Salah Paham

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 July 2015

Hari ke dua MOS smp aku datang terlambat tapi untungnya aku tidak dimarahi oleh kakak mosnya. Karena aku tidak tau aku masuk ke kelompok apa aku langsung bergabung dengan kelompok yang ada di dekatku yang sedang berbaris. Mosnya tidak terlalu ketat malah asik kakak-kakaknya asik dan lucu.

Ketika matahari sudah mulai terik, kami semua disuruh masuk ke kelas. Aku celingukan gak tau mau ke kelas yang mana. Untung ada seorang cowok yang datang ke arahku, kalian tau film Harry Potter gak? Dia mirip sama pemain utama Harry Potter. Dia pakai kacamata menambah kesan coolnya.

“Hai, kok gak masuk ke kelas?” tanya cowok itu sambil memamerkan senyum manisnya. Aku terpesona tapi aku segera sadar.
“Aku gak tau kelasku di mana” jawabku sambil berharap sekelas dengan cowok ini.
“Oh, namamu siapa? Nanti aku bantuin nyari” tawarnya
“Ayu Kornaliza” jawabku
“Oh kamu anak dari Jogja itu ya”
“Kok tau?”
“Kemarin dikasih tau kakak mosnya, kamu sekelas sama aku. Ayo ikutin aku”

Hari terakhir mos, para peserta mos ada yang disuruh nyanyi, joget, gombalin kakak kelas. Aku hanya duduk di pinggir lapangan melihat teman-temanku. Tiba-tiba mataku menangkap seorang yang ku kenal
“cowok itu kan cowok yang kemarin” kataku
“Oh kamu kenal sama Zayn ya” seseorang tiba-tiba duduk di sampingku dan aku hanya menatapnya keheranan. Sepertinya dia sadar kalau aku heran.
“Namaku Pebri, kamu siapa?”
“Ayu”
“Kok gak ikutan main games?”
“Males”
“Hm, gua kesana dulu ya”

Aku menatap Pebri berjalan ke lapangan. Aku ingin bergabung tapi aku masih merasa asing maklum aku anak baru dari Jogja. Sebenarnya aku gak mau pindah tapi pekerjaan dinas ayahku membuatku harus pindah juga.

Hari ini pembagian kelas, aku masuk kelas 7a. Aku bergegas ke kelas supaya dapat tempat duduk yang strategis. Sesampai di kelas senangnya hatiku saat melihat Zayn, ternyata kami sekelas. Ku langkahkan kakiku ke dalam kelas.
“Ayu, duduk sama gua aja” ajak Pebri
“Iya Peb” jawabku sambil menuju ke arah Pebri
“Kayanya ada yang bakal semangat terus ni soalnya sumber semangatnya sekelas sih” goda Pebri
“Gak kok peb” aku mencoba berbohong
“Udahlah gak apa apa kali kalo iya mah”
Sepertinya Zayn mendengarnya apalagi di kelas yang cowoknya baru ada Zayn saja. Zayn bersikap seolah-olah gak mendengarkan.

Sudah 4 bulan sejak hari pembagian kelas. Pebri tetap berusaha mendekatkan aku dengan Zayn. Sejujurnya aku malu tapi Pebri bilang “kalo kamu suka perjuangin donk, kalo gak maju terus gimana dia mau tau perasaanmu dan kenal kamu”
Awalnya malu tapi sekarang sudah gak, aku juga ingin berteman dengan Zayn. Tapi sikap Zayn sekarang berubah kemarin dia care tapi sekarang cuek.
‘Mungkin dia lagi ada masalah’ pikirku

Saat melewati taman sekolah, aku melihat sebuah pemandangan yang membuat hatiku seperti teriris-iris. Pebri berduaan dengan ZAYN! Hatiku bener-bener sakit dan kecewa. Zayn cuek sama aku tapi tidak sama Pebri. Mereka tertawa bahagia. Jujur aku jadi marah sama Pebri. Aku gak kuat melihat mereka lagi. Air mataku aku tahan agar tidak keluar.

Aku bergegas meninggalkan tempat ini. Pebri melihatku berlari, pebri memanggilku tak ku hiraukan. Aku gak mau melihat mereka.
“Kayanya Ayu salah paham ni Zayn” Cemas Pebri
“Yah gimana dong?” Zayn mulai khawatir
“Salah lu juga sih” Pebri pergi meninggalkan Zayn

“Hari ini Ayu gak masuk” kata Pebri saat ketemu Zayn di gerbang
“Gara-gara kemarin ya” Zayn keliatan sedih
“Lu kenapa cuekin dia sih! Kalo lo suka sama dia lu jangan kaya gini! Lo sama aja malah mainin dia!” Geram Pebri sambil berlalu
Zayn termenung mendengarkan kata-kata Pebri. ‘gua harus nemuin Ayu’ kata Zayn mantap

“Ayu ada Pebri nih. Ayo keluar” suruh mamanya
“Iya ma” sahut Ayu
“Eh ayu, lu sakit? Makanya gak masuk ya?” Tanya Pebri heboh
“Aku gak apa apa kok” kata Ayu
“Eh yu keluar bentar yuk” belum sempat dijawab Ayu tapi Pebri sudah menarik tangan Ayu.

Setiba di luar, ada seorang cowok membawa ratusan balon berwarna pink dan cowok itu adalah Zayn. Ayu bingung apa yang terjadi.
“Ada apa ini zayn?”
“Ayu, gue suka sama lu sejak mos yu. Gue pengen lu jadi bagian dalam hidup gue. Lu mau gak?”
“Stress ya lu? lu sama Pebri kan pacaran!”
“Gak yu” pebri bersuara
“Iya yu. Lu udah salah paham. Gue sama Pebri gak ada hubungan spesial yu. Gue sama Pebri sepupu yu. Gak mungkin lah kita pacaran.”
“Lu serius?”
“I’m really baby” jawab Zayn lantang dan Ayu mengangguk.
“Ayu tulis permohonan lu di kertas ini” Zayn menyodorkan secarik kertas dan pulpen. Ayu menulis dengan cepat.
“Nih” Kertas itu direkatkan dengan balon, sekilas Zayn melihat permohonan Ayu.
“Longlast with him ;)”

Balonnya di lepaskan dan terbang tinggi setinggi harapan Ayu. Kini mereka bersama dan tidak ada orang yang dapat memisahkan mereka karena mereka selengket surat dan prangko.

END

Cerpen Karangan: Mia Adelwes
Facebook: Mia Adhelwes

Cerpen Salah Paham merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jatuh Cinta Setiap Bertemu

Oleh:
Aku terbangun di hari Senin yang cerah. Secepat kilat aku berlari menuju kamar mandi setelah membereskan tempat tidur. Selepas itu lantas mengenakan seragam dengan bangganya. Seulas senyuman terukir di

Bagian Dari Kejutan

Oleh:
Aku sheryl, gadis yang masih mengenakan seragam SMA. Hari ini adalah salah satu hari terbaik bagiku. 23 tahun yang lalu seorang gadis terlahir di dunia. Aku baru sadar hari

Memecahkan Misteri (Part 2)

Oleh:
Lanel, si murid baru nan misterius, mengalahkan kehebatan semua orang pandai di kelasku. Itu membuat kami curiga lalu kami mulai melakukan penyelidikan. Dan kami temukan antena, dua buah baterai

Hari Terakhir

Oleh:
Pagi itu aku berangkat sekolah dengan gembira, sampai di sekolah entah mengapa saat aku melihat sahabatku hatiku merasa kesal, tiba tiba reza musuh bebuyutanku itu menghampiriku sambil berkata “mereka

Rafa

Oleh:
Rafa, laki-laki tampan, baik, dan mapan. Dialah laki-laki terakhir didurasi waktuku. Hari itu, ayah salah seorang temanku meninggal dan sorenya hendak dimakamkan. Aku dan teman perempuanku di ajak oleh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Salah Paham”

  1. Mantap Banget Cerpennya Teruslah Berkarya. SHIP!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *