Salah Paham

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 March 2019

Cinta, Reza dan Angel adalah sahabat yang sangat dekat. Mereka bersahabat sudah 4 tahun lamanya. Pada suatu hari, terjadi kesalah pahaman diantara mereka.
Pagi itu, Bu Sinta Guru kelas Cinta dan Angel akan mengumpulkan tugas yang diberikan minggu lalu. Angel megambil ranselnya lalu mencari buku tugasnya, ia mengeluarkan semua buku yang berada di dalam tasnya untuk mencari buku tugasnya. Tapi, hasilnya nihil. Ia tak mendapatkan buku yang ia cari. Akhirnya Angel bertanya kepada teman sebangkunya, Cinta.

“Cinta, apa kamu melihat buku tugasku?” Tanya Angel pada Cinta agak mengecilkan suaranya sedangkan Cinta tak menjawab pertanyaan Angel

Cinta hanya diam, tak menjawab pertanyaan Angel. Tak lama setelah itu, kini giliran Angel dan Cinta-lah yang memberikan buku tugasnya pada Bu Sinta. Cinta sudah memberikan buku tugasnya pada Bu Sinta sedangkan Angel hanya diam sambil menundukkan kepalanya.

“Angel Carissa, mana tugasmu?” Tanya Bu Sinta pada Angel dengan nada tegas
“m…ma…af Bu, b-buku tugas saya hi-lang Bu” ucap Angel pada Bu Sinta dengan nada terbata-bata karena takut akan dimarahi Bu Sinta, dan Benar! Angel dimarahi oleh Bu Sinta
“Hilang? Jangan beralasan Angel, Bilang saja kalau kau tak mengerjakannya!” ucap Bu Sinta pada Angel dengan agak membentak dan nada suaranya agak keras. Mendengar perkataan Bu Sinta, Angel hanya bisa menundukkan kepalanya dan minta maaf lagi kepada Ibu Sinta
“ma-afkan saya bu, tapi buku tugas saya memang hilang” jawab Angel, sedangkan Bu Sinta hanya berdecih lalu menuju kemeja siswa yang berada di belakang tempat duduk Angel dan Cinta.

Jam istirahat tiba, ketiga sahabat yang tak lain adalah Angel, Reza dan Cinta kini sedang berjalan melalui koridor menuju kantin. Suasana diantara mereka begitu hening, hanya suara siswa lain yang berada di koridor sekolah selain mereka bertiga-lah yang memenuhi koridor itu.
Reza bingung dengan kedua sahabatnya yang kini hanya saling diam. Saat Reza menuju kekelas Angel dan Cinta untuk mengajak mereka pergi ke kantin, mereka hanya diam saja. Biasanya, mereka berdualah yang sangat cerewet terlebih lagi Angel. Dia sangat cerewet. Ada apa ini? Kenapa mereka saling diam? Apa mereka sedang bertengkar? Fikir Reza

“Hey! Ada apa dengan kalian?” Tanya Reza kepada mereka, Reza tak tau apa yang terjadi dengan kedua sahabatnya ini. Angel dan Cinta tak menjawab pertanyaan dari Reza
“Hello! Apa kalian mendengarkanku?!” Panggil Reza lagi pada mereka, mereka tetap saja tidak merespon Reza. “Kenapa dengan kalian? Apa kalian bertengkar? Hey! Bukankah kita sudah berteman sejak lama?” Tanya Reza yang kini rasa penasarannya bertambah, apa yang terjadi dengan kedua sahabatnya ini? Fikir Reza. Akhirnya, setelah 3menit hening, Angel membuka suara
“Aku dimarahi oleh Bu Sinta karena…” Angel menjeda perkataanya, Reza mengangkat alis sebelah kirinya mengisyaratkan ‘kenapa?’. “karena aku tak mengumpulkan tugasnya” Lanjut Angel dengan raut wajah lesu, tatapannya tetap menatap kedepan.
“tak mengumpulkannya? Kenapa?” Tanya Reza bingung, Angel adalah orang yang sangat rajin. Ia selalu memngerjakan tugasnya, dan ia selalu memberikan tugas tepat waktu.
“Buku tugasku hilang, entah kemana” jawab Angel ketus. “aku tadi bertanya pada Cinta tapi ia tak menjawabku!” jawab Angel ketus sambil melempar tatapan sinis pada Cinta, Cinta yang merasa namanya disebut-sebut akhirnya angkat bicara.
“Hey! Kenapa kau membawa-bawa namaku?!” Tanya Cinta dengan nada Sewot tak lupa membalas tatapan sinis dari Angel
“memang benar bukan? Jangan-jangan, kau yang mengambil buku tugasku!” tuduh Angel pada Cinta sambil menunjuk Cinta dengan jari telunjuknya. Reza kaget dengan tangan Angel yang kini berada dihadapannya, didepan wajahnya. Benar, Reza posisinya kini berada ditengah-tengah Angel dan Cinta.
“HEY! Seenaknya saja kau menuduhku! Aku tak mengambil bukumu Angel!” jawab Cinta nyolot, dan tak lupa Cinta menunjuk Angel balik dengan jari telunjuk tangan kanannya. Reza bingung, bagaimana ini? Kini ia berada ditengah-tengah antara kedua orang yang sedang bertengkar. Tak lupa juga kedua tangan yang jari telunjuknya saling menunjuk berlawanan arah
“STOP! Hei! Sudahlah! Kalian ini sudah kelas 1 Sekolah menengah pertama, dan sifat kalian seperti ini?” Ucap Reza menikkan nada suaranya sambil menepis tangan kedua sahabatnya yang saling menunjuk tadi, Angel dan Cinta hanya membalikkan badan mereka membelakangi Reza.
“kalian benar-benar seperti anak kecil! Ini hanya masalah sepele!” Reza kini emosi, bagaimana tidak? Kedua teman ceweknya sedang adu mulut di depan wajahnya.
“TERSERAH REZA! TERSERAH!!! TERSERAH SEKARANG LO MAU NGEBELAIN GUE ATAU DIA!!” bentak Angel pada Reza tak lupa memainkan jari telunjuknya dan memelototkan matanya. Angelpun meninggalkan kedua sahabatnya yang kini hanya berdiam diri ditengah koridor.

Hening.
Sepeninggalan Angel, Reza dan Cinta tetap diam dan tak mengeluarkan kata-kata.

“Cin, udahlah. Mungkin Angel salah paham” bujuk Reza pada Cinta
“tapi Rez, dia nuduh gue!” Bentak Cinta, Cinta tak bisa membendung air matanya lagi. Ini pertama kalinya, ia berkelahi dengan Angel, sahabatnya yang udah dia anggap seperti saudara.
“tenanglah Cin” Reza menenangkan Cinta yang kini sedang menangis, tak lupa dia mengusap pundak Cinta dengan lembut. “ini semua hanya salah paham cin” ucap Reza lagi.
“gue… gue… hikss… gue nggak denger dia nanya ke gue soal buku tugasnya itu. Gue sama sekali gak denger Reza apa yang Angel bilang.. hikss” ucap Cinta dengan isakan tangis ditengah-tengah ucapannya.
“hm, kita tunggu besok aja buat nyelesain semua masalah ini. Biarin Angel tenang dulu” ucap Reza sambil tersenyum kecil. Reza merogoh saku celananya dan mengeluarkan sapu tangan yang berwarna biru dan memberikan sapu tangan itu pada Cinta, kemudian meninggalkan Cinta sendirian ditengah koridor itu.

Koridor itu kini sepi, hanyalah Cinta yang berada dikoridor ini. 5 menit lagi bel masuk akan dibunyikan, jadi koridor itu sepi. Cinta menyandarkan badannya didinding koridor itu, ia masih menangis.
“kenapa jadi gini? Kenapa Angel nuduh gue? Kenapa coba, gue harus berantem sama orang yang udah gue anggap saudara sendiri? Apa gue salah? Salah gue apaa?” batin Cinta.

Keesokan Paginya
Masih dengan keadaan yang sama seperti kemarin, Angel dan Cinta hanya saling diam-mendiami. Tempat duduk Angel kini pindah di tempat duduk paling belakang. Angel menukar tempat duduknya dengan Lani, Lani adalah orang yang menduduki tempat paling belakang itu. Kini, Cinta duduk bersama Lani.

Bel yang menunjukkan jam istirahatpun tiba. Para siswa berhamburan keluar kelas untuk mengisi perut mereka yang sudah kosong ataupun berlari menuju toilet. Di kelas hanya tersisa Angel, Cinta dan Reza.
Keadaanpun masih sama, Hening diantara mereka bertiga. Reza benar-benar tak tahu harus berbuat apa, karena sedari tadi ia sudah membujuk kedua sahabatnya yang sedang bertengkar ini agar berbaikan tetapi tetap saja.

“ayolahh.. apa kalian akan terus bertengkar seperti ini?” Reza kesal dengna kedua sahabatnya yang tak kunjung baikkan ini. “aisshhh..”
“Angel, gue udah bilang kalau gue nggak ngambil buku lo. Lagian, buat apa coba gue ngambil buku lo??” Tanya Cinta lembut dengan sedikit tekanan dikata ‘gue-nggak-ngambil-buku-lo’
“cihh, bilang saja kalau lo iri sama gue!” Angel berdecih lalu menatap sinis Cinta
“u-“ baru saja Cinta ingin membantah apa yang dikatakan Angel, perkataannya terpotong karena Reza yang langsung menyuruh mereka diam daripada bertengkar didepannya seperti ini.
“sudah, sudah sudahh!!! Apa kalian ingin bertengkar lagi? Tidakkah kalian lelah? Tidakkah kalian merasa kesepian jika kita tak berkumpul bersama? Kalian beda! Kalian berubah! Kalian udah nggak seperti dulu! Dulu, bukankah kita berjanji untuk terus bersama? Walaupun masalah datang menghampiri kita, kita tetap bersama! Tak terpisahkan! Tapi, sekarang apa yang teradi dengan kalian? Kalian bertengkar cuman gegara masalah sepele” ucap Reza pada kedua sahabatna dengan emosi yang meluap, Reza mengulang masa-masa akrab mereka yang bertahun-tahun lalu.
“masalah sepele katamu? Tidakkah kau fikir Reza? Buku tugaskku yang hilang! Buku tugas matematikaku! Kau tau bukan? bahwa aku ingin membanggakan orangtuaku bahwa nilai matematikaku bagus dan nilai matematika-kulah yang paling tertinggi. Almarhum ayahku menyuruhku belajar dengan baik, dan ia mengatakan… aku harus membanggakan dia dan ibuku, aku harus memperlihatkan pada mereka bahwa aku bisa mencapai nilai matematika sebagus mungkin… ia mengatakan itu… hiks, sebelum ia pergi dariku, se- sebelum… hiksss” Angel tak bisa melanjutkan perkataannya, ia terus menangis mengingat moment-moment indahnya bersama ayah tercintanya yang kini telah tiada. Cinta langsung memeluk sahabatnya yang kini tengah menangis itu.
Cinta memeluk Angel dengan erat, Cinta memberikan kehangatan pada Angel melewati pelukan itu. Sedangkan Reza? Dia diam di tempatnya melihat kedua sahabatnya. Angel merontak agar Cinta melepaskan pelukannya
“lepasin gue Cin! Lepasin!” Angel memberontak didalam pelukan Cinta, ia terus menggoyang badannya kekanan dan kekiri agar Cinta bisa melepaskan pelukannya.
“nggak Ngel! Gue nggak bakal lepasin lo! Kita ini sahabat, maafin gue Ngel! Maaf~” Cinta mempererat pelukannya, Cinta juga ikut menangis. “gue tau gue salah ngel, maafin gue. Gue gak denger pas lo nanya ke gue soal buku tugas lo! Gue berani sumpah Ngel, hiksss…” lanjut Cinta, Cinta dan Angel kini tenggelam di pelukan itu. Pelukan yang membuat mereka sendiri nyaman.

“hikss… hikss” isak Angel. “Gue nggak mau ngecewain orangtua gue Ta, apalagi ayah gue. Gue nggak mau dia kecewa disana!” ucap Angel didalam pelukan Cinta
“iya, gue tau Ngel, gue tau… maafin gue Ngel. Maaf…” Cinta meminta maaf pada Angel untuk yang kesekian kalinya.
10menit setelah kedua sahabat itu berpelukan akhirnya mereka melepas pelukan hangat mereka. Lagi, lagi dan lagi mereka tetap diam.

“jadi gimana? Kalian udah baikan belum?” goda Reza lalu memperlihatkan gigi kelincinya, sedangkan kedua sahabatnya itu tersenyum malu.
“cieee yang udah baikan, sini dong peluk” ucap Reza sambil merentangkan kedua tangannya meminta untuk dipeluk, sedangkan kedua sahabatnya tertawa.
“eitt! Lo laki-laki Reza” ucap Anggel sambil mengarahkan telapak tangannya pada Reza
“lah, kalo laki-laki emang nggak bisa pelukan sama sahabat gitu” Reza mempoutkan bibirnya layak anak kecil yang merajuk karena nggak dibelikan es cream sama ibunya.
“hahahahaha” Cinta dan Angel hanya tertawa karena sifat Reza yang bisa dibilang agak kekanak-kanakan. “baiklah, sebagai teman yang baik” ucap Cinta tak lupa tertawa, Angel pun ikut tertawa.
“uuhhh, baiklah. Cini cini dedek Eza, Cini cintaakuu” Angel mempraktekkan gaya bicaranya seperti debay.
Mereka bertigapun berpelukan layaknya teletubbies. Merekapun melepaskan pelukan persahabatan yang sangat hangat itu.

“sekali lagi, maaf cin. Gue udah nuduh lo” ucap Angel kemudian mengubah raut muka yang tadinya bahagia menjadi sedih, dia merasa bersalah karena udah nuduh sahabat yang kayak saudaranya itu.
“udah, lo nggak perlu minta maaf. Justru gue yang minta maaf, sama lo. Disaat lo nanya ke gue, gue nggak ngejawab lo” balas Cinta.
“udah deh! Nggak usah pada minta maaf kek gitu, emang ini udah lebaran yah?” Reza mencoba mencairkan suasana lagi yang udah mulai membeku. “Oh ya! Untuk buku tugas Angel yang hilang… gue nemuin buku tugas lo di perpustakaan” lanjut Reza sambil memperlihatkan buku catatan pada mereka
“astaga! Gue lupaa! Gue ngerjain tugas itu di perpustakaan” ucap Angel sambil menepuk jidatnya, dia sangat merasa bersalah. “astaga, maaf Cinta. Gue nggak bermaksud bu-“ lanjut Angel
“udah.. nggak apa-apa. nggak perlu minta maaf lagi okay?” ucap Cinta merangkul Angel, Angel pun menganggukkan kepalanya.

“oh ya Rez, lo nemuin buku ini kapan?” Angel bertanya kepada Reza, Reza memperlihatkan gigi kelincinya lagi lalu berjalan mundur. Angel dan Cinta heran kenapa Reza mundur?, mereka saling bertukar pandang.
“emm.. sebenarnya… sebenarnya gue nemuin buku itu pas kemarin, setelah gue ninggalin Cinta di koridor gue nemuin buku tugas lo di atas meja perpus hehe” Reza nyengir lalu berlari meninggalkan kedua sahabat ceweknya itu.
“Rezaaa!!” teriak Angel dan Cinta bersamaan, merekapun mengejar Reza mengelilingi lapangan, kantin, perpustakaan dan akhirnya kembali ke kelas. Akhirnya Reza nyerah karena udah capek, ditambah kini Angel dan Cinta telah mengepungnya.

“oke! oke! gue nyerah” Reza pun mengangkat kedua tangannya ke atas dengan arti ‘gue nyerah’
“bagusnya diapain-ya?” ucap Cinta sambil menopang wajahnya dengan tangan kirinya sambil mikir.
“nah gue tau! Cin, sini deh” Angel mendapatkan ide lalu membisikkan sesuatu pada Cinta.
“oke, boleh juga tuh” Cinta menganggukkan kepalanya, ia dan Angel memperlihatkan senyum yang artinya susah ditebak. Reza takut, apa yang akan dilakukan kedua sahabatnya ini padanya?
“nggak susah kok rez, cuman bayarin jajan gue sama Cinta selama seminggu kok” ucap Anggel lalu memperlihatkan giginya.
“hah? Seminggu? Nggak salah? Kurangin deh jadi 3 harii~” tawar Reza sambil memperlihatkan wajah imutnya, tak lupa juga ia memainkan matana. Anggel dan Cinta menggeleng-gelengkan kepala mereka secara bersamaan.
“nggak bisa!” tolak Cinta. “lo nggak mau? Kalau gitu kerjain tugas kita selama sebulan aja deh ya?” Cinta menawar balik pada Reza
“ogah ahh, bisa bisa pecah nanti kepala gue. Oke deh, jajan selama seminggu aja ya? Pokoknya nggak lebih dari 25 ribu selama sehari!” jawab Reza dengan penekanan pada penyebutan harga itu.
“hmm, baiklah” ucap Angel. “ahhh, peluk cini peluk cin” rengek Angel pada Cinta, Cinta hanya terkekeh melihat sahabatnya merengek minta untuk dipeluk. Cinta pun memeluk sahabatnya, mereka hampir tak sadar bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka.

“ekhm. Gue dilupain nih?” ucap Reza sambil melipat kedua tangan lalu diletakkan didadanya.
“hehehe, ya udah” Angel pun meraih tangan Reza untuk bergabung dengan mereka.
“Janji yah! Sampai kapanpun, kita tetep sama-sama. Nggak ada yang namanya musuhan! Janji?” Reza mengucapkan Janji itu pada mereka dan disambut anggukan mantap dari sahabat-sahabatnya tersebut.
“Janji!” ucap Angel dan Cinta secara bersamaan
“Dan kita akan selalu bersama” –Cinta
“Ingat! Bukan Lo atau Gue ataupun Aku Kamu, Tapi KITA!!!” –Angel
“Percayalah, bukan pengkhianatan yang akan mengakhirkan kita, namun pertemanan abadi yang akan menemani kita hingga akhir hayat” -Reza

TAMAT

Sekian, dan Terima kasih.
NURUL FADILLA HARUN

Cerpen Karangan: Nurul Fadilla Harun
Facebook: facebook.com/nrlfdla

Cerpen Salah Paham merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kotak Pensil Misterius

Oleh:
Tavita meninggal. Gadis ramah berambut kepang satu itu tak dapat bertahan dari penyakit thalasemia yang dideritanya. Teman teman sekelasnya di SD Pelita sedih. Tavita alias Tavita Maharani, memang terkenal

Terima Kasih Sahabatku

Oleh:
MP3 playerku masih setia menemaniku hingga senja tiba. Lagu-lagu favoritku dan dia terus terputar di playlist yang telah ku buat. Membuat ku semakin tenggelam dalam kenangan saat masih bersamanya.

Misteri

Oleh:
Aku adalah seorang siswa SMA kelas satu. Tidak, lebih tepatnya bukan siswi. Hanya seorang penggila ilmu pengetahuan. Aku selalu tertarik dengan segalanya yang berkaitan tentang fenomena dunia ini. Aneh,

Bumi Pertiwi (Part 1)

Oleh:
Penatnya Jakarta siang ini tak lantas membuat empat anak manusia yang dijuluki empat serangkai ini untuk berhenti menyelusuri hampir seluruh tempat yang ada di Jakarta. Saling bersahutannya suara klakson

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *