Tak Disangka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 July 2017

Namaku Felicia. Teman-temanku biasa memanggilku Feli. Aku duduk di bangku SMA kelas 10, atau kelas X. Aku juga sangat menyukai musik sejak aku kecil. Hobiku adalah bermain musik dan bernyanyi. Disamping itu, aku juga gemar menulis. Aku memiliki 2 orang sahabat di kelasku. Dari awal mengikuti MOS, kita berkenalan dan menjadi sangat akrab.

Saat awal masuk SMA, aku mengikuti beberapa tes yang diselenggarakan di sekolahku. Salah satunya adalah pembagian jurusan. Dan aku sangat bersyukur mendapat jurusan yang aku inginkan. Setelah itu, pembagian kelas pun dilakukan dan aku langsung menuju ke kelas yang disebutkan. Saat aku masuk kelas pertama kali, aku melihat ada salah satu temanku yang segugus denganku. Namanya adalah Nabila. Aku awalnya lebih dekat dengannya dibanding teman yang lain. Kita sering sekali mengobrol, bercanda, curhat dan sebagainya sampai sekarang. Bahkan hal-hal kecilpun tak jarang menjadi topik pembicaraan kita. Nabila mempunyai sahabat sejak SMP yang sekelas juga denganku. Maka dari itu aku juga jadi dekat dengannya, namanya Salsha.

Nabila sering cerita padaku mengenai apapun. Aku juga sering mendengar ceritanya dan memberinya saran. Tak jarang, aku juga sering menceritakan ceritaku padanya. Salsha pun begitu. Kami bertiga sering sekali curhat. Meskipun kami dekat, tetapi kami tidak duduk bareng atau jarak tempat duduk kami dekat. Karena awalnya sistem pembagian kursi “siapa cepat dia dapat” ya walaupun setiap minggu selalu di “rolling” tetap saja tidak sedekat teman yang duduk di depan atau belakangku.

Suatu waktu, Nabila menceritakan bahwa ia mulai menyukai salah satu temanku yang duduknya tepat di belakangku. Namanya adalah Juan. Yap! Betapa kagetnya aku mendengar hal itu! Berkali-kali aku menanyakan pada Nabila apa dia bercanda. Dan dengan tegas dia katakan tidak. Aku sangat tidak percaya karena Juan adalah cowok “super cuek” yang pernah kukenal. Percaya ataupun tidak, ia hanya memiliki 1 mantan pacar yang tidak kuketahui di mana ia sekolah. Setiap kali aku dan temanku bertanya, pasti ia mengganti topik pembicaraan. Seiring berjalannya waktu Nabila sering menceritakan bahwa ia sangat menyukai dan jatuh cinta pada Juan. Aku yang mendengarnya hanya tersenyum dan berkata “terserah lu, setau gue Juan itu super cuek, Bil. Tapi apapun keputusan lu gue dukung! Semangattt!”

Seiring berjalannya waktu pun, aku, teman sebangkuku yang bernama Tina, Juan dan juga teman sebangkunya yang bernama Dito semakin dekat. Kami mulai sering bercanda, mengerjakan tugas bersama dan tak jarang kami 1 kelompok. Yang aku tahu, Juan dan Tina sering berantem dan ribut. Itu yang membuat kelas kami sering tertawa dan tak jarang meledek mereka berdua. Dan itu berjalan lumayan lama. Tak jarang juga Nabila cerita padaku bahwa ia kadang cemburu karena melihat Tina dan Juan suka bercanda dan jadi bahan ledekan. Aku bingung dan tidak enak, karena aku juga sering meledek Tina dan Juan. Ya walau aku sering meminta maaf dan menjelaskan pada mereka berdua bahwa kita hanya bercanda.

Hari demi hari, kita berempat semakin dekat. Aku, Tina, Juan dan Dito sering “ledek-ledekan” mengenai hal-hal lucu yang tak jarang mengundang tawa 1 kelas. Tapi lama-lama, mulai muncul gossip yang mengatakan bahwa Juan dan aku mulai dekat. Banyak dari mereka yang mengatakan itu. Hingga salah satu temanku yang lain, mengatakan padaku “Fel, sadar ga sih lu Juan itu suka sama lu” dengan kaget dan tegas aku menjawab dengan cepat “ngaco lu nat! jangan fitnah. Juan kan sama Tina. Gimana sih lu” dan dia hanya menjawab “kita liat apa omongan gua dan temen-temen bener apa ga”

Aku sangat tidak percaya akan hal itu. Perasaanku campu aduk antara kaget dan sangat merasa tidak enak pada Nabila. Hampir setiap hari aku dan Juan diledek, yang aku harapkan Juan langsung mengklarifikasi bahwa dirinya tidak menyukaiku atau kita hanya sebatas teman, tetapi tidak. Ia malah diam saja. Aku berkali-kali teriak dan marah saat temanku meledek kita. Bahkan tak jarang aku ngambek pada mereka. Apa kalian pernah mengalami kejadian yang sama denganku? apa kalian mengerti rasanya difitnah seperti ini?

Berkali-kali aku menjelaskan kepada semua teman-temanku bahwa aku dan Juan hanya sebatas teman. Mereka tetap mengatakan “liat aja nanti” sampai titik kemarahanku berada di puncak, aku hanya terdiam dan langsung mengajak temanku yang aku anggap sebagai “biang” dari fitnah ini untuk berbicara. Aku mengatakan dengan sejujur-jujurnya bahwa aku tidak menyukai Juan. Aku dan dia hanya sebatas teman. Berulang kali aku menjelaskan dan sampai akhirnya ia mengerti dan berhenti.

Aku jadi sangat tidak enak pada Nabila. Aku bukan seorang “penikung” aku tidak tahu kapan hal ini terjadi. Aku difitnah! Entah kapan semua ini berakhir. Tetapi, aku bersyukur sekarang semua mulai reda. Aku juga sudah menjelaskan pada semua temanku termasuk Nabila dan “si biang keributan” dan teman-temanku yang lain. Akhirnya. Selesai

Cerpen Karangan: Grace Melissa
Terimakasih kalian semua yang sudah membaca! Ini cerita karanganku
Semoga menjadi inspirasi untuk kalian semua!
Follow my Instagram : @gracemelissa
Thank you

Cerpen Tak Disangka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Heart

Oleh:
Aku melangkah menuju ruang tunggu di rumah sakit ini. Ibuku melarangku untuk menemaninya berkonsultasi dengan dokter yang menangani penyakitku. Dengan bosan, aku pun menuju ruang tunggu. Kulihat tidak terlalu

De Ara Oh De Ara

Oleh:
Rio, Ya! Nama itu yang akhir-akhir ini menggelayuti pikiran gadis cantik De Ara. Sudah hampir 4 jam De Ara mengurung dirinya di dalam kamar sambil menangis sampai matanya sayu,

Shopping

Oleh:
“Wahh, asyik tuh rencana lo” teriak Farah pada Rina dan Ayu. “Rina gitu loh, pastinya dong selalu punya ide cemerlang buat shopping.” Sahut Rina seraya merapikan rambut hitam panjangnya

Bukan Benci, Tapi Takut

Oleh:
Aku tetap menahan kakiku untuk tetap berdiri di depan pintu kelas. Fikiranku berputar-putar dari itu ke itu saja. Aku merasa gelisah setelah rombongan teman-temanku mengatakan bahwa aku berhasil menjuarai

Pergilah Dengan Dia

Oleh:
Teeeeeet.. semua murid bersorak gembira setelah bel pergantian les berbunyi. Iya, guru PKN ini sangat kiler dan membosankan, siapapun akan merasa senang jika bel pelajarannya habis. Setelah bel, aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *