Sore Hari di Pantai Kuta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 28 January 2020

Hai! Namaku Malika Nattaya. Orang asli Bali. Sekarang aku sedang di Pantai Kuta. Menikmati angin sore. Sore ini sangat cerah. Aku menulis sesuatu di pasir menggunakan kayu. ‘Malika dan Erin’ itu yang kutulis. Erin adalah sahabatku. Nama lengkapnya adalah Erina Matthew. Sekarang dia sudah menemui sang kuasa. Aku teringat kejadian itu. Mataku mengalir.

“Malika!!!” Erin berteriak saat aku sedang menangis di pantai ini. Aku tidak menghiraukannya.
“Hey! Kenapa kau menangis?” Tanyanya. “Baju ibu hanyut di laut” kataku. Aku takut dimarahi ibu. “Akan aku ambilkan!” Erin melepas bajunya. Dengan leging dan kaus ia berenang ke laut, padahal waktu itu sudah hampir malam. Aku terus menunggu dengan cemas. Sampai seorang nelayan datang menghampiriku. “Adek ngapain malam-malam disini?” Tanyanya. “Bapak akan melaut? Tolong carikan teman saya, dia dari sore belum kembali” aku dengan gelisah menjelaskan. Bapak itu mengangguk. Aku disuruh menunggu di rumahnya.

Esok pagi bapak itu kembali dengan Erin. Aku sangat senang. Tapi raut wajah bapak itu tidak senang. “Maaf dek, teman adek sudah ditemukan mengambang di air. Dan dia sudah pergi” bapak itu berkata dengan wajah tertunduk. Aku tak percaya akan hal ini. Sahabatku pergi karena aku!. Aku menyesali perbuatanku untuk tidak melarangnya. Aku menangis sejadi-jadinya saat itu.

Kini pantai ini adalah saksi bisu persahabatan kami, dan untuk pengorbanan Erin. Semoga kau tenang disana Erin!
SELAMAT JALAN ERIIN!!!

Cerpen Karangan: Naira Khansa Nabila
Hai! Sorry banget kalau cerpen aku jelek.

Cerpen Sore Hari di Pantai Kuta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Everyone Needs a Friends

Oleh:
Namaku Sara, aku adalah siswi baru angkatan ke-3 tahun pertama di SMP Diakonia 1 pekanbaru, aku dapat sekolah di SMP elit ini tentu dengan usaha yang menguras otak dan

Antara Aku dan 2 Dimensi

Oleh:
Angin berhembus sembari berjalan melalui celah-celah gedung perkantoran di kotaku. Sejuknya angin dan cerahnya mentari membangunkanku dengan lembutnya. Suara kendaraan yang mulai berlalu lalang di depan rumahku seakan-akan memaksaku

Separuh Aku

Oleh:
Dan terjadi lagi… Kisah lama yang terulang kembali… Kau terluka lagi… Dari cinta rumit yang kau jalani… Namaku Cakka Nuraga, cowok yang amat sangat beruntung bisa memiliki sahabat seperti

Homecoming

Oleh:
“Kemana katamu?” Sam melotot sejadi-jadinya mendengar ucapan Owen barusan. “Hutan, kataku,” tegas Abangnya. “Kita pergi ke hutan besok pagi, mencari Tessa.” “Kau gila!” dengan itu Sam buru-buru menuju sepedanya

Pekerjaan Di Hari Minggu

Oleh:
Hari ini adalah hari minggu, saat aku bangun aku melihat selembar kertas di meja belajarku. kuambil kertas itu. “Surat dari siapa ini ya?” tanyaku. Saat ku Buka Surat itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Sore Hari di Pantai Kuta”

  1. Naira Charesta says:

    Bagus kok ceritanya,semangat terus Naira.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *