Semua Bintang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 15 March 2017

Beberapa anak berlarian menuju sebuah lapangan yang cukup luas. “Lihaaaaatt..! Bintang-bintang di langit tidak mau menemui kita hari ini,” ujar seorang anak yang bernama Hafis. “Siapa? Ada yang bersikap buruk hari ini? Ada? Adakah?”, tanya Narid kepada teman-temannya yang lain. Teman-temannya saling melirik dan menggeleng. “Aku benar-benar bingung! Mengapa bintang-bintang itu tidak mau menemui kita?”, ujar salah seorang dari mereka sembari melipat tangannya. Narid, ketua tim anak-anak ini pun memerintahkan kepada teman-temannya yang lain untuk pulang ke rumahnya masing-masing dan kembali esok malam di tempat yang sama.

Narid, Ryan dan 3 teman lainnya yang bernama Nisa, Alfath dan Hafis adalah sekelompok anak-anak yang telah membentuk sebuah ‘tim’ bernama bintang. Mengapa mereka menyebutnya tim bintang? Karena mereka sangat menyukai bintang. Prinsip tim kecil ini ialah mereka percaya bahwa bintang-bintang yang mereka kagumi akan menampakkan wujudnya apabila mereka bersikap baik dan terpuji. Namun, malam itu bintang-bintang tidak menampakkan sosoknya.

Keesokan harinya, Narid dan teman-teman kembali ke tempat yang sama di malam hari. Setelah menunggu beberapa waktu, bintang-bintang di langit masih sungkan untuk tampil di langit malam. “Apa di antara kita ada yang berbuat tidak baik hari ini?”, tanya Ryan dengan wajah kecewanya. Sedangkan teman-temannya yang lain pun menggelengkan kepalanya dan menunjukkan ekspresi kecewa mereka layaknya Ryan. “Ayo kita coba mencari kesalahan kita besok di sekolah!”, ajak Narid bermaksud menyemangati teman-temannya. “Memangnya bisa?”, tanya Ryan. Narid mengangguk-anggukkan kepalanya sambil tersenyum. “Tentu saja bisa! Kita harus mencobanya”. Setelah saling berpandangan, mereka pun menyetujui usul yang diberikan oleh Narid dan kembali ke rumah masing-masing.

Keesokan paginya di sekolah, Narid, Ryan dan teman-teman setimnya bersikap baik dan terpuji seperti biasanya. Mereka ingin sekali bertemu dengan bintang-bintang di langit lagi. Sesaat mereka sedang melakukan kegiatannya masing-masing, salah seorang dari mereka, Ryan tidak sengaja menabrak salah satu teman sekelasnya yang sedang berjalan. Syukurlah, orang yang Ryan tabrak tidak terjatuh. “Oh, maafkan aku. Aku tidak sengaja menabrakmu. Apakah kamu terluka?”, tanya Ryan kepadanya. Anak tersebut menggeleng-gelengkan kepalanya sambil terdiam. Ryan dibuat bingung oleh tingkahnya.

“Ngomong-ngomong, siapa namamu? Kamu kelas berapa?”, tanya Ryan kembali. “Namaku Ika. Kita sekelas”, jawabnya pelan. Ryan terkejut mendengarnya. “Kita sekelas? Mengapa aku tidak mengenalmu?”, “Aku baru pindah ke sekolah ini beberapa minggu yang lalu, namun aku tidak berani menyapa kalian. Maafkan aku”, ujar anak yang bernama Ika tersebut. Ryan terkekeh mendengar jawabannya. “Ya ampun, seharusnya aku yang menyapamu duluan! Bahkan kamu tidak perlu meminta maaf”. Gadis itu mulai tersenyum.

“Ryaaan! Kamu habis ngapain aja? Kita nungguin nih! Ayo, kita pulang!”, teriak Narid dari kejauhan. “Ayo sini, kukenalkan kamu sama teman-temanku”, ajak Ryan kepada Ika. Ika pun setuju dan mengikuti Ryan menuju ke tempat Narid dan teman-teman setimnya berada. “Eh, siapa nih?”, tanya salah seorang dari tim Ryan yang bernama Hafis. Ryan pun mengenalkan Ika pada teman-temannya yang lain. Tidak disangka, ternyata teman-teman ‘tim bintang’nya menyukai keberadaan Ika dan memutuskan Ika agar bergabung dengan mereka malam ini. “Baiklah, sampai ketemu nanti malam di lapangan teman-teman!”, ujar Ika gembira. Mereka pun saling berpamitan dan pulang kerumahnya masing-masing.

Malam pun tiba, mereka saling berlarian ke tengah lapangan untuk menyaksikan keberadaan bintang. “LIHAAAT! MEREKA MENEMUI KITAAA!”, teriak Narid sambil menunjuk-nunjuk tangannya ke arah langit. “Senangnyaaa! Aku sangat merindukan mereka!”, teriak Nisa pula. Mereka semua menyambut gembira kedatangan bintang di langit. “Teman-teman, biar aku yang menghitung bintangnya! Satu.. dua.. tiga.. empat.. lima.. cukup! Bintang yang di sana milikku!”, ujar Hafis. “Kalau begitu yang bintang yang berada di ujung kiri itu milkku!”, sahut Narid. Akhirnya mereka pun saling berebut untuk menandai bintang miliknya masing-masing. “Lalu, dimana bintang untuknya?”, tanya Nisa sambil menunjuk pada Ika. “Bintang Ika..”, semuanya kebingungan mencari bintang Ika yang tidak muncul di langit malam ini. “Semua! Semuanya bintang Ika!”, teriak Ryan. “Kalau kami adalah satu per satu dari bintang-bintang itu, maka Ika adalah pemilik dari semua bintang-bintang itu. Artinya, kami semua milikmu! Kami adalah temanmu Ika!”, lanjut Ryan. Semuanya tersenyum dan memberikan tepuk tangan untuk Ryan. Ryan pun tersenyum kembali, begitu juga dengan Ika.

“Selamat datang Ika di tim kami”, ucap mereka satu persatu kepada Ika. “Terimakasih teman-teman! Aku senang sekali”, jawab Ika. “Ternyata kita membiarkan teman kita sendiri di kelas selama ini, makannya bintang-bintang di langit tidak ingin menemui kita!”, sahut Alfath. Narid, Ryan, Nisa, Hafis dan Ika tertawa kecil menanggapi sahutan dari Alfath. Hihihi..

Dalam hati, Ikapun bersyukur. Terimakasih tuhan, telah mengirimkan bintang-bintang di langit untuk memberiku teman-teman yang baik…

Cerpen Karangan: Luthfia Zahra Larosa
Facebook: facebook.com/tyeontae
Hai teman-teman. Nama panggilanku Sasa. Aku suka menulis, kalian bisa mengunjungi beberapa tulisanku yang belum ku hapus di akun facebookku. Terimakasih telah membaca cerpenku! Mohon kritik dan sarannya yaaaa..

Cerpen Semua Bintang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ujian Lima Sahabat

Oleh:
Musim panas telah merambah ke Kota Senja. Kelima sahabat itu perlahan mengelap keringat di dahi mereka masing-masing. Ah, tak ada yang lebih menyenangkan selain singgah ke Cafe Bang Didi,

The Greeners

Oleh:
Maylafaizza Riska Audiva Kyranni atau May, dan Mayrafaizza Reska Fahira Risyani atau Rara dan lebih dikenal dengan sebutan Ra, adalah anak kembar identik, rukun, dan tak suka bertengkar. Mereka

Awal Kisahku

Oleh:
“Harus gue bilangin berapa kali lagi? Jangan dekati dia. Dia anak haram. Bahkan sampai saat ini, dia gak tahu siapa Ayah kandungnya” Ucapan atau lebih tepatnya hinaan – yang

Dream Beat Love

Oleh:
Hi, namaku Azania Nur Fatimah aku type cewek yang paling tidak suka kalau ditatap terlalu lama, satu hal yang harus kuakui yaitu bahwa aku orang yang kaku dan tidak

Maafkan Aku, Sahabat

Oleh:
Malam yang cukup cerah. Seperti biasa Aku dan Kawan Karibku, Hanna asyik memandangi bintang-bintang. “Vera, kalau ada bintang jatuh, Apa yang kamu harapkan?” Tanya Hanna kepadaku. Sebelumnya, aku ingin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *