Sasha Forever

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 18 August 2013

Perkenalkan namaku Sakira Awalia. Duduk di kelas 5 A. Biasa di panggil Sakira. “Anak-anak! Minggu depan akan ada kegiatan lomba untuk kelas 5. Kategori lombanya ada membaca puisi, menyanyi, dan fashion. Jika ingin daftar, hubungi Bu Nira di perpustakaan! Daftar paling lambat tanggal 7 Januari!” kata Bu Bariyah. Wah, Sakira tenyata mau ikut lomba menyanyi. Dia menyanyi apa ya? Bel istirahat tiba. Tiba-tiba datang Shafna. “Sakira, kamu ikut lomba gak? Aku mau ikut lomba fashion aja,” kata Shafna. Oh, iya, Shafna memang ahli dalam bidang fashion. “Hm… Aku ikut lomba menyanyi. Tapi nyanyi apa ya?” Tanya Sakira pelan. “Nyanyi lagu yang kamu suka aja. Tapi ingat yang islami,” kata Shafna. Sakira dan Shafna memang sekolah di MI. Al-Khairiyah. “Aaah… Aku nyanyi lagu ‘Ibu’ yang bandnya Sakha ah…” Ucap Sakira dengan semangat. Teng! Teng! Bel pulang berbunyi. Sakira dijemput oleh mobil jemputannya. Sedangkan Shafna, dijemput oleh ayahnya.

Saat sampai di rumah…
“Assalamu’alaikum!!! Bu…” Teriak Sakira. “Wa’alaikumsalam. Eh Anak ibu sudah pulang,” jawab ibunya Sakira. “Bu, minggu depan aku mau ikutan lomba menyanyi,” ucap Sakira dengan girang. “Oh, iya? Wah… Anak ibu pinter banget!” ucap ibu Sakira dengan bangga. Sakira masuk ke kamar. Dia menaruh tas, kerudung, baju, rok, kaos kaki, dan sepatu di tempatnya masing-masing. Dia langsung tiduran di kasur dan membawa secarik kertas yan berisi lirik lagu “Ibu”. Dia Latihan dengan rajin mau tahu liriknya? Silahkan…

Sebening tetesan embun pagi
Secerah sinarnya mentari
Bila ku tatap wajahmu ibu
Ada kehangatan di dalam hatiku
air wudhu selalu membasahimu
Ayat suci selalu dikumandangkan
Suara lembut penuh keluh dan kesah
Berdoa untuk putra putrinya

Reff:
Oh ibuku engkaulah wanita
Yang ku cinta selama hidupku
Maafkan anakmu bila ada salah
Pengorbananmu tanpa balas jasa

Ya Allah ampuni dosanya
Sayangilah seperti menyayangiku
Berilah ia kebahagiaan
Di dunia juga di akhirat…

Nah, gimana? Sudah lihat, kan? Beberapa menit kemudian Sakira tertidur pulas. “Sakira! Hey, ayo bangun sudah jam 16.00 tuh!” Teriak ibu. “Hooaaammmsss… Iya bu!!!” teriak Sakira. Dia hanya tidur sejam.

Seminggu kemudian…
“Yang ikut lomba diharapkan ke aula!” teriak Bu Nira. Sakira dan Shafna langsung menuju aula.
Perlombaan dimulai…
Sakira menyanyi dengan suaranya yang khas dan indah. Sedangkan Shafna memiliki gaya yang khas. Shafna kelihatan cantik sekali.

Sejam kemudian…
“Bu guru akan memberitahukan juara 1-3 lomba fashion. Juara ketiga lomba fashion adalah.. Nina… Beri tepuk tangan untuknya. Juara kedua lomba fashion adalah… Fani… beri tepuk tangan untuknya Dan juara pertama lomba fashion adalah… Shafna… Beri tepuk tangan untuknya” Teriak bu guru dengan mic. Shafna terlonjak girang. Dia mendapatkan 1 buah piala bertuliskan ‘Lomba Fashion’, 1 buah bingkisan besar, dan uang sebesar 5 juta Rupiah. “Sekarang ibu akan mengumumkan juara 1-3 lomba bernyanyi,” ucap Bu Nira dengan mic. “Juara ketiga adalah… Ifa… Beri tepuk tangan untuknya. Juara kedua adalah… Ina… beri tepuk tangan untuknya. Dan juara pertama adalah…” bu Nira sengaja memberhentikan ucapannya. Hati Sakira deg-degan. “Sakira… Beri tepuk tangan untuknya…” Sakira terlonjak girang. Dia mendapatkan hadiah yang sama seperti Shafna. Yang beda hanya kata-kata ‘Lomba Bernyanyi’. “Kita samaan Shaf” ucapku. “Iya, ya. Selamat ya Sakira,” ucap Shafna. ” Selamat juga Shafna” Ucapku berkebalikan. Akhirnya mereka berdua menjadi sahabat. Motto mereka adaalah “Sasha Forefer. Ever, Ever, End Forever,” kejadian itu takkan terlupakan baginya

Cerpen Karangan: Sarah Sabila
Facebook : Sakura Classy

Cerpen Sasha Forever merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Mencintaimu Sahabatku

Oleh:
“edo..” panggil seseorang dari kejauhan Dan gue tahu dan gue kenal suara itu, dia sahabat gue laila tapi panggilannya lala, gue udah sahabatan lama sama lala dari SD, lala

Bukan Selamat Tinggal Eva

Oleh:
“Pek, pek, pek” itulah bunyi air yang sedari tadi menjadi permainan kita, melempar air ke tubuh kita sehingga basah kuyup disertai tawa yang terbahak bahak sampai-sampai kepalaku pusing dan

Hanya Sebuah Kenangan

Oleh:
Hujan turun dengan derasnya, angin kencang berhasil membuat ranting-ranting pohon mengikuti alunan arah angin yang membawanya. Aku memasukan tangan ke dalam almamater, menggigit bibir, hembusan angin dan sedikit percikan

The Flower of War (Part 2)

Oleh:
Rabu, 21 November 2018 Anya bangun dari tidurnya dengan malas. Kesiangan pula. Membuat Mamanya marah-marah. “Anyaaaa! Kenapa bangun siang lagi? Kasihan Papamu setiap hari harus telat karena kamu. Udah

Makanan Sisa Yang Mendendam

Oleh:
Hai, nama panjangku Amira Putri Calista. Kalian bisa memanggilku Amira. Aku punya satu kebiasan buruk yaitu tidak menghabiskan makananku. Biasanya aku tidak memakan brokoli, wortel dan juga sayuran lainnya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sasha Forever”

  1. Pramesthi says:

    bagus, deh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *