Si Tomboy

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 10 October 2015

Ini ceritaku saat aku masih kelas 6 SD. Sinar matahari menyinari duniaku. Saatnya aku ke sekolah pukul 7.00. Sebelum ke sekolah, aku sisiran merapikan rambut pendekku seperti laki-laki. Memakai dasi berwarna merah, kemeja berwarna putih, kantong kemeja yang berlogo SD dan celana panjang merah. Tidak lupa aku memakai sepatu Converse all star berwarna biru dan memakai tas camo berwarna hitam. Sepedaku bmx yang berwarna putih akan segera ku kendarai ke sekolah.

Sesampai di sekolah aku bertemu sahabatku Joe, Okky, Ryan, dan Satrio.
“Woy bro gue barusan dapet info.” Ucap Joe mengkagetiku dari belakang sambil menepuk pundakku.
“Info apaan joe?” Tanyaku yang sedang menyetandari sepeda bmx-ku.
“Kata Pak Ujang ada turnamen futsal di Bahari Tapos.” Jawab Satrio
“Males ah gue belum siap buat turnamen futsal. Nilai gue masalahnya masih jelek.” Ucapku malas dan tidak niat.
“Eh sekali kali kek lo ikut futsal jangan pramuka, pramuka dan pramuka terus!” Bentak Joe
“Kalau gue gak mau jangan dipaksa dong! Gue lagi bad mood nih!” aku membentak balik Joe
“Udah deh Joe mending kita cari yang lain aja.” Bisik Ryan si gendut
“Tapi menurut gue dia futsalnya paling bagus dibanding wanita lain.” Bisik balik Joe.
“Kringg…. kringgg…” Suara bel.
“Udah masuk tuh gue duluan ya. Sukses deh turnamennya!” Ucapku dengan nada datar.

Lalu, aku berjalan menuju kelasku yaitu 6 c di ujung dekat Ruang komputer.
Sesampai di kelas, aku melihat teman sekelasku yang sedang ngegosip tentang Ujian Nasional.
Biasanya, aku duduk bersama Satrio. Tetapi, sekarang aku duduk bersama Rio. Baru kali ini aku duduk bersama Rio.
“Ken, lo gak duduk sama gue?” Tanya Satrio.
“gak.” Jawabku sambil mengrapikan tas.
“Kenapa memangnya?”
“Pikir coba deh.” Kataku sambil pergi meninggalkan kelas.

Bu Nilva pun datang membawa buku Bahasa Indonesia, IPA dan Matematika. Aku pun salim bersama bu Nilva. Bu Nilva duduk menerangkan IPA tentang adaptasi. Tiba-tiba saja Devi mengetuk pintu kelasku.
“Permisi bu. Niken kamu dipanggil Pak Ujang di kantor.” Ucap devi dengan nada pelan.
Aku pun berdiri dan berjalan menuju kantor. Di sana ada Joe, Ryan, Farhan, Fadhil dan Reka.
“Niken, mengapa kamu tidak ingin ikut turnamen futsal?” Tanya Pak Ujang yang sedang menganalisis nilai Penjaskes.
“Saya takut nilai saya turun pak. Soalnya, akhir-akhir ini saya sering turun nilainya.” Jawabku.
“Pokoknya bapak minta kamu mau atau tidak mau harus ikut turnamen futsal.” Paksa Pak Ujang.
Lalu, aku menyerah.
“Tuh kan lihat sendiri?” Tanya Joe.
“Iya deh iya.” Kataku sinis.
“Gitu dong bro itu Friend” Kata Ryan yang lebay.

Keesokan harinya.
“Ini dia tim futsal dari SDN Ciriung 04 dan SDN Ciriung 02. Mana tepuk tangannya untuk Cifour?” Tanya wasit.
“Hoooo Nikennn Joeee Fadhill!!!” Sorak semua.
“Mana tepuk tangannya untu Citwo??”
“Horeee Tiooo” Sorak c2c.
Waktu demi waktu cifour dan citwo akan bertarung dalam futsal.
“4-4”
“Ken lo aja deh coba yang ngegolin gue gak tahan nih” Ucap Joe mendesah.

Saatnya aku gol kan demi tim sekolahku sendiri. Dengan tenagaku yang paling dalam aku keluarkan dari betisku. Lalu akan ku keluarkan isi betisku ke dalam bola.
“GOOOOOOOLLL!!!” Teriak semua.
“Dan akhirnya cifour mencetak 5 dan citwo 4. Tepuk tangan untuk Cifour.” Kata wasit.
Ini adalah momenku paling indah terakhir di SD. Walaupun kita berpisah dalam SMP yang berbeda. Sepatu futsalku yang tertulis “JOSRN Joe, Okky, Satrio, Reka, Niken” tak akan pernah ku cabut. Mulai sekarang aku tahu pengorbanan untuk sahabat sangatlah mudah apabila kita laksanakan dengan lapang dada.

Cerpen Karangan: Niken Yeckti Rachmahatmi Adiputra
Blog: http://nikenyecktiradiputra.blogspot.com
Facebook: Alditsa Niken Sadega Episode II
Twitter: @MNikenYRadiputr
Di hidupku hanya satu. Berpikir positif. Dengan berpikir positif, hidupku indah terang dan jernih. Menulis adalah salah satu caraku untuk mengungkapkan apa yang ku rasakan selama ini.

Cerpen Si Tomboy merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perjuangan Tanpa Pandang Bulu

Oleh:
Memulai hari baru dengan sebuah senyum yang tersimpul dari bibir mungilnya. Tidak salah lagi senyuman yang ikhlas dari lubuk hatinya terpancarkan lagi setelah sepekan dia terbelenggu oleh perasaan bersalahnya

Friend Forever

Oleh:
“Will you merry me?” Hatiku berdegup cepat mendengarnya, tubuhku membeku dalam sekejap dan ingin sekali aku jawab, “Yes. I do”. Namun, pertanyaan itu ditujukan bukan untukku, melainkan untuk wanita

Ilmy Berbohong

Oleh:
“Assalamualaikum! Bun! Pah! Dek Dhesmi!!!” salam Ilmy (baca:ilmi) seraya membuka sepatu di depan pintu. Ia sehabis pulang sekolah. “Waalaikum salam, kak Ilmy!!” jawab Adik kandung Ilmy yang masih TK,

Sahabat Sejati

Oleh:
“Kring… kring… kring” Alarm jam kesayanganku berbunyi buat bangunin aku. Aku langsung meloncat dari ranjangku lalu mandi. Habis mandi seperti biasa aku langsung berangkat sekolah. Di sekolah, aku langsung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *