Secarik Surat Untuk Billy

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 21 December 2015

“Billy sahabatku teman terbaikku. Aku ingin minta maaf padamu, atas semua kesalahanku dulu kepadamu. Aku tahu kau pasti sakit hati atas semua itu. Billy aku yang sekarang bukan aku yang dulu lagi. Aku sekarang mulai mengerti makna dari kehidupan yang sebenarnya, aku tidak sekuat dan seceria dulu lagi. Keceriaanku sudah sirna semenjak kasih sayang menghilang dari keluargaku. Dulu aku menganggap hidup hanya untuk tertawa dan bermimpi, aku mulai bosan menghadapi kenyataan hidupku, tak ada yang lebih menyakitkan ketika mendengar orangtuaku bercerai. Mulai saat itu aku ikut Mama dan baik Mama maupun Papa kemudian menikah lagi dengan orang yang sangat asing bagiku, aku frustrasi dengan semua ini Billy.”

“Saat itulah kita selalu bertengkar karena saat itu aku menganggap semua orang itu sama saja hanya bisa menyakiti dan tak pernah bisa membuatku bahagia. Setelah kejadian itu kau menjauh, dan ku dengar kau sering mempermainkan perempuan, itu semua salahku, karena aku kau menjadi seperti ini. Karena rasa sesal dan bersalah itulah aku kehilangan tempatku bersandar. Aku mulai bersenang-senang dengan setumpuk masalah, aku melakukan semua hal-hal yang dulu selalu kita jauhi, aku mulai mengenal minuman keras dan obat terlarang lainnya. Dan ku hempaskan masalahku dengan kebut-kebutan di jalan, tanpa ku sadari bahwa itu semua lebih menambah kesalahanku.”

“Setelah kau pergi dan menjauh dariku, aku banyak mendapat teman tapi tak ada yang sebaik dirimu, aku tetap bersikap dingin tak peduli pada siapa pun. Karena yang ku butuhkan bukanlah materi, tapi kasih sayang dan perhatian dari semua orang yang ku sayang. Terkadang di balik sikap tak peduli dan perkelahian yang ku lakukan, aku sering menangis dan merasa sepi. Setelah semester pertama kelas 11 SMA kita lalui kau memutuskan untuk pindah sekolah, aku tahu kau pasti bosan dengan semua tingkahku yang selalu menyakitimu.”

“Kita mulai jarang bertemu, hanya sesekali aku menerima pesanmu. Itu pun sesalu singkat dan tak pernah ku balas. Dua tahun lebih aku menyimpan semua masalah dan rasa sedihku dengan tawa dan keceriaan yang palsu, berkali-kali ku jatuh dan terluka aku tetap tak peduli. Saat menjelang UN aku mulai sadar, tawa palsuku menghilang, aku murung kembali dan selalu menangis. Aku mulai rajin beribadah dan memohon pertolongan kepada Tuhan.”

“Ku tinggalkan semua kebiasaan bodohku selama ini, aku mulai menyentuh biola yang kau berikan kepadaku waktu itu. Billy sahabat terbaikku, penyesalanku terlambat hasil UN-ku berantakan, aku lulus dengan nilai terendah aku tak mampu mendapatkan prestasiku kembali. Lulus SMA aku diterima di sebuah universitas swasta, aku mengambil jurusan bisnis, jurusan yang dulu ku sukai sejak dulu. Aku mulai giat belajar aku ingin berprestasi kembali. Terkadang untuk mengusir kejenuhan aku pergi ke pantai atau ke taman tempat dulu kita bermain, di situ aku mendapatkan ketenangan walaupun tidak sepenuhnya.”

“Billy sahabat terbaikku, baru ku sadari hanya kaulah sahabat sejatiku, aku ingin minta maaf kepada semua orang yang pernah ku sakiti, tapi sayang aku terlambat menyadari ini semua. Apakah kau ingat sahabatku? dulu aku pernah mengatakan padamu bahwa umurku tidak panjang tapi kau tertawa saat mendengarnya, dugaanku tidak salah. Dokter mengatakan aku mengalami kerusakkan fungsi jantung, semua itu semakin parah saat aku mengkonsumsi obat terlarang untuk dilakukan pengobatan sudah terlambat.”

“Itulah alasannya aku menceritakan ini semua kepadamu, agar tak ada lagi penyesalan di hatiku saat ku benar-benar pergi, hanya kau sahabat terbaikku Billy. Billy sahabat terbaikku. Maafkan aku yang selalu menyakitimu, aku lelah Billy, aku lelah dengan semua masalah ini. Aku harap kau memaafkanku Billy, aku menyayangimu selamanya.
Sahabatmu.”
Rey Rezkika.

Dengan memeluk batu nisan dan memegang surat dari Rey, Billy menangis dan berkata, “Rey semoga kau bahagia di sana di sisi Allah. Kau selamanya sahabat terbaikku Rey, sahabat masa kecilku.” dengan rasa sedih Billy meninggalkan tempat pemakaman yang sepi, tempat di mana sahabatnya dimakamkan.

Cerpen Karangan: Rahma raichan
Facebook: Rahma Raichan
Kenali aku di facebook. Rahma Raichan

Cerpen Secarik Surat Untuk Billy merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Tulus Sabatku Akila

Oleh:
“Akila”, ku lihat dia gadis yang ku panggil namanya dengan lembut sedang serius menatap layar laptop di depannya, oiya perkenalkan namaku Nela, sedikit bangga aku sahabat Akila yang paling

Rindu Tapi Malu

Oleh:
Rintik-rintik hujan menerjang atap rumah, mengalir di sela atap, jatuh menghujam ke tanah kering mereking. Mengalir ke tanah terdalam. Tanaman anggrek dan melati gembira-ria menyambutnya, namun Rahma sangat sedih.

Air Mata untuk Sahabatku

Oleh:
Ratia… Ya ini adalah nama panggilan kesayangan dari keluarga maupun dari sahabat-sahabatnya. Sebenarnya Ratia adalah gadis yang ceria, namun entah sebab kenapa terkadang ia terlihat murung bahkan tak jarang

Teori Vs Praktek

Oleh:
Hai namaku Cattleya Sezu, aku anak paling suka sama pelajaran IPA, tapi aku lebih suka bagian praktek, kataku aku lebih suka sama IPA bagian praktek karena menurut aku itu

Kita Sahabat

Oleh:
“Jangan tanya Gue” ujar Dona sambil meletakkan tangan di dadanya sambil tetap sibuk dengan buku Biologinya, Fanesa tersenyum melihat tingkah lucu Dona “terus Gue harus tanya sama siapa?” Jody

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *