Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Krisan dan Bulan Sabit

Bulan tampak malu-malu. Hanya memperlihatkan separuh wujudnya untuk bumi bagian Semarang, kota kelahiranku. Sudah sejak sejam tadi sebenarnya aku ingin segera memandang langit Semarang, tapi baru bisa kesampaian setelah berhasil...

Balada Lima Pemuda dan Sampan Terukir

Sore hari di tengah remang jingga matahari dan hiruk pikuk kota, berkumpul lima pemuda di sebuah rumah sederhana sehabis menghabiskan waktunya dan mencurahkan pikiran dan tenaganya di ruang kuliah. Mereka terlibat pembicaraan...

Konspirasi Is My Way and

Rumah kecil dengan jendela dan daun pintu berwarna hijau itu masih saja terlihat seperti dua belas tahun yang lalu. Hanya sekarang ada tambahan teras beratapkan seng dan dipagari batako setengah badan. Di teras itu ada sebuah...

06.15.30

Minggu, 17.30 WIB. “Keputusan Astrid sudah bulat! Apapun yang ayah dan ibu bilang gak akan mengubah pendirian Astrid untuk kuliah di Yogya!!!” bentak Astrid ketus kepada kedua orangtuanya. Sore itu memang sedang terjadi...

Lentera Tak Berujung

Kenyataan mungkin terbalik dengan keinginan. Jalan kehidupan yang tak selalu indah membuat kenyataan itu jauh dari yang diinginkan. Kehidupan memang berliku-liku, kadang pasang kadang surut. Kadang menyenangkan kadang menyedihkan....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

2 Responses to Selamat Tinggal Sahabat

  1. Andy 4 May, 2013 at 8:58 am | | Reply

    Terharu bangettt :-(

  2. defy 16 November, 2014 at 11:33 pm | | Reply

    sumpah!! nangis baca nya:”(

Leave a Reply