Sandwich Queen

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 28 October 2016

Lagi. Sandwich itu sudah berada di atas meja Ryan sebelum pemiliknya datang. Sudah dua bulan sandwich-sandwich itu terus berdatangan tanpa ada yang tahu siapa pengirimnya. Awalnya Ryan enggan memakan sandwich itu karena ia takut makanan tersebut tidak aman dan beracun. Ya walapun Ryan bukan siapa-siapa, siapa yang tahu kalau ternyata Ryan memiliki haters yang ingin meracuninya. Tapi kebiasaan Ryan yang tidak pernah sarapan membuatnya terpaksa memakan roti berisikan daging dan sawi tersebut. Tidak ada salahnya juga memakan roti itu karena ternyata rasanya enak, tidak beracun, dan yang paling penting adalah gratis.

Selama dua bulan Ryan masih belum tahu siapa pengirim sarapannya. Ia sudah menanyakan kepada semua teman sekelas dan pramubakti kelasnya tetapi tidak ada satu pun yang tahu. Satu-satunya ‘tersangka’ yang ia kira mau melakukan hal tersebut adalah Lita, salah satu teman sekelasnya yang kata orang telah lama suka dengan Ryan. Ryan bukanlah lelaki yang populer, tampan, atau pun juara kelas, oleh karena itu tidak banyak perempuan yang menganguminya. Bahkan bisa dibilang ya hanya Lita saja.

Merasa kebaikan Lita tersebut, Ryan pun lama-kelamaan mulai tertarik dan ingin mendekatinya. Sebelumnya, Ryan konsultasi terlebih dahulu kepada sahabat kesayangannya, Sani. Sani adalah teman sekelas Ryan yang semenjak awal masuk SMA telah dekat dengannya. Sani merupakan perempuan yang ceria, lucu dan bisa dibilang paling mengerti Ryan. Oleh karena itu, Ryan sangat betah dan menyayangi sahabatnya tersebut.

“San, mungkin nggak sih yang ngasih sandwich ke aku tiap pagi tuh si Lita? Abisnya kan cuma dia yang kata orang-orang suka sama aku,” tanya Ryan.
“Hahaha jadi selama dua bulan ini kamu belum tahu siapa pengirimnya? Ya bisa aja sih, abis siapa lagi coba yang mau repot-repot bikinin kamu sandwich dan naruh di meja kamu tiap pagi?” jawab Sani.
“Ya iya sih. Eh tapi bisa aja kamu. Eh nggak mungkin deng, kamu masak air aja kan gosong.”
“Gak perlu pake ngeledek bisa?” ucap Sani jengkel.

Ryan pun akhirnya memberi tahu Sani tentang rencananya mendekati Lita. Sani terlihat ragu pada awalnya namun tetap saja pada akhirnya ia selalu mendukung Ryan. Pendekatan yang dilakukan Ryan berjalan dengan mulus karena ternyata memang benar Lita menyukai Ryan sejak beberapa bulan lalu. Hal itu ia ketahui dari respon-respon yang diberikan Lita saat Ryan menggodanya. Tentu saja gombalan-gombalan tersebut adalah hasil bantuan dari Sani. Ryan tidak akan bisa seberhasil ini jika tidak dengan bantuan sahabatnya tersebut.

Beberapa minggu kemudian Ryan memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya kepada Lita. Namun ia ingin memastikan satu hal terlebih dahulu. Apakah benar selama ini Lita yang selalu membuatkannya sandwich.
“Lita, aku mau nanya sesuatu dong sama kamu.” Ucap Ryan gugup.
“Nanya apa, Yan? Tanya aja langsung, nggak biasanya kamu kaya gini.” Jawab Lita bingung.
“Selama ini kan selalu ada sandwich yang nongkrong di mejaku sebelum aku datang ke kelas. Apa… benar kalau… kamu yang bikin sandwich itu?” tanya Ryan dengan hati-hati.
Lita sedikit terkejut. “Hmm… Iya, Yan.”
“Jadi bener selama ini kamu yang bikinin?” tanya Ryan girang.
“Hehe iya.” Jawab Lita tersipu malu.
“Ya udah kalau gitu. Ada yang mau aku ungkapin. Jadi selama ini, aku sayang sama kamu, Lit. Orang yang diam-diam sangat perhatian sama aku. Kamu mau nggak jadi pacar aku?”
“Kamu… serius? Aku juga sayang sama kamu dari lama, Yan. Akhirnya kamu nembak aku juga ya hehe. Pastinya aku mau.”

Akhirnya Ryan pun mengetahui siapa dalang di balik sarapannya setiap pagi. Ia pun sangat senang mengetahui bahwa pembuat sandwich tersebut kini menjadi kekasihnya. Namun, di balik pintu ruang kelas berdiri lemas sang sandwich queen sesungguhnya. Andai kamu tahu siapa pembuat sandwich kamu yang sebenarnya, Yan, bisik Sani dalam hati.

Cerpen Karangan: Agnes Listyo Rini
Blog: agneslst.blogspot.com

Cerpen Sandwich Queen merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Yume Ni Azukete

Oleh:
Langit yang terbiaskan menjadi keunguan. Seorang gadis berdiri di balik tirai jendela kamar atas tanpa beranda. Melihat, tidak, tepatnya mengintip ke luar. Ke sebuah jalan besar yang berada tepat

Saat Kau Pergi

Oleh:
Aku Mengagumimu lewat mimpi.. Aku memandangmu lewat puisi.. Kala perasaanku melebur bersama asa.. Di dalam hujan ini aku terperangkap.. Hujan yang turun seakan tahu isi hatiku.. Bagaikan bulan yang

Cinta Tak Sampai

Oleh:
“Woy! Lagi ngapain lo?” aku terkejut dengan kedatangan Sari di belakang dengan mengagetkanku. Aku sontak langsung teriak, karena hal itu sudah terbiasa jika ada suara yang sedikit keras aku

Pak Guru, I Love You

Oleh:
Risa membenamkan kepalanya ke dalam lipatan tangannya yang menumpuk di atas meja belajar di kelas Xa. Hari ini merupakan hari pertama Risa mengenakan seragam abu-abu setelah 1 minggu melaksanakan

Cinta Tak Tersampaikan

Oleh:
Cinta tak harus memiliki. Yups, inilah kisah cintaku yang ingin aku ceritakan. Tapi aku sama sekali tak percaya pada kata-kata itu, karena menurutku yang namanya cinta itu harus memiliki.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *