Sahabatku

Judul Cerpen Sahabatku
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 17 May 2013

Sekitar jam 12 malam, terdengar deringan handphone, kemudian di ambil handphone itu oleh tiara
“Hallo, siapa yah?”
“ini aku kak Nanda!”
“iya kak, ada apa malam-malam begini telfon?”
“Tiara, cepat datang ke rumah sakit sekarang. Ciella cari kamu!”
“ada apa dengan Ciella kak?”
“kata Ciella, ada sesuatu yang ingin Ciella bilang ke kamu”
“iya kak, Tiara ke sana sekarang!”
Lalu tiara bergegas keluar dari kamar dan langsung menuju rumah sakit tanpa berpamitan pada kedua orang tuanya, iya hanya meninggalkan surat di kamarnya.

Sesampainya di rumah sakit, Tiara langsung menuju kamar inap Ciella.
“Ciella! ada apa?”
“Tiara, maafin Ciella ya, malam-malam begini Ciella suruh Tiara datang ke rumah sakit. Ciella cuma mau bilang makasih sama Tiara. Selama sekitar 7 tahun ini Tiara sudah mau menjadi sahabat Ciella. Ciella bangga punya sahabat seperti Tiara.”
“Enggak papa Ciella, Tiara tak merasa terbebani kok! iya Tiara juga bangga punya sahabat seperti Ciella. Udah baik, cantik, cerdas, juga kuat menghadapi rintangan yang ada. Tiara bangga sama Ciella.”
“ahhh Tiara, bisa aja” chiella tersenyum manis
“Mamah!
“iya sayang, ada apa?”
“Mah, Ciella bangga bisa terlahir dari rahim mamah dan Ciella bangga bisa jadi anak mamah. Ciella minta maaf ya mah kalau Ciella sering Bikin mamah marah, tapi Ciella sayaaaang banget sama mamah.”
“iya Ciella sayang, mamah juga sayang banget sama Ciella” mamah mencium kening Ciella
“Kak Nda!”
“apa dek?”
“makasih ya kak, kakak udah selalu ada untuk Ciella, selalu ada saat Ciella butuh. Ceil sayang kak Nda.”
“kak Nda juga sayang banget sama Ciel” sambil mencium Ciella.
Ruangan itu kemudian hening. Suasana berubah menjadi haru. Mamah kemudian memeluk tubuh mungil chiella dan menciumi keningnya.

Malam ini benar-benar malam yang membahagiaakan untuk chiella. Dia bangga punya sahabat seperti Tiara yg sanat menyayanginya, dia juga bangga dengan kakaknya, kak Nanda yang begitu perhatian padanya dan jua dia bangga punya orang tua seperti mamahnya yang sudah merawat dan mendidik chiella hingga sebesar ini.
“Teante, Tiara mau izin ke kamar mandi dulu ya!” suara tiara memecahkan keheningan di ruang itu.
“iya Tiara. apa perlu di antar?” jawab mamah chiella lembut.
“enggak usah tante, Tiara sendiri saja.”
Tiara kemudian keluar dari kamar Ciella. Ia langsung menuju ke kamar mandi namun, belum sampai kamar mandi perasaan Tiara terasa tidak enak. Tiara langsung kembali de kamar Ciella. Sesampainya di depan kamar Ciella, Tiara melihat Mamah Ciella dan kak Nanda menangis.
“ada apa Tante, kenapa menangis? Ciella baik-baik saja kan?”
“Kamu yang tabah ya Tiara, kamu harus bisa merelakan Ciella pergi. Biarkan Ciella tenang di alam sana!”
“Apa?” tiara kaget bukan kepayang. Kemudian Tiara langsung melihat ke arah kamar Ciella. terlihat tubuh Ciella sudah tertutup dengan kain berwarna putih. Sungguh hati Tiara hancur bagai kepingan. Seorang sahabat yg dia sayang pergi dengan usia yg masih dini.

Chiella meninggal dikarenakan karena penyakitnya yang semakin lama semakin menggerogoti tubuhnya. Penyakit itu adalah penyakit kanker darah atau orang sering menyebutnya Leukimia.
Pertama saat chiella di vonis mengidap penyakit mematikan itu, dia benar-benar berasa tidak kuat untuk menjalaninya. Bahkan dia yang dulunya seorang gadis yang ceria, ramah, seru kini dia menjadi seorang gadis yang pendiam, cuek, dan sudah jarang kumpul-kumul lagi bersama teman-temannya. Namun setelah dia fikir-fikir, tidak ada gunanya dia seperti itu. Semua hanya akan membuatnya semakin lemah jika ia terus-terusan murung dan menjadi pendiam seperti itu.

Chiella memutuskan untuk terus berjuang menjalai hidunya ini hingga tiba saat ajal menjemputnya nanti. Semua teman-temannya juga tidak ada yang mengetahui tentang penyakitnya itu, bahkan Tiara sahabat dekatnya pun tidak pernah tau tentang itu. Tiara baru mengetahui bahwa cheilla mengidap penyakit itu karena di beri tahu kakak ciella, kak Nanda.

Keesokan harinya, saat pemakaman Ciella di langsungkan, Tiara hanya duduk terdiam di samping jenazah Ciella.
Sesampainya di makam, saat semua orang sudah pergi, Tiara masih ada di tempat itu. dalam hati dia berbisik “Oh Ciella! Sungguh kau memamng gadis yang kuat. Selamat jalan Sahabatku. Semoga kau tenang di alam sana. Sampai berjumpa suatu saat nanti sahabatku. Tidur yang nyenyak ya Ciella.”
kemudian Tiara berlalu pergi dari makam.

Sampai di rumah, Tiara teringat akan sesuatu yg pernah Ciella kasih buat Tiara saat Ciella masih ada di sini. Ciella pernah ngasih sebuah kado untuk Tiara dan Ciella juga pernah bilang, Tiara boleh membuka kadonya jika nanti Ciella sudah tak ada di dunia ini lagi. Kemudian Tiara membuka kado tersebut. Ternyata isinya adalah foto-foto Tiara dan Ciella saat dulu mereka berlibur ke luar kota. Dalam hati Tiara berucap kembali “Oh Ciella, tak akan pernah ku lupa akan kenangan-kenangan indah kita dulu. saat kita masih kecil hingga sekarang beranjak umur 17 tahun. aku sayang kamu Ciella, Selamat jalan Ciella” ucapnya sambil menutup kado kecil itu.

—=SELESAI=—

Cerpen Karangan: Ika Sulistyowati
Facebook: listya ika
maaf jika cerpenya kurang bagus karena saya baru belajar dan mohon kritik dan sarannya yang membangun agar saya bisa memperbaiki cerpen-cerpen saya selanjutnya.. terimakasih 🙂

Cerita Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mungkin Ini Saatnya

Oleh:
“Malam ini sungguh sunyi, aku hanya termenung dikamar dengan memegang sebuah pensil untuk mengisi Dairyku. Dairy yang berisi sebuah tulisan yang berarti bagiku. Situasi ini membuatku mengantuk dan aku

Sahabat Jadi Cinta

Oleh:
Aku mempunyai orang teman yang berinisial A dia adalah seorang cowok yang sangat tampan di kelas ku ya itu menurut ku tetapi entah apa menurut orang lain yang menilai

Perusak Mata

Oleh:
Halo namaku Ninda aku berumur 7 tahun. Aku main dan nonton televisi setiap hari. Walau orangtuaku sudah melarangnya, aku tetap saja cuek. Suatu hari ibu berkata “Jika kamu bermain

Kaset Penyemangat

Oleh:
Senin yang melelahkan, malas sekali rasanya beranjak dari kasur kesayanganku, tapi tentu itu ga akan mungkin! Hari Senin kan upacara, mana bisa aku lelet, bisa bisa aku kena marah

Ujung Dua Sahabat

Oleh:
Datang, duduk, diam itulah yang selalu ku kerjakan selagi pelajaran berlangsung, ku lirik lagi arloji yang melingkar di lenganku pukul 13.00 ku hela lagi napas dalam-dalam rasanya menunggu satu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *