauan

Sms antara beiby(cowo) dan cinta(cewe) : B : cintaa.. C : yaa bebz? B : kok smsku dibalesnya lama banget ? C : abiz bobo bebz.. B : ohh.. lg ngpain cin? C : lg boboan bebz, bebebz sie lg ngpain? B : boboan mulu sie cinn.....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Sahabatku Takkan Kembali Lagi

  1. Iil ariefka 17 August, 2013 at 5:26 am | | Reply

    Menulis, menulis itu indah, menulis itu menyenangkan menulis itu kenanagan yang dapat abadi dalam hidup yang abadi dalam kertas putih dan tinta. Menulis itu harus karna dengan menulis pula pikiran peka, pikiran tenang. Karna bagiku kertas dan tinta adalah sahabat sejati, yang sanggup menampung segala keluh kesah hidup ku. Maka dari situ ku ingin melukis dunia dengan tinta. Tinta merah, hitam ku.

Leave a Reply