Senja Terakhir Kami

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 19 March 2018

Langkah kaki yang terasa begitu gontai tak bertulang, lemas, dan nafsu makan tiba-tiba hilang entah kenapa. Mata berdenyut-denyut sebelah kanan, mitos orang-orang tua menandakan akan menangis. Kondisi tubuh semakin hari semakin memburuk seperti cepat lelah, capek, banyak mengeluh, emosi tinggi dan yang lainnya.

Sudah seminggu entah kenapa dengan diriku sendiri, aku sendiri tidak paham. Tapi dilihat dari fisik aku baik-baik saja, dan aku sendiri merasa baik-baik saja meskipun cepat lelah atau capek. Ditambah dengan tugas kuliah yang sangat menumpuk dan ada mata kuliah yang aku merasa kesulitan. Pemikiran tidak jelas pun datang seperti benang yang rumit dengan masalah yang terjadi dan memikirkan apa yang akan terjadi. Rasa gelisah yang berlebihan… Perubahan emosi terjadi tiba-tiba aku merasa bahagia, mood aku kembali normal seperti biasanya.

Baca buku adalah kebiasaanku untuk mengisi waktu luang dan sekarang moodku mendukung untuk membaca buku. Telah berlembar-lembar kertas yang sudah aku lalui dan terasa sangat cepat. Begitupun mafsu makan aku kembali normal seperti biasanya. Suasana matahari pagi juga sangat mendukung sangat cerah.

“Aku pulanggg…” seseorang berteriak Terdengar suara yang suadah familiar di telinga, siapa yang datang sudah ketebak. Semua teman-teman berhamburan keluar kamar menyambutnya. Aku tetap di kamar karena tetap asik membaca. Ya.. kami anak asrama. Mersaakan manis pahitnya begitupun dalam mengontrol emosi, saling berbagi, memahami dan yang lainnya masih banyak lagi. Disinilah tempat seluruh orang indonesia dari berbagai suku, daerah, ras bertemu.

“yantooooo…?” dia masuk ke kamar Itu adalah panggilan khasnya kepadaku, aku bukan anak laki-laki tapi panggilanya Yanto, ya aku berusaha menyukainya. Kami sekamar, lebih tepatnya kami sekamar ada 5 orang tidak sama dia saja. “Wahhhhh, kenapa lama sekali?” aku menyambutnya “Hehee…” dia hanya nyengir “Jangan lupa buang sampah!” sindirku
“Ahh,.. Yanto” cemberut Kami hanya tertawa satu sama lain, dan di belakang teman-teman membawa koper. “Ko, kopernya ringan banget sihh..?” kata temanku ” Emang gak ada isinya” balasnya ” Terus ngapain dibawa?” tukas temanku satu lagi dan dibalas hanya rentetan gigi.

Hari ini seperti biasa dipenuhi dengan kegiatan kuliah. Sedangkan dia istirahat karena baru saja datang. Dan hari teras begitu cepat, matahari sangat cepat tergelicir kembali ke sarangnya berganti malam yang sangat gelap.

“Aku mau ngomong sesuatu” memecah keheningan, karena fokus pada tugas kuliah. “Ngomong apa, serius banget” timpal temanku. “Aku mau pindah kuliah” secara spontan langsung menuju kepadanya “Kenapa? Jangan kaya gitu dong gak asik…” kataku Lalu dia menceritakan apa yang menjadi permasalahannya kenapa mengambil langkah ini. Sedangkan kami sangat ingin menghalanginya untuk tetap di sini berjuang bersama. Sesuai janji angkatan yang terucap ketika awal masuk yaitu masuk bareng keluar pun bareng. Tapi sekarang dia mengingkarinya, tapi mau gimana lagi masalah pokoknya ada pada orangtuanya yang tidak ingin jauh dengannya. Kami di sini bisa apa tidak ada hak sama sekali… hikss Sekarang jelas, semua terjawab kenapa aku belakangan ini tidak jelas. Resah dan gelisah yang aku rasakan sudah terjawab dengan sangat jelas. Mata yang bedenyut-denyut sebelah kanan juga langsung terjawab yang sebenarnya aku tidak pernah mempercayainya. Secara kontan terbayar dengan harga yang sangat tinggi dan secara tiba-tiba.

Matahari yang terus sembunyi di balik awan, suasana mendung dan awan sudah menghitam. Ini adalah hari terakhirnya dia bersama kami, dia akan pulang dan entah apakah dia akan kembali lagi. Hanya doa yang terucap disela tangisan. Itulah yang dapat kami berikan. Maafkan kami karena sering berbuat salah sehingga membuat kamu tidak enak hati, terkadang kamu merasa tidak betah karena kami dan yang lainnya yang mungkin telah meneteskan air matamu tanpa sepengetahuan kami.

Selamat berjuang dengan jalanmu sendiri, semoga kita bisa bertemu lagi dan tetap terus berhubungan dan jangan sampai putus… hiksssss
Do not be too sad, friend… be happy, because you will find a new atmosphere, not here anymore, but there. Suffice any memories that we have planted, will be memories that thrives, sowed the seeds of joy among us. Because we do not have here, we do not have to always be together, we must continue this step, possibly to another place, we are ready to occupy…

Cerpen Karangan: Risnayanti
Facebook: Risnayanti

Cerpen Senja Terakhir Kami merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kopi, Pagi dan Matahari (Part 2)

Oleh:
Radita Hari ini senin, hari yang sama saat pertama kali ia bertemu Gio, dia memasuki kampus dengan enggan, ditemani seorang lelaki yang sedari tadi memperlakukannya bak ratu : Favian.

Teori Vs Praktek

Oleh:
Hai namaku Cattleya Sezu, aku anak paling suka sama pelajaran IPA, tapi aku lebih suka bagian praktek, kataku aku lebih suka sama IPA bagian praktek karena menurut aku itu

Dinamika Persahabatan

Oleh:
Dalam suatu persahabatan pastilah terdapat berbagai macam masalah, entah itu masalah sepele ataupun masalah yang mengakibatkan salah satu dari mereka harus mengalah ataupun harus pergi. Tapi terkadang masalahlah yang

Sahabat Baruku

Oleh:
“Lily ayo bangun kamu sekolah nggak?” “hoammm… iya mah Lily dah bangun kok” “ya udah Lily kamu sekarang mandi” “iya mah” Aku pun segera mandi, berpakaian dan berdandan. kini

Sebuah Pengorbanan

Oleh:
Arti sahabat: Saat dia termenung dalam kesedihan, aku ada dan ikut dalam kesedihannya. Saat dia gembira, aku tertawa bersamanya. Saat dia bingung, aku selalu membantunya. Tapi apa yang dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *