Setahun Lalu (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 27 February 2014

Pagi harinya, setelah bangun tidur Sisi memutuskan untuk mendengarkan chanel Radio kesukaannya. Ya, chanel Radio yang mengutip tentang ‘Salam Rindu untuk seseorang’. Dan ketika itu, penyiar radio tersebut memutarkan lagu dari seorang Pria yang tidak mau disebutkan namanya. Lagu ini di tujukan untuk seseorang yang sangat dirindukannya. “oke sahabat Radio Curhat mari kita dengarkan sebuah lagu dari sosok Pria yang tidak ingin disebutkan namanya. Inilah Lagu Rindu” ucap seorang penyiar radio.

Bintang malam katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biarku dekap erat waktu dingin
Yang membelenggunya

Bintang malam sampaikan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Embun pagi katakan padanya
Biarku dekap erat waktu dingin
Yang membelenggunya

Taukah engkau wahai pelangi
Aku ingin bertemu membelai wajahnya
Kan ku pasang hiasan Angkasa yang terindah
Hanya untuk dirinya

Lagu rindu ini ku ciptakan
Hanya untuk bidadari hatiku tercinta
Walau hanya ada sederhana
Izinkanku ungkap segenap rasa dan kerinduan

Sisi yang saat itu baru saja terbangun dari tidurnya itu, kangsung terfokus pada lagu yang seorang Pria nyanyikan. Ia mendengarkan kata tiap kata di lagu tersebut. Tak terasa, air matanya menetes seketika. Sisi tak mengerti mengapa suara itu terdengar tidak asing di telinganya. “hem sangat menyentuh sekali ya lagu itu. pasti sangat beruntung bagi seorang wanita yang di maksudkan pada Pria yang menyanyikan lagu itu” ucap seorang penyiar radio saat lagu rindu itu selesai dinyanyikan. Sisi masih terdiam bisu di atas tempat tidurnya. Entah kenapa hatinya bergetar dan terasa sangat sesak mendengar lagu itu. dia teringat akan sosok Pria yang telah membuatnya hancur. Pria yang telah membuat dunianya berhenti berputar. Dan kini Sisi tak mau mengingatnya lagi. Ia menekankan pada dirinya kalau dia harus bangkit. Selama setahun ini dia sudah banyak mengecewakan orang-orang di sekelilingnya dengan sikapnya yang dingin dan tak mau berbicara. Selama setahun ini dia sudah membuat orang-orang di sekitarnya khawatir dengan keadaannya yang tiba-tiba menjadi sosok yang tertutup. Dan selama setahun ini, dia sudah bertingkah bodoh dengan membiarkan teman-teman sekolahnya berfikir dia itu wanita aneh. “kali ini sudah cukup! aku tak boleh terus menerus seperti ini. aku harus menjadi Sisi yang seperti dulu” ucapnya dalam hati. Dia pun langsung mematikan siaran Radio yang tadi dia dengarkan itu, dan bergegas untuk mandi.

Setelah selesai mandi, dia pun melihat ponselnya sejenak. Dan ternyata ada satu pesan. Namun Sisi tak mengenali nomer yang mengirimi dia pesan itu. “nomor siapa ini?” ucapnya heran. Di dalam pesan itu tertulis ‘selamat pagi bidadari hatiku. Selamat menjalankan aktivitas ya’. karena penasaran, Sisi pun memutuskan untuk menghubungi nomor misterius itu. Tidak Aktif! ya, nomer misterus itu tidak aktif ketika Sisi hubungi. “pasti deh orang iseng!” ucap Sisi.

Kali ini, Sisi ada janji dengan Desi untuk mengantarnya membeli kado untuk keponakannya yang berumur 3 tahun. Setelah siap dengan celana jeans dan baju lengan panjangnya serta rambut yang ia biarkan terurai itu, Sisi langsung keluar kamar. “pagi mah” ucap Sisi menyapa Mamahnya yang sedang ada di ruang makan bersama papahnya. Kedua orangtua Sisi saling bertatapan tak percaya melihat sikap Sisi yang 180 derajat berbeda. Ya, seperti mimpi. Kini anak gadis mereka sepertinya sudah kembali lagi. Sisi sadar, orangtuanya pasti sangat heran melihat sikapnya. Untuk itu, Sisi perlahan mendekati kedua orangtuanya. “Mah, Pah maafin Sisi ya selama ini sudah buat mamah dan papah khawatir” ucap Sisi dengan penuh haru. Bersyukur. Itulah yang kedua orangtua Sisi rasakan. Anak yang sangat dicintainya itu sudah kembali lagi seperti dulu. “iya sayang. Mamah sama Papah sangat khawatir dengan sikap kamu setahun ke depan ini. kamu jadi sering diam, melamun, bahkan jarang berbicara. Mamah sama Papah takut kamu kenapa-kenapa” ucap mamahnya saat memeluk erat anaknya itu. “iya mah, Sisi sadar itu. Sisi gak akan seperti itu lagi” ucap Sisi membalas pelukan hangat mamahnya. Papahnya Sisi pun ikut memeluk Sisi dari belakang. Sungguh pemandangan yang sangat mengharukan. “kamu mau kemana Si?” ucap mamahnya saat suasana kerinduan mulai mencair. “aku mau nganterin Desi mah” jawab Sisi dengan senyumannya yang sudah lama tak terpancar dari wajahnya.

Tingg. tonggg… bunyi suara bel dari depan rumah Sisi. Sisi pun bergegas keluar dari ruang makan dan membukakan pintu. “hei Sisi” ucap Desi. Hem sudah Sisi duga sebelumnya pasti Desi yang datang. “masuk Des, bentar ya aku ambil tas dulu” ucap Sisi saat mempersilahkan Desi untuk masuk. Sementara Sisi sedang mengambil tas di dalam kamarnya, mamahnya Sisi pun menghampiri Desi yang sedang duduk di ruang tamu. “pagi tante” ucap Desi dengan sopannya. “iya Desi. Oh iya mau minum apa Des?” Tanya mamahnya Sisi. “hem, gak usah tante. Aku mau pergi kok sama Sisi” jawab Desi sambil tersenyum. Tak lama kemudian, Sisi keluar dari kamarnya. “mah aku jalan dulu ya” ucap Sisi saat berpamitan dengan mamahnya. “iya, hati-hati ya sayang” ucap mamahnya.

“waawww sepertinya sudah lama nih aku gak lihat kamu tampil cantik seperti ini” ucap Desi memuji Sisi. “ah bisa aja deh. Memang selama ini penampilaku gimana Des? Aneh ya?” ucap Sisi. “hem, iya aneh” jawab Desi meledek. “tapi bagus lah kalau kamu sudah berubah Si” lanjut Desi. “Des, maafin aku ya. Selama ini sikap aku aneh gitu. Jadi jarang ngobrol. Hem gak asik deh pokoknya” ucap Sisi. “iya gak apa-apa kok Si. Tapi kamu jangan seperti itu lagi ya?” ucap Desi lagi. “iya Des” jawab Sisi sambil tersenyum manis.

Tak terasa, mereka kini sudah sampai di salah satu Mall di Jakarta. Mereka pun langsung menuju toko mainan. Ya maklum saja, Desi ingin membeli kado untuk keponakannya yang masih kecil. Pastilah mainan yang akan dibelinya. Ketika sedang asiknya Desi dan Sisi memilih mainan yang cocok, tiba-tiba saja Sisi menaruh curiga kepada seorang Pria yang memakai jaket biru dengan topi yang menutupi wajahnya. Bagaimana Sisi tidak curiga, sejak tadi Sisi merasa diperhatikan oleh Pria itu. “Des.. des..” ucap Sisi sambil memukul-mukul pelan lengan Desi. “duuh kenapa sih Si?” jawab Desi yang masih sibuk dengan berbagai mainan di depannya. “itu lihat Des, seperti ada yang memperhatikan kita” ucapnya dengan nada ketakutan. Desi pun langsung melihat arah yang di tunjuk Sisi. “hem iya benar. Sepertinya orang itu sedang memperhatikan kita Si” ucap Desi yang juga dibuat takut oleh Pria misterius itu. “duh jangan-jangan dia mau culik kita lagi Si” lanjut Desi. “ahh kamu jangan buat aku makin takut dong Des” jawab Sisi.

Desi pun secara terburu-buru langsung memlilih kado untu keponakannya itu. setelah selesai, mereka langsung keluar dengan langkah kaki yang begitu cepat. Setelah berjalan cukup jauh, Sisi melihat di sekelilingnya sudah tak ada sosok Misterius itu. huuhh bisa sedikit bernafas lega. “cari minum yuk Des” ucap Sisi dengan nafas terdesah-desah. “iya ya, aku juga haus banget” jawabnya. Mereka pun datang ke salah satu restoran di Mall tersebut. “Si, aku ke kamar mandi bentar ya” ucap Desi. Sisi pun menganggukan kepalanya sambil meyeruput segelas Milk Shake di depannya. Ketika sedang asik menikmati Milk Shakenya itu, tiba-tiba ponselnya berdering. Ada satu pesan masuk. “nomor ini lagi?” ucapnya dengan mata terbuka lebar. Nomor Misterius itu mengirim pesan seperti ini ‘selamat siang bidadari hatiku. Selamat menikmati Milk Shake’. “kenapa dia bisa tau kalau aku sedang menikmati Milk Shake?” ucapnya dengan sangat heran. Dia berfikir pasti yang mengiriminya pesan itu ada di sekitarnya saat ini. Sisi pun melihat ke segala sudut restoran tersebut. “woi Si, kamu cari siapa?” ucap Desi tiba-tiba sehingga membuat Sisi kaget. “astaga Desi! jangan buat aku kaget gitu dong” ucapnya. “hehe maaf.. maaf” jawabnya dengan senyum kecil. “Des, sejak tadi pagi ada yang kirim pesan ke aku. tapi aku gak tau siapa. Nomornya sangat asing bagiku” ucap Sisi dengan rasa panik. Desi pun melihat pesan tersebut dari ponsel Sisi. “kok dia tau ya, kamu lagi minum Milk Shake?” ucap Desi heran. “nah itu dia Des. Pasti orang itu ada disini” jawab Sisi. Dan tiba-tiba saja, pandangan Desi tertuju pada sosok Pria yang sedang duduk di sudut Barat restoran yang sama. Ya, Pria yang sama saat di toko mainan. “Si, lihat deh ke sudut Barat” ucap Desi dengan suara pelan. Wajah Sisi pun langsung menoleh ke arah yang ditunjukan Desi. “Pria itu?” ucap Sisi kaget. “hhuuussshh” ucap Desi dengan menutup paksa mulut Sisi. “jangan kenceng-kenceng Si. Apa orang misterius itu yang kirim pesan ke ponsel kamu?” lanjut Desi. “mana mungkin. Dari mana dia tau nomor ku” jawab Sisi tak percaya. “hemm.. untuk membuktikannya, bagaimana kalau kita jebak aja?” ucap Desi saat merencanakan suatu Misi untuk menjebak Pria misterius itu. dan inilah rencana mereka.
“gini Si, kita pura-pura keluar dari restoran ini dan berjalan jangan panik. Agar dia tidak curiga. Nah setelah itu, nanti aku pura-pura tinggalin kamu sendiri di salah satu toko baju. Inget kamu jangan sampai panik. Kamu pura-pura pilih baju aja. Nanti kalau kamu lihat tingkah dia yang mencurigakan. Kamu langsung kasih tau aku. nanti aku sebisa mungkin menyelinap di belakang dia. Baru deh kita sergap” ucap Desi saat memberikan instruksi pada Sisi. Sisi tak menjawab apapun. Dia hanya mengangguk pelan. Dan kinilah saatnya mereka menjalankan misi mereka.

Ketika sedang melihat-lihat baju sesuai dengan instruksi yang di berikan Desi, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Kali ini bukan pesan masuk, tapi panggilan masuk. Dan secara bersamaan, dia melihat ada sosok Pria Misterius itu di depan toko baju yang ia singgahi. Dan secara bersamaan pula, Pria misterius itu sedang memegang ponselnya yang kini menempel pada telinganya. Dengan buru-buru, Sisi langsung memberi kode pada Desi. Desi pun langsung ke luar dari toko baju dari pintu sebelah Timur. Dan kini Desi tepat berada di belakang Pria misterius itu. Sisi pun dengan cepat langsung keluar dari toko baju tersebut dan menghampiri Pria misterius itu. melihat sosok Sisi, Pria itu segera bergegas untuk menghindar tetapi sayangnya, Desi langsung mencegahnya dari belakang dan memegang tangan Pria misterius itu. sontak Pria itu kaget dan baru sadar kalau dia kini sedang dijebak. Setelah sampai tepat di depan wajah Pria itu, Sisi langsung membuka topi yang sejak tadi menutupi wajah Pria Misterius itu. dan tiba-tiba mata Sisi langsung berkaca-kaca saat melihat wajah Pria itu. “kakak?” ucapnya kaget dan rasa tak percaya. Desi tak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi. Pria itu hanya tertunduk dan menahan air matanya. Sementara air mata Sisi sudah jatuh dengan derasnya. Kakinya terasa lemas dan dadanya terasa sangat sesak. Dia seperti tidak bisa bernafas saat melihat Kakak yang membuat hidupnya hancur selama setahun ini. Desi pun langsung menghampiri sahabatnya itu untuk menenangkannya. Sementara Pria itu langsung melarikan diri dari hadapan Sisi dan Desi. Desi tak memperdulikan Pria itu lagi. Dia kini terfokus pada sahabatnya. Untuk menenangkan sahabatnya, Desi membawa Sisi ke suatu tempat.

“tempat ini?” ucapnya sambil melihat sekeliling taman. “kenapa Si sama tempat ini?” Tanya Desi heran. “tempat ini adalah tempat yang ada di foto itu” ucapnya dengan sisa tangis dan air mata yang sedikt masih menetes di pelupuk matanya. Sisi pun berjalan menuju sebuah pohon besar di ujung taman. Desi juga mengikuti langkah kaki Sisi dari belakang. Setelah sampai di depan pohon itu, Sisi langsung membersihkan lumut yang menempel pada batang pohon tersebut. Sisi pun menangis. Bahkan kali ini air matanya membanjiri pipinya. Desi yang berada di samping Sisi pun ikut terharu melihat tulisan yang terukir pada bantang pohon besar itu. tulisan yang sudah lama tertutup oleh lumut. ’09 November 2012 S&A’. ya, itulah tulisan yang terukir pada batang pohon itu. sepertinya Desi mulai mengerti tentang semua ini. orang yang sejak tadi mengikutinya di Mall itu adalah Kak Andra. Ya sosok Pria yang setahun lalu sangat disayangi oleh Sisi dan pergi begitu saja meninggalkan Sisi. Dan orang Misterius yang selama ini mengirimi Sisi pesan dan memanggilnya dengan sebutan Bidadari Hatiku itu tak lain juga Kak Andra. Dan kali ini, ia tak menyangka kalau ia telah membawa Sisi ke tempat kenangan masa lalunya bersama Andra. Ini sungguh tidak pernah di sengaja oleh Desi sebelumnya.

Setelah dirasa Sisi sudah cukup tenang, Desi memberanikan diri untuk bertanya pada Sisi. “Sisi, apa kamu mau menceritakan suatu hal padaku?” ucap Desi dengan sangat hati-hati. “Des, ini tempat kenanganku dengan Kak Andra. Kamu lihat ukiran yang ada pada batang pohon tadi? Itu tanggal pertama kali aku datang ke tempat ini bersama kak Andra. Dan huruf S&A itu adalah inisial nama kita. Dan yang sejak tadi mengikuti kita di Mall itu ternyata Kak Andra. Terus yang mengirimiku pesan dengan nomor misterius itu juga Kak Andra” ucap Sisi sambil mengingat keanehan yang selama ini terjadi. “dan tadi pagi, aku dengar di chanel radio. Ada seorang Pria yang menyanyikan lagu Rindu untuk bidadari Hatinya. Kamu masih ingat dengan panggilan Bidadari Hati?” lanjut Sisi dan bertanya pada Desi. Desi pun berfikir sejenak. Dan Desi ingat dengan kata-kata Bidadari Hati. “itu panggilan pemilik nomor misterius itu untuk kamu kan? Jawabnya. “hem iya, pemilik nomer misterius itu adalah kak Andra. Sisi masih tak percaya, mengapa Kak Andra melakukan hal ini.

“Sisi..” ucap seseorang dari balik punggung Sisi dan Desi. Secara bersaman pun mereka membalikan tubuh mereka ke arah suara itu. melihat sosok Pria yang ada di depannya saat ini, Sisi langsung berdiri. “ini pasti yang namanya Kak Andra” ucap Desi dalam hatinya. Desi mengerti, pasti Sisi dan Kak Andra butuh waktu untuk berbicara berdua. Dan akhirnya Desi memutuskan untuk menjauh sejenak. “mau apa Kakak disini?” ucap Sisi dengan nada kesal. “Kakak mau bicara sama kamu” jawabnya singkat. Dan Sisi pun bersedia untuk berbicara pada Pria yang biasa di panggilnya Kakak itu.

Saat ini mereka duduk di dekat Pohon besar dimana nama mereka terukir disana. “kakak mau minta maaf” ucap Andra dengan menatap lurus ke depan. Sisi tak menjawab sepatah kata pun. Mulutnya terasa terkunci dan tak kuasa untuk digerakan. Matanya yang sejak tadi sudah sembab karena air mata pun harus kembali mengerluarkan air matanya. “kakak gak bermaksud buat kamu sakit hati atau apapun. kakak Cuma mau melakukan yang terbaik buat kamu Si” lanjutnya. “melakukan yang terbaik gimana kak? Kakak tinggalin aku gitu aja, itu namanya melakukan yang terbaik buat aku? kakak tau, hidup aku hancur gara-gara kakak. Semenjak setahun lalu itu, aku benar-benat seperti orang gila yang tak tau tujuan hidup. Aku merasa, dunia aku gak sempurna sejak kakak pergi” ucap Sisi dengan air mata yang terus menerus menetes. “Kakak ngelakuin itu karena kakak gak sanggup melihat kamu sama orang lain. Hati kakak sakit Si saat melihat kamu berdua dengan Pria lain. Kakak tau, ini gak wajar. Karena kakak bukan siapa-siapa kamu. Tapi rasa cemburu ini menurut kakak sangat wajar, karena kakak sayang sama kamu Si” ucap Andra yang kini mulai menatap Sisi. Mereka pun kini saling bertatapan. “Pria yang kakak lihat saat itu adalah teman aku. Kelvin namanya. Harusnya kakak bisa Tanya dulu ke Sisi sebelum pergi gitu aja” ucap Sisi dengan perasaan yang masih terasa sesak. “Si, kakak sayang sama kamu. Selama ini kakak selalu memperhatikan kamu. Setiap kamu jalan sekolah, pulang sekolah, atau pergi kemana pun. Bahkan kakak selalu tau, kalau kamu sering keluar malam hanya untuk duduk di taman ini” ucap Andra lagi. “kakak selama ini ngikutin aku?” Tanya Sisi heran. “hem iya..” jawabnya singkat. “kenapa?” Tanya Sisi lagi. “karena kakak gak mau terjadi sesuatu sama kamu. Maka itu kakak selalu ikutin kamu selama ini. dan ternyata akhir-akhir ini kakak selalu ketauan sama kamu” jawabnya. “Si, apa bisa kita kaya dulu lagi?” lanjutnya dengan memegang tangan Sisi. “kaya dulu gimana” Tanya Sisi dengan polosnya. “ya bisa jalan bareng lagi, bercanda, pokoknya menghabiskan waktu bersama-sama” jawabnya dengan penuh harap. Sisi pun berfikir sejenak. “iya, aku mau kak” ucapnya seraya memeluk Kak Andra. Kak Andra pun membalas pelukan bidadari hatinya itu dengan hangat.

Kini Sisi sadar, kadang rasa suka terhadap seseorang itu bukan hanya sekedar di rasakan tapi juga harus di ungkapkan. Agar tidak ada rasa menyesal di kemudian hari. Hem dan satu pelajaran yang dapat dipetik dari kejadian ini. sedih itu wajar, tapi kalau tiap hari sedih itu baru tidak wajar. Keep moving on! jangan terlalu terpuruk jika orang yang kita sayangi bahkan kita cintai pergi begitu saja meninggalkan kita. Percaya aja, jika Tuhan mentakdirkan kita untuk bersamanya dia pasti akan kembali lagi dengan kita.

TAMAT!

Cerpen Karangan: Risdatul Zulfiah
Facebook: zrisdatul[-at-]yahoo.com
namaku Risdatul Zulfiah
aku kelas 3 SMK di SMK Daarul Uluum
nama Facebook ku: Risdatul Zulfiah
Twitter: @risda_zulfiah

Cerpen Setahun Lalu (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabatku Seorang Penyihir

Oleh:
Claire menghela nafas kelelahan. Seperti biasa, di hari libur ia melakukan aktifitas olahraga pagi dengan cara jogging di taman kota. Di bawah pohon taman yang cukup rindang itu, Claire

Murid Baru

Oleh:
Pada sabtu pagi yang cerah aku bangun dari tidur ku dan menuju kamar mandi untuk cuci muka dan berudhu untuk melaksanakan shalat subuh, setelah itu aku membereskan tempat tidur

Buku Diary Yona (Part 1)

Oleh:
Hari ini angin bertiup cukup kencang, membuat suasana menjadi dingin. Yona duduk di atas rumput basah yang terkena embun pagi. Seperti biasa dia akan duduk di taman belakang sekolah

Sahabat Kecilku

Oleh:
Dulu waktu masih aku SD dan SMP aku mempunyai 4 orang sahabat yang selalu setia bersamaku. Mereka adalah teman dari kecilku mereka adalah Hairil, Hasby, Jafar dan Untung. Pernah

Penyesalan Tiada Arti

Oleh:
Pagi ini sunguh indah, matahari yang mulai menjajaki kaki langit memberikan warna keemasan yang begitu angun, semilir angin pagi yang sunguh menenangkan menambah kesempurnaan di pagi yang hangat ini.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *