Teenager

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 13 June 2015

REMAJA. Orangtua berpikir, remaja adalah anak-anak yang belum mengerti dan tidak mengetahui apa-apa. Tapi itu, kan, dulu. Remaja zaman sekarang sudah berubah 360 derajat. Remaja sekarang bukan lagi anak-anak yang belum paham apapun, tetapi masa dimana kedewasaan mulai muncul, muncul dan terus muncul. Remaja saat ini sudah tahu banyak hal. Tapi karena saking tahunya, terjadilah dampak negatif itu sendiri.
Contohnya rok*k. Karena remaja ingin coba-coba dan ingin tahu seperti orang dewasa. Akhirnya jadi kecanduan dan menjadi salah satu hal yang wajib. Ini yang harus dihindari! Remaja adalah masa dimana kita menunjukan potensi dan bakat yang kita miliki ke dunia. Bukan untuk merusak diri sebelum dewasa.
Pacaran, sih, wajar. Paling hanya cinta monyet. Tapi kalau remaja yang pacaran sudah membicarakan atau mengurusi tentang jodoh ber jodoh. Waduhh..! Patut dipertanyakan, tuh. Masih remaja saja sudah memikirkan jodoh. Makan saja masih sama bonyok –bokap nyokap-. Muke gilee!!

Saat remaja persahabatan sangatlah penting. Untuk ajang tukar pendapat, tukar pengalaman, dan…, curhat? Boleh juga, tuh. Daripada menanggung beban sendirian. Mendingan beban itu kita lampiaskan dengan sahabat. So, sahabat akan memberi kita support dan motivasi. HATI-HATI!! Ada juga sahabat yang di depan kita manis dan di belakang kita I to the Yuhh, Iyyuhh. ADA!

Ha E double L O guys! Nih, gue. Ashilla Zahrantiara. Panggil Shilla aja keles. Remaja berusia 15 tahun. Gue pernah punya pengalaman sama sahabat gue. Ify, Via, dan Agni.
Seminggu yang lalu Rio dan Alvin bertengkar hebat di sekolah. Gak tahu, deh, penyebabnya apaan. Gue mah bodo amat. Rio itu pacar Ify dan Alvin itu pacar Via. So, karena Ify marah sama Alvin gara-gara muka Rio bonyok ditinju Alvin, akhirnya Ify juga jadi marah dan gak mau negur Via lagi. Padahal Via gak mau ikut campur urusan pacarnya dan pacar Ify. Tapi, karena Ify yang mungkin terlalu lebay, sayang, dramatisir, cinta, berlebihan atau apalah itu akhirnya Ify jadi bela-belain pacarnya itu si Rio. Padahal si Rio itu gak seberapa dan so pasti masih kecean pacar gue, Gabriel. Wuahaha!

“Angkat tangan gue lihat Ify sama Sivia,” ujar gue di kelas sama Agni sambil makan beberapa makanan ringan yang gue beli di kantin.
“Yee, lo gimana, sih. Via itu gak salah. Ify-nya aja yang terlalu berlebihan sama Rio.” Jawab Agni lalu meminum orange juice-nya.
“Tau, tuh! Rio item gitu aja dibela-belain banget,” tambah gue mendukung Agni sepenuhnya. Agni hanya mengangguk setuju.

JUJUR!
Ify egois banget. Gara-gara gue dan Agni sering sama Via. Ify juga gak mau negur kita berdua. Alhasil, gue dan Agni gak bakalan mau lagi deketin Via ataupun Ify. Ntar makin meledak!
Sumpah! Gue gak tahan banget lihat persahabatan yang udah lama ini tiba-tiba terbengkalai gara-gara pacar dan ego masing-masing. Beribu cara sudah gue lakuin buat balikin persahabatan ini. Tapi hasilnya, NIHIL!
Disaat gue hampir nyerah dan putus asa. Disitulah ada lampu hijau buat gue balikin persahabatan ini. Tuhan telah mengabulkan do’a gue. Itu artinya, Tuhan sayang gue. Ya, walaupun gue juga jarang sholat. Hehehe 😀 Sssttt!! Diam-diam aja, ya.

Jadi, lampu hijaunya gini. Kemarin pas pelajaran Bahasa Indonesia, Bu Linda nyuruh kita buat bikin pidato bertema Remaja serta Persahabatan. Isi pidato karya gue sama yang kayak di atas tadi. Cuman ada tambahannya. Mau tahu tambahannya? Ih.. males banget gue nulis tambahannya. Capek, nih, tangan sis/gan.
Dan pada hari H nya. Giliran gue yang bacain hasil karya gue di depan kelas. Bissmillah!

-pura-puranya udah siap, ya-

Seluruh kelas bertepuk tangan buat gue. Bu Linda tersenyum puas. Gue, ya, biasa aja. Gua bakalan puas dan senang apabila persahabatan gue balik lagi. Insya Allah! Pas gue duduk, gue perhatiin, tuh, sahabat gue satu-satu.
Ify: Terdiam, Via: Melongo, Agni: Mengupil. Gua yang ngeliatnya hanya bisa geleng-geleng kepala.
Pas istirahat gue keluar kelas. Kali ini gue sendiri, biasanya, kan, sama –do you know what I mind- Tiba-tiba…
“Shilla..” Ify memeluk gue. Disusul oleh Via dan Agni. “Makasih, ya, Shill. Lo udah nyadarin gue.” Sambung Ify. “Nyadarin kita!” tambah Via.
“Sumpah, tuh, pidato keren banget.” Agni buka suara. “Makasih semua. Jadi sekarang kita sahabatan lagi, kan.” Ucap gue terharu dengan rasa puas, seneng, bangga.
Ify, Via, dan Agni mengangguk menatap lekat-lekat gue dan kami saling berpelukan.

Cerpen Karangan: Sania Mulia
Blog: apaajagakjelas.blogspot.com

Nama: Sania Mulia
Kelas: VIII
Sekolah: SMP Negeri 2 Binjai
TTL: Stabat, 31 Oktober 2000
Alamat: Jl. HOS. Cokroaminoto No. 52 (Depan Masjid Raya Binjai)
Twitter: @muliasania
Facebook: Sania Mulia

Cerpen Teenager merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


10 Februari

Oleh:
Masih di sini, masih aku dan selalu aku yang untuk ke sekian kalinya bilang kamu yang terbaik dan selamanya akan jadi yang terbaik untukku. Itu lah munkin sepotong puisi

Rasa

Oleh:
Dia menangis di pundakku dengan sesegukannya. Dia, adikku satu-satunya Dania namanya. Setiap kali dia menangis rasanya aku ingin sekali marah padanya. Alasan dia menangis selalu saja sama, memalukan. Betapa

Mati Rasa

Oleh:
“…I’m sick of the tension, sick of the hunger Sick of you acting like I owe you this. Find another place to feed your greed While I find a

Semoga Berjodoh

Oleh:
Tria Yolanda, dia adalah wanita remaja yang sangat pintar. Dia selalu menjadi kebanggaan semua orang mulai dari orang tuanya, guru di sekolahnya pun sama bangganya karana ria selalu mendapatkan

Sahabat Sejati

Oleh:
Ini adalah tahun ke-5 ku di sekolah dasar (SD). Dan aku sangat senang karena aku mendapat teman-teman baru. Aku berteman dengan Febri. Sebelumnya aku dan Febri memang sudah saling

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *