Taman Surga Kami

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 6 April 2014

6 orang anak itu Risa, lia, via, dina, rena dan reni. Mereka bersahabat baik sejak umur 5 tahun. Orangtua mereka juga begitu kompak. Di sekolah mereka juga selalu bersama-sama sehingga banyak yang iri kepada mereka. Sekarang mereka duduk di bangku kelas 5 sd, sd nya juga favorit loh.
“Hai teman-teman” sapa rena dengan wajah berseri-seri
“hai, tumben berangkat pagi banget biasanya kan kamu sampai di sekolah aja jam setengah 7 lewat” jawab reni
“ya udah emang kenapa sih kalau aku berangkat pagi masuk juga jam 8 kan” kata rena dengan kesal
“iya iya bercanda kaleee” jawab reni mengalah.

Tiba-tiba guru favorit mereka atau guru komputer mereka datang dan mereka langsung menyapanya “selamat pagi, bu virda” sapa mereka serempak dan salim kepada guru itu
“selamat pagi, masih sepi ya” jawab bu virda sambil tersenyum manis
“oh, ya nanti ada pelajaran komputer kan, emm nanti ulangan ya baca buku dulu sana kan masih lama” kata bu virda sambil berjalan menuju ruang guru.

Di kelas…
“Upps aku lupa aduh nggak bawa buku komputer lagi ini benar benar gaswat” ucap dina panik
“salah din, yang betul itu gawat” kata lia membetulkan
“ah, terserahlah apa aja emmm mungkin semacamnya” jawab dina yang masih panik
“aha! Kita belajar kelompok aja yuk” jawab risa penuh semangat sebenarnya dia juga lupa enggak bawa buku komputer
“ya udah yuk” jawab via dengan cepat
“emm aku boleh pinjam buku komputer kamu nggak li” ucap risa sambil nyengir
“uh, jadi kamu ngajak belajar kelompok gara-gara nggak bawa capcai deh” jawab lia sampi menepuk jidatnya
“salah lia yang betul itu capek deh bukan capcai deh” ucap ke lima sahabatnya serempak.
“Eh udah yuk lanjutin belajarnya udah jam 7 nih 1 jam lagi masuk” ucap reni.

1 JAM KEMUDIAN…
Pelajaran dimulai kali ini pelajaran matematika pelajaran yang sangat mereka sukai. Tak terasa sudah jam 10 waktunya istirahat. Ke 6 anak itu pergi ke kantin dan memesan bakso “emmm nanti ikut aku ya waktu pulang sekolah” ajak risa dengan tidak jelas karena sambil mengunyah makanannya
“telen dulu risa itu baksonya mau muncrat” ujar via.
“Iya tapi harus ikut ya” kata risa
“janji” ujar ke lima sahabatnya itu serempak.

30 menit kemudian..
“Sekarang pelajaran bahasa indonesia ya?” Tanya dina
“aduhhh kesukaan aku banget deh” ucap lia
“duhh jangan-jangan dina nggak bawa lagi” ucap risa
“yee, aku bawa tau” jawab dina.

Tak lama kemudian Pak Awang guru bahasa indonesia telah memasuki ruangan. Dan menyuruh murid murid nya berdiskusi 6 orang. Risa dan lia segera memutar bangkunya 180 derajat Berbalik ke arah via dan dina, rena dan reni juga melakukan hal yang sama “asyikkk nyontek ke via ah” kata risa tiba-tiba
“HA.. HA… HA… Cim” via yang lagi pilek itu bersin eh ingusnya keluar bersama ludahnya ke tangan dan muka risa
“ihhh jorok via” kata lia
“ihh ada ingus” ucap rena
“ha… ha… ha” tawa ke lima sahabatnya

Tak terasa sudah pukul 12.30 mereka pun pulang. Sesuai janji mereka pergi bersama ketempat yang risa maksud
“dimana sih ris?” Tanya rena
“sabar, sebentar lagi juga sampe” ucap risa dengan santai
“emm pasti taman bunga ya” tebak lia
“hehehe tumben tuh otak jalan” jawab risa
“aduh emang ada apa sih di taman bunga isinya juga pasti bunga doang” celetuk reni
“itu taman bunga kita telusuri sampe nemuin goa nanti kita masuk ke dalam aku ramalkan kalian pasti tidak berkedip sekalipun” kata risa sangat percaya diri
“masa” kata lia
“eh itu goa nya ayo masuk”.

Mereka pun memasuki goa itu, sampai di ujung goa terlihat pemandangan yang sangat indah. Ada air terjun beserta sungainya yang banyak batunya airnya juga jernih, ada ayunan dari pohon, rumah pohon ada pohon yang disatukan dengan tali yang membentuk jembatan, ada kolam ikan yang di hiasi bunga teratai. “Cantiknya andai ini rumahku akan kurawat setiap hari” ucap via
“emm enaknya taman ini kita namai apa?” Tanya lia
“bagaimana kalau secret garden” ucap rena
“tidak bagaimana kalau taman surga karena tempat ini indah seperti surga” kata via
“ide bagus li, taman surga, kita main dulu yuk” ajak risa
“ah ya ampun sudah jam 14.30 aku akan diimarahi oleh mama dan papaku” celetuk reni
“ah biarkan saja orangtua kita itu kompak kalau kau dimarahi kami juga” cuek risa
“tapi kita nggak bisa gini terus nanti kalau hari udah mau maghrib gimana kan nanti aku ketinggalan melihat pemandangan senja yang indah” ucap lia panjang lebar
“ya udah yuk pulang besok kesini lagi oke” ucap dina
“oke eh nanti malem nginep kesini yuk nanti kan orangtua kita ada pertemuan dalam satu pesta kita nginep aja, bawa perlengkapan sekolah makanan minuman snack selimut dll” ajak risa semangat
“ya udah yuk”

Malamnya…
Mama dan papa risa sudah siap untuk ke pesta mama, papanya lia, via, rena, reni dan dina juga begitu. Ketika orangtua mereka sudah sampai di rumah lia, lia mengambil perlengkapan menuju taman surga. Mereka bingung setelah sampai di goa karena gelap “aduh gimana nih ini gelap sekali aku takut kegelapan” celetuk risa
“santai aja aku bawa senter kok” ucap lia sambil mengeluarkan senternya.

Tak lama kemudian mereka sudah sampai di taman surga. Mereka segera menata dan merapihkan barang barang mereka. Setelah selesai mereka berkumpul di rumah pohon “ris, kamu sering main kesini ya?” Tanya dina “iya din tapi lama lama aku kesepian jadi aku ajak kalian saja kesini main keluar yuk ngeliat bintang yang gemerlapan gitu deh” ajak risa “ayo” kata kelima sahabatnya serempak mereka tiduran di tanah dan melihat bintang
“coba deh kalian ukir nama kalian di bintang di atas sana setelah itu tutup mata kalian bayangkan jika kita bisa meraih bintang itu” ajak risa, mereka pun menurutinya indah rasanya
“eh tidur yuk udah jam 9 nih”
“ayo”

Esok harinya
“Seru banget loh ris, nginep nya” ujar lia
“iya, aku tahu” jawab risa
“besok kamu masuk sekolah ngga ris?” Tanya via
“masuk vi, memang kenapa?”
“Nggak apa-Apa cuma nanya doang nanti kita ke taman surga ris?”
“Ih, nanya melulu nggak nanti aku nggak ke sana aku lagi males”
“loh, memang kenapa?” Tanya via berulang kali
“nggak apa-apa kok”
“yaudah jangan sedih ya ris, aku besok nggak masuk”
“loh kenapa vi?”
“Kamu tahu sarisa ngga?” Tanya via
“sarisa itu adikmu kan” kata risa
“iya dia masuk rumah sakit tapi dirawatnya itu di rumah sakit yang di jogja aku besok mau kesana soalnya adik ku memanggil nama ku terus kata dokter soninya” jawab via
“ya udah yang sabar ya vi aku doain supaya sepet sembuh” ujar risa

Tiba tiba hp nya via berdering ternyata dari dokter soni
“Assalamualaikum dok gimana keadaan sarisa?”
“Waalaikum salam keadaan adikmu sudah pulih dan sekarang orangtuamu sudah ada disini”
“Terimakasih ya dok, assalamualaikum”
“Sama sama walaikum salam”
“Ah, risa adikku sembuh” teriak via
“Alhamdulillah ya” jawab risa
“Eh tumben dina belum dateng biasanya dia lebih awal kemana sih dina kan 20 menit lagi pelajaran pak marohis aduh itu kan guru terseram yang pernah ada bahkan terlambat satu detik aja ngga boleh masuk aduh gawat” sambung risa panjang lebar
“Aku juga tau kalee” jawab via
“Hai, lagi ngobrolin apa?” Tanya lia
“Dina, kok dia belum dateng ya?” Kata risa
“emm, tadi aku pas bareng sama flora aku dapet sms dari dina nih baca deh!” Perintah lia

Isi sms itu
“Hai semuanya aku tahu pasti pada saat kalian membaca sms ini aku sudah lepas landas, aku ikut dengan orangtuaku aku nggak tau kemana kata mamaku aku akan kembali pada saat kenaikan kelas 6 dan akan selalu satu sekolah lagi dengan kalian kita bertemu di taman surga ya di dekat air terjun
Good bye semuanya”.

Tak terasa air mata mereka mengalir dan mereka sedih karena kehilangan satu sahabat mereka

1 tahun kemudian…
“Ah cepat kita kan ingin bertemu dina cepat lia” ucap rena
“Iya sabar tinggal nguncir rambut doang sih “.
Tak lama mereka segera berang kat menuju taman surga tapi disana masih kosong dina belum terlihat
“Uh, sebel kan hari ini aku ulang tahun eh jadinya dibatalin buat ketemu dina” celetuk risa
“RISAAA!!!” Teriak ke lima sahabatnya
“Apaan sih teriak teriak aja”
“Ris, aku mau ke depan dulu ya kamu disini aja!”
“Ah, terserahlah”
“Eh kalian jadi kita kasih kado apa ke risa” tanya dina yang sudah berada di depan goa
“Gimana kalau mahkota bunga kita buat sendiri”
“Kita semua tau kok cara nya ayo kita buat sekarang.”
Mereka pun membuat nya dengan teliti dan hati hati dan akhirnya mahkota bunga buatan mereka jadi

Dan mereka segera masuk ke dalam goa menemui risa yang sedari tadi menunggu mereka. Setelah masuk mereka menyanyikan lagu happy birtday untuk risa “terima kasih teman teman. dina aku merindukan mu” kata risa “iya aku tahu nih hadiah dari kami mahkota bunga tadi kita yang buat sendiri” ucap dina “terimakasih teman” kata risa. Lalu mereka berteriak
“TAMAN SURGA KAMI YANG PALING INDAH”

TAMAT

Cerpen Karangan: Charisa Dwi Santika
Hai senang bertemu kalian. Aku sangat berharap supaya cerpen ku yang ini dimuat salam kenal ‘_’

Cerpen Taman Surga Kami merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Impian Kayra

Oleh:
Halo! Namaku Kayra. Aku lahir dalam keluarga kurang berada. Aku tidak bisa sekolah karena tidak bisa membayar buku-buku sekolah. Kehidupan ini tidak akan berlangsung lama, kok. Pagi itu, aku

Akhiri Saja

Oleh:
“Maaf ya Raf, gue gak bisa. Ini terlalu cepat buat gue. Gue gak mau semuanya buru-buru. Masih ada banyak waktu…” Damn! Denger dia ngomong kayak gitu, berarti dia nolak

Blackforest Untuk Bunda

Oleh:
“Bunda berangkat ya nak!” seru Bunda. “Iya Bunda! Hati-hati di jalan, ya!” seru Ara dan Hanny. Pagi itu, Bunda Ara dan Hanny pergi ke keluar kota. Tepatnya Jakarta. Ia

Cinta Tapi Beda

Oleh:
Dua orang sahabat. Perempuan dan laki-laki saling menyayangi. Mereka berdua banyak perbedaan, namun mereka lah yang bisa menutupi perbedaan itu satu sama lain. Mungkin keyakinan mereka membisikan napas-napas cinta

Primadona

Oleh:
Aku adalah perempuan tercantik di kelasku. Jika kau bertanya pada temanku, “Siapa gadis tercantik di kelasmu?” pasti mereka akan menjawab, “Tentu saja Hellena Campbell.” Itulah aku, ya, wajahku memanglah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *