Semua Demi Kamu Sobat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 6 May 2013

“aku juga mencintaimu, tapi bagaimana dengan dia?” ucap seorang wanita yang alim bernama frischa “tapi aku sangat mencintaimu, aku benar-benar akan menyayangimu dan mencintaimu sepenuh hati ini” ucap seorang lelaki bernama randy. Yap ini ceritanya si randy sedang nembak frischa (aku) tetapi aku ragu dengan jawabanku karena seorang sahabatku yang bernama vivi juga suka sama randy dan sahabat randy yang bernama adit juga suka sama aku.

Keesokan hari di sekolah. aku berjalan di koridor dengan anggunnya memakai baju adat itu. yap benar sekali, ceritanya hari ini adalah hari kartini jadi semua siswa maupun siswi diwajibkan memakai baju adat dan mengikuti berbagai perlombaan dan semua siswa harus mengikuti lomba pemilihan putra dan putri sekolah.

“frischa? Waw cantik banget kamu frischa” kata seorang sahabat frischa bernama jihan “haha ga juga kok. Kamu yang cantik han” “wah pasti tahun ini kamu yang akan jadi putri sekolah” “ah ga mungkin han, pasti yang lain cantik. Sedangkan aku?” randy datang menghampiri kita yang sedang berbincang-bincang di keridor “frischa?” ucap randy, aku hanya menjawab dengan senyuman “fris? Kamu cantik banget hari ini” puji adit yang sedari tadi ikut dengan randy “itss apaan is llo” aku tersipu malu “hari ini kamu jadi pasangan aku kan?” tanyaku “pasangan apa nih? Pasangan hidup?” gurau randy “ciyeee.. tembak aja lagi ran, pasti kamu ga akan di tolak deh” ucap jihan. Tiba-tiba vivi lewat dari hadapan kami, vivi sempat terdiam melihat ke mereka “vi!” sapaku tetapi vivi membuang muka dan pergi berlari meninggalkan kami. Aku ngerti dengan perasaan dia, aku ga mungkin bisa sakitin dia karena dia juga bagian dari hidupku.

“fris? Kenapa” tanya randy “ah eh, ga papa ran” “oh ya udah deh, kita ke lapangan yuk” ajak randy sambil mengandeng tanganku dan menarikku menuju lapangan. Setibanya di lapangan “ran, tolong kamu lepasin tangan aku ran” pintahku “aku akan melepaskan tangan kamu, tapi setelah ini” “apa yang akan kamu lakukan ran?” “mari kita lihat” randy semakin membawaku ke tengah lapangan “kawan-kawan ayo sini” randy berteriak dan semakin banyak saja anak-anak yang mendekati kami dan tanpa terkecuali sahabatku vivi. Saat itu randy masih menggandeng tanganku, perasaan aku malu dan takut saat ini semua terjadi. Randy memegang kedua tanganku dan menatapku lembut “frischa?” ucapnya aku hanya terdiam seribu bahasa menahan rasa malu dan takut ini, hati ini samakin berdebar dan aku merasa sangat melukai perasaan seorang sahabatku. “fris. Aku sayang sama kamu, aku cinta sama kamu. Tolong kamu terima cinta ini yang tulus dari hati yang akan aku berikan untukmu” ucapnya yang membuat jantung ini semakin cepat bedebar aku hanya dapat terdiam sedangkan vivi hanya menundukkan kepala karena merasa tersakiti olehku “setengah hati ini tak dapat sendiri, ia butuh pendamping untuk terus melanjutkan hidupnya ini. Frischa, please be mine” lanjutnya “trima trima trima” kata-kata itu terucap dari semua orang yang melihat aku disini terkecuali vivi yang hanya menundukkan kepala dengan mata yang berkaca-kaca itu” “gimana fris?” ucap randy kembali “maaf ran” aku hanya dapat pergi menginggalkan randy dengan kemaluannya.

Dengan memakai baju adat dan rok yang sempit ini aku berlari melewati lorong-lorong kelas menuju kelasku yang memang jauh dari lapangan. Saat aku menoleh kebelakang randy berlari mengejarku, aku semakin ingin cepat sampai kelas tapi mengapa tak sampai juga ini? “frischaaaaaaa” randy menjeritkan namaku aku hanya dapat berlari sekuat tenagaku kini, tetapi saat aku mulai menginjak ruang kelasku “aaaaaaaaaaaaaaa” aku hampir terjatuh terkena lantai yang bertangga menuju ruang kelas randy langsung berlari cepat dan menangkapku dan akhirnya aku tak jadi terjatuh karena seorang pengeran datang tepat pada waktunya. Dan tanpa aku sadari di belakang aku dan randy vivi sedang berdiri melihat kami yang sedari tadi matanya berkaca-kaca “vivi?” sapa ku. Tetapi vivi tak peduli itu, vivi berlari berbalik arah akupun langsung mengejarnya “frischaaa” teriak randy, aku tak peduli dengan itu, aku hanya peduli dengan sahabatku yang selalu ada di dalam hidup ini dan tak pernah membuat aku kecewa tetapi aku hanya dapat membalasnya dengan perasaan perih yang saat ini ia rasakan.

Vivi berhenti akupun ikut menghentikan langkah ini “vivi” sapaku kembali “penghianat kamu fris” kata itu terucap dari mulut vivi, perasaan ini semakin tidak enak dengannya aku telah banyak bersalah dengannya “maafkan aku vi, tapi sungguh aku ga suka sama randy vi” jawabku “penghianat penghianat!!” vivi kembali berlari meninggalkan aku dan randy menghampiri diriku “ada apa fris?” tanya randy tiba-tiba “randy. aku mau jadi pacar kamu, tapi?” “tapi apa fris?” “kamu bisa mencintai vivi seperti kamu mencintai aku ran, bahagiakan dia ran. karena dia sangat mencintaimu ran” pintah ku “tapi fris?” “maaf ga ada tapi-tapian ran, cintai dia dengan sepenuh hatimu dan sayangilah ia semurni hatimu” “kenapa kamu katakan itu?” “aku sayang kamu tetapi akupun sayang sahabat, apa ini yang namanya sahabat? Membalas kebaikan seorang sahabat dengan perasaan yang sangat menyakitkan. Aku mohon ran, demi aku” “baiklah aku akan berusaha mencintai dia seperti aku mencintaimu. Tapi, aku akan tetap mencintaimu fris” jawab randy “kejar dia ran. Kejar!!” pintaku pada randy dan randy menurutinya ia langsung mengejar vivi yang entah ke mana perginya.

Aku kembali ke kelas dan hanya duduk memikirkan apa jadinya bila aku tak mengalah. Sedangkan randy berhasil menemukan vivi yang sedang duduk sambil berlinangan air mata dikantin “vivi” sapa randy dari belakang vivi, vivipun menoleh kebelakang “mau apa kamu?” ucap vivi menyakitkan. Randy pun duduk di samping vivi “vivi kenapa kamu menangis?” tanya randy sok perhatian dan vivi hanya terdiam seribu bahasa. Tiba-tiba randy menghapuskan air mata yang ada di pipi vivi dengan tangannya. Tetapi vivi, vivi langsung pergi meninggalkan randy “aku ga bisa mencintai dia seperti aku mencintai kamu fris, karena cinta full aku hanya untuk kamu” ucap randy dan segera pergi

Kini tiba saatnya untuk kita menampilkan fashion show di atas panggung yang megah yang terbangun di lapangan tengah sekolahku. Kali ini aku berpasangan dengan randy tetapi aku ga mungkin bisa biarkan itu, jika begitu yang ada vivi semakin benci denganku. Di belakang panggung saat detik-detik kita penampilan aku berdialog dengan jihan “han, jika aku tampil dengan randy gimana dengan vivi?” tanyaku “ah. Kamu kok peduli banget sih, yang penting kamu kan tampil dengan perfect dengan pasangan kamu randy” jawab jihan “ih jihan. Tapi masa aku balas semua yang pernah ia berikan keindahan ke aku, terus aku balas dengan penderitaan aku ke dia? Ah, aku ga mau han. Itu namanya ga menghargai arti sebuah persahabatan han” “iya juga sih, tapi ya aku lebih suka kamu sama randy dari pada vivi sama randy. Ah ga pantas banget fris” “ah kamu ga boleh gitu, aku ngalah aja deh. Biarkan vivi dengan randy sedangkan aku akan berpasangan dengan adit” aku langsung pergi dan menghampiri randy yang sedang berbincang-bincang dengan adit “ran” sapa ku, randy menoleh kearahku “frischa?” jawab randy kaget “ran, aku mau kita tukar pasangan” “maksud kamu?” jawab randy penasaran “aku ingin kamu berpasangan dengan vivi ran” “kamu?” “aku?” aku berfikir sejenak “aku sama adit” adit kaget dengan jawabanku itu “kamu mau kan dit?” “iya aja deh” jawab adit terpaksa “nanti aku bilang sama panitia lombanya” aku langsung pergi ke panitia lomba dan setelah itu kembali ketempatku bersama jihan tadi.

“peserta ke 45. Ananda stefhani frischa safitri dan aditya pramudito” nama kita sudah di panggil. Aku dan adit menaiki satu persatu anak tangga menuju panggung “aku ga nyangka akhirnya bisa berpasangan dengan kamu fris” ucap adit dan aku hanya membalasnya dengan sebuah senyuman.

Tiba kita di atas panggung pemilihan putra dan putri smp 02 nusa bangsa. Semuanya bersorak “ciyeeeeeeee” ada apa ini? Tanyaku pada diriku sendiri “frischaaaaaaa” teriakkan namaku terus terdengar sampai akhirnya kembali menuruni anak tangga dan kembali ke tempat masing-masing. Tetapi setelah itu aku langsung bergegas menduduki kursi penonton.

“selanjutnya, peserta ke 46. Levitha viranty dan randy putra pamengkas” nama vivi dan randy sudah di panggil. Mereka menaiki panggung tersebut dengan bergandengan tangan bagaikan pangeran dan sang putri keraton. Mereka berdua juga memakain baju adat yang dari warna dan aksesoris yang mereka gunakan hampir sama mereka juga sama-sama memakai baju adat dari jawa tengah dengan alunan gamelan jawa yang mengalun lembut. Di tengah penampilan mereka randy menghadap vivi dan memegang kedua tangannya “ciyeeeeeee” teriakan dari anak-anak itu membuat goresan baru di hati ini. Lalu randy berkata “wahai putriku, mau kah kamu menjadi pelengkap hidupku?” semua mata tertuju kepadanya “aku mau pangeranku” jawab vivi lembut. “ciyeeeeeeeeeeeeee” teriakku sekencanganya. tetapi, di balik kata itu tersimpan banyak kecemburuan di hati ini. Ingin aku tidak melihatnya tadi.

1 minggu kemudian. Hari ini adalah hari ulang tahun vivi, “happy birthday vi, long last ya sama randy” ucapku selamat pada vivi “makasih fris” jawab vivi memberi senyuman “nanti malam datang ke birthday party aku ya!” lanjut vivi “iya vi”

Kini malam sudah tiba, aku yang memakai sepatu kaca merah bergaun merah dan bertopeng pesta sambil membawa sebuah kado untuk sahabatku dan melangkahkan kakiku ke tempat berlangsungnya pesta. Yap, party ultah vivi ini bertajuk mask party dan dance yang bertempat di halaman dalam rumah vivi, tepatnya di dekat kolam gitu dengan dihiasi lampu warna-warni yang membuat indah halaman sekitar.

Tiba-tiba seorang ber jas merah dan bertopeng mengajakku untuk berdansa “cantik, mau kah berdansa denganku?” aku menanggapinya saja karena saat itu aku tak ada pasangan untuk berdansa. Saat asyiknya berdansa dengannya dia membuka topengnya “hah randy?” kataku kaget, randy hanya melempar senyuman padaku “ran. Seharusnya kamu saat ini ada bersama vivi bukan bersama aku di sini ran. Maaf randy” aku langsung pergi meninggalkan randy

Kini tiba saatnya untuk pemberian kado untuk vivi. Kini bagian randy memberi hadiah pada vivi “vi, ini kado untuk kamu sebagai tanda cintaku ke kamu” ucap randy. Hati ini sangat teriris saat mendengar randy mengucapkan itu. akupun langsung pergi.

Akupun kembali saat pemotongan kue. Sedikit demi sedikin vivi memotong kuenya dan memberikan suapan pertama pada sang ibu, kedua untuk ayahnya dan ketiga untuk randy. Semakin sakit hati ini sakiiit. kenapa aku harus melihat randy disupin oleh vivi. Seperti ingin rasanya aku mati saja dari pada melihat ini.

Keesokan harinya. “gimana acara semalem menurut kamu han?” vivi bertanya pada jihan “bagus banget dan kamu to tweet banget sama randy” “hahah makasih han. Kalau menurut kamu gimana fris?” “bikin sakit hati, rasanya ingin mati dan nyesek banget” “maksud kamu?” saat itu aku keceplosan aku bicara apa kata hati ini “maksud aku ramai banget vi. hebat banget konsepnya vi aku seneng banget tadi malam apalagi pas kamu suapin randy ah to tweeet” jawabku berbohong demi kebaikan lah “aku boleh peluk kalian?” ucap vivi “boleh dong” jawab aku dan jihan serentak dan kami memeluk erat vivi “sobat. Mungkin ini pelukan terakhir kalian karena nanti siang aku akan segera pindah ke medan tempat lahirku” ucap vivi meneteskan air mata kami kaget mendengar ucapan vivi akan pindah nanti siang semuanya terasa sangat mendadak “aku ga ingin kehilangan kamu vi” jihanpun ikut meneteskan air mata “tapi aku harus pindah jihan. maafkan aku” “vi, aku ga nyangka kamu terlalu cepat ada di kehidupan kita. Tapi kalian sudah menjadi keluarga dari persahatan di hati ini vi.”

Jam demi jam pelajaran kami lalui sekarang waktunya kita untuk pulang. Di depan gerbang ayah dan bunda vivi sudah menunggu dan segera berangkat ke medan. “jihan frischa makasih ya kalian sudah memberi banyak keindahan dan pengalaman dihidup ini. Aku akan sering main ke sini kawan” ucap vivi dan langsung masuk ke dalam mobilnya dan mobil itu berjalan membawa vivi pisah dari kita semua “aku akan selalu merindukan kamu vivi” teriakku

“fris. Drama ini telah berakhir aku ingin kamu menjadi milikku fris!” ucap randy “aku mau jadi pacar kamu ran” jawabku spontan karena aku tak ingin melihat randy dengan yang lain. Sekarang dan selamanya aku dan randy sudah jadian dan semoga sampai selamanya. amiin

Cerpen Karangan: Firda E. Ramadhanty
Facebook: http://www.facebook.com/firda.elzaramadhanty

aku menulis cerita ini karna aku ingin membuat jalan hidupku sendiri. yaps benar, ini sebuah jalan hidupku yang selalu membuat air mata ini jatuh.
tetapi, dalam cerita ini ada juga yang merupakan karangan/khayalan aku saja.

nama :: Firda Elza Ramadhanty
kelas :: 7 smp
asal kota :: cirebon
twitter :: @elza_zha99

Cerpen Semua Demi Kamu Sobat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Satu Cita

Oleh:
Tap… tap… tap… Azura tak berhenti memainkan kakinya. Berjalan mondar-mandir dari sudut ruangan ke sudut ruangan lainnya. Wajahnya cemas bercampur harap. Sesekali ia menggigit ujung ibu jarinya. Tak jarang

Di Detik Terindahmu

Oleh:
“Ma, Tifany main dulu ya” “jangan jauh jauh ya…” “siap ma” Besok adalah ulang tahun sahabatnya, Tifa sengaja pergi untuk membeli kado. Tifa ingin menjadi The First di detik

Maafkan Diriku Yang Tak Mengenalmu

Oleh:
Sekarang ini serasa badai bagiku, orang tua menjodohkanku dengan pria yang sama sekali tak kusukai, tak ada jejak ketampanan di wajahnya. Segala hal tentang dirinya tidak ada yang bagus

Sepertinya Orang Itu Bukan Dia

Oleh:
(Buat Apa Dia Kembali? Buat Apa Muncul Sejenak Lalu Menghilang Lagi Nanti) Karena Hati Tidak Perlu Memilih, Ia Selalu Tau Kemana Harus Berlabuh Di sebuah Sekolah Menengah Atas semester

Cerita Dinda

Oleh:
Suasana pagi berselimut sejuk. Udara rindang pepohonan selepas menepis embun menyiarkan harum khas pepagian. Awal hari mulai berjalan. Sang kehidupan telah menulis ceritanya kembali. Aku berjalan menyusuri koridor sekolah.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *