Setangkai Bunga Persahabatan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 20 June 2016

Namaku Andrea, aku bukan tipe perempuan yang feminim. Entah kenapa, aku merasa nyaman dengan penampilanku yang sekarang, menggunakan kaos dengan celana setinggi lutut. Oh ya, aku punya seorang sahabat karib, namanya Elly. Dia sangat berbanding terbalik denganku, dia adalah sosok yang sangat mengutamakan penampilannya.

“Pagi Andrea, tumben berangkatnya pagi.” Sapa Elly
“Iya, aku udah bosan kamu kasih julukan ‘ratu telat’.” Jawabku
“Paling cuma hari ini doang yang nggak terlambat” ledek Elly padaku.

Hal ini yang membuatku senang memiliki sahabat sepertinya, dia selalu membagi tawanya untukku.

“Ell, sebentar lagi kita akan naik kelas 9, lalu kita lulus dan meninggalkan sekolah ini. Apa kita akan tetap bersahabat?” Pertanyaan ini selalu timbul di benakku, entah kenapa aku merasa takut kehilangan sahabat sepertinya
“Andrea, bukankah aku sudah bilang padamu, aku akan menjadi sahabatmu selamanya, dan akan terus begitu” jelas Elly padaku.
“Sudahlah, kenapa tiba tiba kau jadi seperti ini? Sejak kapan kau punya hati selembut ini?” Sambung Elly seolah olah meledekku
“Jangan meledek kamu Ell, aku juga punya sisi hati yang lembut” gerutuku pada Elly

Tak terasa, waktu terus berjalan. Hari ini adalah hari pertama kakiku menginjak lantai kelas 9 yang tampak sunyi dan asing bagiku.
Memang, di sekolahku saat kenaikan kelas, maka setiap murid dari kelas yang berbeda akan digabung. Padahal, aku hanya mengenal murid satu kelasku saja, untung saja aku masih satu kelas dengan Elly. Jika tidak, mungkin aku hanya bisa diam dan akan tetap diam.

Hari berganti hari, disini aku hanya memiliki satu teman saja. Dia adalah sahabat karibku sendiri, Elly. Aku ingin memaksakan diriku untuk bergaul dengan yang lainnya, tetapi aku tak bisa. Entah kenapa, aku hanya ingin berteman dengan Elly saja, aku takut aku akan melupakannya jika aku memiliki banyak teman.

Tetapi aku salah, aku benar benar salah membuat keputusan ini. Saat aku mulai terbiasa dengan aroma khas kelas ini, saat kaki ku sudah mulai terbiasa melangkah menuju kelas ini. Aku merasa ada badai yang menerbangkan semua kebhagiaanku, menerbangkan semua tawaku. Kini, Elly sahabat karibku telah melupakanku, setelah ia mendapatkan teman baru yang mungkin lebih baik dariku.
Kini aku merasa sendiri di kelas ini, aku benar benar merasa sendiri.

Saat ku coba menghampiri Elly, yang dulu kusebut sebagai sahabat, dan akan terus kusebut sebagai sahabat. Seketika itu kakiku menjadi kaku, bahkan untuk menyapanya saja aku tak bisa. Tetapi terus kupasakan diriku untuk melangkah menghampirinya. Aku tak bisa terus seperti ini, aku harus meminta jawaban darinya, aku adalah sahabatnya atau hanya sebutan “sahabat” baginya.

“Ell, kalau ada waktu senggang aku boleh bicara sebentar?” kataku padanya
“Maaf, hari ini aku nggak bisa. Aku ada janji dengan Vie” jawabnya sambil membereskan buku bukunya

Ya, Vie adalah teman barunya yang kini menduduki posisi sebagai sahabat

“Ell, kenapa kamu jadi seperti ini? Apa aku ini bukan sahabatmu yang tak bisa bicara denganmu walau satu detik saja” bentak ku padanya
“Andrea, kamu adalah sahabatku. Bukankah aku sudah mengatakan ini berulang kali padamu?” Jawab Elly
“Ya, aku memang sahabatmu. Tapi bukankah itu hanya sebutan saja? Mungkin disini aku yang salah, aku yang tak tau apa itu arti sahabat yang sebenarnya. Dengan mudah aku memberimu kepercayaan untuk menjadi sahabatku”

Aku pun pergi meninggalkannya, membuat Elly jauh berada di belakangku. Aku sudah merasa tenang, aku dapat berbicara lagi dengannya walau itu juga berarti sebuah perpisahan.

Sementara Elly, perkataanku selalu timbul di benaknya. Walau perkataanku memang penyakitkan, tetapi perbuatannya padaku jauh lebih menyakitkan

Perlahan-lahan, Elly mulai sadar akan perbuatannya

“Sejahat inikah aku selama ini?” Batinnya serasa menyesal.
“Aku harus meminta maaf pada Andrea” pikir Elly

Entah kenapa aku menjadi malas pergi ke sekolah. Aku malas bertemu dengan Elly. Ditambah esok adalah ulang tahunku, biasanya Elly yang memberikan ucapan pertama kali
Sesampainya di kela, Elly menghampiriku

“Andrea, kamu ada waktu nggak untuk besuk? Bagaimana jika kita bertemu di taman depan rumahmu besuk pagi?” Ajak Elly padaku
“Ya, besuk pagi kita bertemu disana” jawabku

Entah kenapa bibirku tak mampu untuk menjawabnya tidak, sebenarnya jauh di lubuk hatiku aku masih menganggap Elly sebagai sahabatku.

Esok hari pun tiba. Aku melangkahkan kakiku ke taman depan rumahku, aku melihat Elly sudah berada disana. Ia tampak cantik dengan gaun bewarna merah muda dengan rambut hitam yang terkibas.
Elly memberiku setangkai bunga kesukaanku, bunga
mawar.

“Apa ini?” Tanyaku pada Elly
“Ini hadiah untukmu, aku tidak lupa dengan hari ulang tahunmu. Maafkan aku ya Andrea, aku tidak bermaksud untuk melupakanmu. Aku berjanji padamu aku akan selalu bersamamu” kata Elly padaku
“Aku tidak marah jika kau memiliki teman baru, hal yang membuatku marah adalah begitu mudahnya kau melupakanku” kataku
“Bukankah kita masih bersahabat?” Tanya Elly padaku
“Kita adalah sahabat dan akan terus menjadi sahabat” bisikku di antara kibasan rambutnya

Cerpen Karangan: Khansa Zhafira
Facebook: Khansa Zhafira

Cerpen Setangkai Bunga Persahabatan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cerita Weekend

Oleh:
Mungkin bagi sebagian orang cara kami gila. kami adalah 7 sahabat yang punya banyak cara gila untuk ngabisin weekend bareng. Kami akan memperkenalkan nama kami kepada kalian semua. Pertama,

Dari Musuh Jadi Sahabat

Oleh:
Chesya, itulah nama gadis ini. Dia itu gadis yang sangat cerdas berprestasi baik, lemah lembut, sopan santun, rajin, ramah, dan jujur. Dia anak orang kaya raya yang rendah hati

Tiga Rantai Melingkar

Oleh:
Ini dunia yang indah diselubungi oleh banyak warna. Dari yang putih untuk mensucikan kuning untuk keceriaan sampai yang hitam untuk keburukan. Seperti itu persahabatanku. Kami, kami bertiga. Aku, Diki

Rindu Senja

Oleh:
“Sahabat akan selalu memberikan yang terbaik tapi kadang keegoisan menutupi kebaikan yang diberikan sahabat pada kita jadi apapun yang terjadi jangan sampai hanya karena egomu saja kamu kehilangan sahabatmu”

Cinta Sejati Sebagai Sahabat

Oleh:
Percayakah kamu akan hadirnya cinta sejati? Semua orang pasti mempunyai pendapatnya masing-masing dan alasan yang berbeda pula. Perbedaan juga biasa muncul dalam topik-topik tertentu yang nantinya akan di bahas,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *