Satu Hari Olafpany

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 25 July 2016

“Ayo Laf!! lebih cepet yaelah!” Seru Pany, perempuan seusia Olaf. “Gue capek, Pany. hosh hosh.” Olaf menghela nafas panjang. “Baru seperempat alun-alun tau!” Jitakan Pany tepat sasaran bung! tepat di dahi lebarnya Olaf. Pagi ini rencananya Olaf jogging buat diet. Apakah Pany harus menyewa anjing terlebih dahulu? supaya diet Olaf berhasil?

“Pan. Hausss.” Olaf mengelus tenggorokannya yang mungkin sudah terjadi bencana kekeringan. Pany yang tak tega berbuat baik kepada Olaf yaitu membelikannya teh hangat.
“Kenapa teh hangat sih?!!” Olaf tak mau memegang gelas teh hangat itu yang mungkin mengandung zat anget. “Pagi-pagi gak ada es.” Jawab Pany santai. Mau gak mau Olaf meminum teh hangat itu penuh hati-hati dan perlahan.

“Ntar sore ada jumpa fans Kim Seo Nam! ikut yuk?!!” Ajak Pany menongolkan kepalanya di depan meja belajar Olaf. Olaf yang sudah terbiasa hanya menatap datar sahabatnya. “Gimana ya?!” Goda Olaf.
“Bentar gue mau ambil jemuran gue di teras.” Olaf meninggalkan Pany. Olaf lupa memakai Mumu, sandal karet kesayangannya. Dengan penuh perjuangan berjalan melewati ayam-ayam yang mematuk tanah itu, Olaf juga bersiap diri melihat ke bawah. Dia berdoa dimudahkan dalam mengambil jemurannya dari kotoran ayam. “Olaaaafff!!” Pany berteriak kencang sehingga membuat kaki Olaf tak sengaja menginjak kotoran ayam. Olaf melotot akan apa yang telah terjadi pada kakinya. Pany menghampirinya dan menariknya ke dalam kamar. “Gue mohon Laff.. ikut gue ya!” Olaf hanya masih bingung apa yang telah terjadi sekarang. Pany malahan berlutut dan mencium kakinya berkali-kali. “oke.” Jawab Olaf cepat. “Ayo kita mengepeelll! kaki gue abis nginjek kotoran ayam, Pan.” Olaf menatap polos Pany. Pany melihat lantai kamar bahkan di hidungnya. “OLAAAAFFF!!!” Teriak Pany. Akhirnya mereka membersihkan dengan bersama dan saling memaafkan.

Sore harinya..
“Awas Awas!! Kim Seo Nam mau lewattt!!” Kedua lelaki bertubuh besar dan berotot itu berusaha menjauhkan para fans Kim Seo Nam yang mencoba mendekati Kim Seo Nam rata-rata perempuan. “Yakk!! Oppaaaa jeongmal kyeoptaaa!” “Oppaaa saranghaeyo!!” “Oppa kajja selfiee!” Yahh.. suara teriakan histeris yang bersahutan itu terus terdengar. “Lama-lama gue disini bisa budeg.” Gumam Olaf melihat sinis sekelilingnya. “Olaf, kenapa lu gak teriak-teriak? lihat tuh sekeliling pada histeris lihat Kim Seo Nam tau!!” Sahabat Olaf, Pany terheran melihat Olaf. “Gue gak suka Kpop kayak gini. Lagian lu kan maksa gue kesini. Sampai kaki gue lu cium-cium padahal gue habis nginjek kotoran kucing.” Olaf menatap Pany datar. “Hehe.” Pany meringis.

“Kyaa kyaaaa!!” Salah satu fans menyenggol bahu Olaf dan hampir saja Olaf jatuh. “Woy! liat-liat dong! gue makhluk ciptaan tuhan gak kayak lu!” Wajah Olaf memerah ketika dia berteriak sangat kencang ke fans itu. Suasana menjadi sunyi. Semua orang melihat sikap Olaf. Olaf melihat mereka satu persatu. “Apa lu! lihat-lihat!” Olaf bukannya malu malahan melototi mereka yang melihatnya. Olaf akhirnya ditarik Pany keluar barisan fans Kim Seo Nam daripada harus ditarik satpam atau bodyguard atau juga suster rumah sakit jiwa.

“Lu gila, Laf?!” Pany melepaskan pegangan tangannya “Sorry, Pan.” Olaf menunduk. Pany berbisik, “Tapi by the way lu hebat juga. Sampai semua orang diem gitu hahahaha.” “Oalaahh Panyy lu… haaahahahah.” Mereka berdua pun masih tertawa hingga benar-benar kelelahan. “Beli es yuk!” Ajak Olaf “Ke Kedai Korea di seberang jalan ya!” Olaf mengangguk. Mereka berdua pun menuju Kedai Korea di seberang jalan.

“Mau pesan apa bu?” Pelayan yang gak terlalu cantik dengan balutan bedak luntur itu menawarkan menu yang ada. “Wajah babyface gini dipanggil BU?! mbak! gue ini lebih muda dari lu.” Olaf kesal. “Yaelah, lagian badan lu kayak ibu-ibu sih.” Sahut pelayan itu meledek “Gendut dikit sih gak papa yah. daripada situ cuma tersisa tulang belulang doang.” Olaf tak mau kalah. Pany tak sanggup melihat situasi yang gawat antara beruang dan cicak akan bertarung, Pany langsung memisahkan mereka berdua demi kerang ajaib. “Jjangmyeon 1, Bulgogi 1, Bubble Tea 2.” Pany memesan sambil menunjuk menu bergambar yang ada. Pany menghela napas panjang ketika mereka tidak jadi perang. “Oke. Tunggu ya.” Pelayan itu langsung ke dalam.

Tak lama kemudian, Pesanan mereka datang. Pany dan Olaf memakan pesanan mereka dengan sehat sentosa. Pany mengeluarkan uang perlahan dari dalam dompet pink yang rahasia asalnya ke pelayan tadi.
“Ahh.. Pany makasih ya! udah ditraktir.” Olaf mengedip-ngedipkan matanya ke Pany.
“Hooh. Makasih juga ya, Laf.”
“Makasih apanya?”
“Uang lu berguna banget.”
“M-maksud lu?!! dompet pink gue?!!”
“Iya huhuhu.”
“Gak usah drama deh.”
“Jadi lu pernah nonton K-Drama? Horeeee!! Olaf jadi Kpoperss!!”
“Horeeeee!!”
Mereka berdua pun berpelukan seperti halnya teletubbies, eh maksudnya duo teletabis. Hingga pada akhirnya Olaf benar-benar lupa pada isi-isi berharga dompet pinknya.

Kegilaan dan kesomplakan mereka berdua akan terus berlanjut. Bahkan tak ada kata lelah untuk menjadi ceria di antara mereka berdua. Lebih baik ngesomplak bareng sahabat setiap hari daripada romantisan melulu sama pacar, kan malah bosen. Oke cukup sekian kisah Satu Hari Olafpany. Sampai jumpaa!

Cerpen Karangan: Latania Rokhim
Facebook: Tataniaa

Cerpen Satu Hari Olafpany merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Setia (Part 2)

Oleh:
Mobil sedan Ez terparkir di tepi rumah Albi. Ketiga gadis tersebut turun dan menghampiri post satpam yang ada di dalam rumah. “Misi pak, ibunya ada?” Tanya Clay yang langsung

Kafe Kafein (Part 2)

Oleh:
“Mas? Kok bengong?” “E-eh… Bisa ulang pertanyaamu tadi?” Kataku mencoba mengulur waktu. “Engga mas, gak usah-” “Tidak, tidak. Bukan maksud saya untuk menyinggung pertanyaanmu. Hanya saja…” Aku mencoba-coba untuk

Bertahan Hidup

Oleh:
Berpetualang memang menyenangkan, tapi sepertinya petualangan yang berbau kematian, sebaiknya dijauhkan saja, seperti cerita berikut ini. Cerita ini berkisahkan tentang 3 orang anak remaja yang tak sengaja memasuki hutan

Obat Rasa Jeruk (Part 2)

Oleh:
Sesaat kemudian aku terbangun aku sudah ada di bangku milikku, kepalaku juga sudah tak sakit lagi, dan pelajaran olahraga telah usai, semua orang telah kembali ke kelas. “Serius Belle?”

You Are My Star (Part 1)

Oleh:
Malam ini sama seperti malam-malam sebelumnya. Hujan yang turun sejak siang tadi masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Dengan ditemani secangkir coklat panas kesukaanku, teropong dan selimut hangat, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *