Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Terimakasih Sahabatku

Halo! Namaku Eryka. Aku adalah anak yang termasuk pintar. Tapi aku nggak jago melukis. Padahal, aku pingin banget ikut lomba melukis. “Son, kamu enak ya, jago melukis.” Kataku kepada Sonya, sahabatku. “Lho,...

Nada Tanpa Re

Mataku terkatup. Aku melihat gelap. Pekatnya kurasakan. Seperti menyatu dengan asaku yang selalu hitam. Re biasa teman-teman memanggilku. Aku bukanlah nada Re yang menghiasi not-not lagu sehingga tampak indah. Atau nada Re...

Diary Sahabatku

Namaku Maya. Umurku 14 tahun saat ini. Aku terlahir dari keluarga sederhana. Hidup dalam bayang-bayang kematian akibat penyakit ganas yang saat ini tengah aku derita. Aku terkena penyakit Kanker Darah stadium 2A. Penyakitku...

Permen Cokelat Keberuntungan

“Huft.. Akhirnya..!!” kataku dalam hati sambil mengusap keringat yang mengucur deras dari wajahku. “Gimana Ta? lumayan bagus kan?” kata mamaku seraya melihat toko permen yang akan aku buka dengan mama mulai besok....

Hujan Dan Pelangi

Hujan baru saja berlalu. Ya, hujan. Sudah lama rupanya hujan tak turun di hatiku ini. Namun, jangan salah sangka dulu. Hujan yang ku maksud adalah segala permasalahan yang kulalui tadi. “Apa saja yang sedang kau pikirkan...

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

One Response to Sahabatku Takkan Kembali Lagi

  1. Iil ariefka 17 August, 2013 at 5:26 am | | Reply

    Menulis, menulis itu indah, menulis itu menyenangkan menulis itu kenanagan yang dapat abadi dalam hidup yang abadi dalam kertas putih dan tinta. Menulis itu harus karna dengan menulis pula pikiran peka, pikiran tenang. Karna bagiku kertas dan tinta adalah sahabat sejati, yang sanggup menampung segala keluh kesah hidup ku. Maka dari situ ku ingin melukis dunia dengan tinta. Tinta merah, hitam ku.

Leave a Reply