Surat Menjadi Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 19 August 2016

Aliqa sangat suka sekali membuat cerpen. Sampai-sampai, ia mengikuti lomba membuat cerpen di sebuah majalah. Ia mengirim cerpen buatannya melalui surat. Beberapa hari kemudian datanglah seorang tukang pos di rumah Aliqa.

“Ini surat untuk anda, mohon tanda tangan di bawah ini” pinta tukang pos. Aliqa langsung menanda tangani sebuah kertas. Setelah itu tukang pos pun pergi. Aliqa pun segera ke kamarnya dengan perasaan senang. “Ahaa… Pasti ini surat pengumuman lomba cerpen. Eits… Tapi tunggu, nama aku kan ALIQA CARRISTA kok disini ditulis AQILA CLARISA. Terus alamatnya kan harusnya JL. SATELIT no. 6C, kok ditulis no. 4C. Aneh deh” kata Aliqa. (Maklum, surat itu kan nomornya pakai angka romawi, nah angka romawinya 6 kan VI, kalo 4 IV. Makanya ketukar, kan hampir sama). “Gimana, kalau aku cari deh pemilik surat ini, barangkali surat aku ada di dia” pikir Aliqa. “Aliqa, ayo makan. Soup Ayam Sosis kesukaan kamu udah jadi loh” teriak Mama Aliqa dari ruang makan. “Iya, Ma” jawab Aliqa yang berteriak juga.

Di Ruang Makan
Aliqa memakan Soup Ayam Sosis dengan lahap. “Akhirnya habis juga. Ma, makanannya kan udah spesial, minumnya juga donk. Masa iya minumnya air putih?” Aliqa manja. “Di dapur ada Jus Alpukat buatan mama tuh, enak loh. Ambil aja kalau mau” Aliqa langsung mengambil segelas Jus Alpukat di dapur, lalu kembali lagi ke ruang makan. “Ma, Aliqa mau bilang, nih” ucap Aliqa lalu minum Jus Alpukat. “Bilang aja” “Aku mau cari alamat ma, deket kok alamatnya dari sini” “Cari alamat? Buat apa?” Tanya Mama kepo. “Itu ma, tadi ada kiriman surat, terus ternyata itu bukan punya Aliqa. Makanya Aliqa mau cari alamat, barangkali surat Aliqa ada disitu” Jelas Aliqa. “Boleh, deh. Tapi hari Minggu ya?” “Sipp”.

Tibalah hari Minggu
Aliqa menaiki mobil yang dikendarai oleh supir pribadinya. “Pak, ke Jalan Satelit no. 4C ya? Jangan salah loh” ucap Aliqa kepada supirnya. “Siap non” Supir Aliqa langsung menyalakan mobilnya, lalu mobil itu jalan.

Beberapa saat kemudian
“Non, udah sampai nih” Ucap Supir Aliqa memberi tahu. “Ya udah, bapak tunggu disini aja, jangan kemana-mana ya! Aku mau masuk”. Aliqa langsung menekan bel yang ada di sebelah pintu masuk. Tiba-tiba seseorang seumuran Aliqa membukakan pintu. “Bisa saya bertemu dengan Aqila?” Aliqa bertanya. “Iya, saya sendiri” “Apa ini suratmu?” “Iya ini suratku. Oh iya, namamu Aliqa ya? Suratmu ada di aku” Jelas Aqila sambil memberikan sebuah amplop. “Ternyata nama kita hampir sama ya, sampai-sampai surat saja bisa tertukar” Ucap Aliqa sambil membuka amplopnya. “Iya, kalau boleh tau, amplopmu isinya apa ya?” Tanya Aqila. “Boleh, ini isinya pemenang lomba cerpen. Apa? Aku juara ke-1 pemenang lomba cerpen yang mendapat hadiah uang 1 juta rupiah, tiket ke waterpark gratis, serta 1 paket peralatan sekolah” Aliqa tidak percaya. “Selamat ya, Aqila. Eh maksudku Aliqa… Hehehe” “Terima kasih, Aqila. Bagaimana kalo kita bersahabat?” Tanya Aliqa “Boleh, kapan-kapan aku ke rumahmu ya?”

Sejak saat itu Aliqa dan Aqila bersahabat walau mereka beda sekolah.

SELESAI

Cerpen Karangan: Nisrina Kamiliya
Hai namaku Nisrina Kamiliya Riswanto
Aku anak ke-1 dari 3 bersaudara
Aku lahir pada tanggal 25 Juni 2005
Sekarang aku kelas 5 di SDN Manukan Kulon 3 Surabaya

Cerpen Surat Menjadi Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pancake

Oleh:
Rayna dwi putri itulah nama panjangku, panggil saja aku rayna. aku bersekolah di SDN BRAWIJAYA JAKARTA. aku mempunyai 2 sahabat namanya, Aul dan Cahya, aku sekelas dengan sahabatku. Di

Krupuk dan Gigi

Oleh:
Pagi itu, Fini sudah bersiap mengikuti lomba makan krupuk. Gak tau kenapa, tapi katanya pengin aja, gitu. Tapi sayangnya, lomba itu akan diadakan pukul 09.00 (sekarang 07.00). Butuh waktu

Nikmatnya Subuh

Oleh:
“Nabila bangun!!! Sudah siang” teriak ibu dari ruang makan. Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 06.00 tepat. Tetapi aku tidak terkejut sama sekali, karena aku sudah terbiasa bangun kesiangan. langsung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *