Teman, Aku Bermimpi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 15 March 2013

Hari ini (12/03/2013), sahabat terbaikku cerita. Dia tumben-tumbennya memceritakan mimpi tidurnya itu kepadaku.
“mir, aku ngimpi tadi pagi. Aku ngimpi kecelakaan”
“hah? Terus kamunya gimana? udahlah gausah dipikirin. Itu Cuma bunga tidur. Ga ada arti lain mungkin”
Aku begitu tenang, begitu santai dan tak menghiraukan arti mimpi itu, karna aku juga pernah mimpi hal yang sama tapi tidak apa-apa.

Tak lama kemudian, handphone ku berbunyi. Sebuah pesan singkat masuk. Pesan dari sahabatku, imam.
“mir, imam minta maaf ya kalo imam punya salah”
“iya mam. Sama-sama, mira juga minta maaf ya”
“iya, makasih udah care”
Sore harinya, ia mengirim ku sms untuk menanyakan cuaca di daerah kuningan bagaimana? Hujan atau tidak?. Dan aku jawab “jalaksana sih hujan, tapi kuningan sih gatau”. Di balas lagi “oh gitu ya, makasih ya mir”

Tiba-tiba, saat aku sedang asyik online dan chatting bersama orang yang ku suka itu. Ku terima sebuah pesan dari nomornya tapi dalam pesan nya itu mengatas namakan pihak kepolisian yang meminta identitas tentang pemilik handphone yang mengalami kecelakaan. Itu nomor imam, nomor sahabat ku yang cerita tentang mimpinya kecelakaan. Seperti mimpi. Ya memang ini seperti mimpi. Apa aku sedang bermimpi atau berhalusinasi?. Berulang kali aku baca pesan itu. Tapi aku emang ga salah baca. Itu sms sungguhan.

Saat itu aku tak tenang. Air mata yang tak terasa mengalir di pipi ku. Langsung ku telpon temannya, namanya Yuba. Aku nangis saat menelpon dia. sulit sekali untuk bicara. Sakit, seperti ada yang menahan suara tangis ku untuk dikeluarkan.
“yuba, dapet sms dari imam?”
“engga, kenapa emang?”
“masa ada sms katanya dia kecelakaan”
“hah?! Kecelakaan? Siapa yang sms?”
“nomor dia yub, tapi mengatas namakan pihak kepolisian. Ga tenang yub. Aku takut dia kenapa-kenapa. Aku khawatir”
“udah mir, tenangin dulu perasaan kamu, tenangin fikiran kamu. Jangan dulu mikir negative. Kan kita belum tau yang benernya gimana”
“tapi yub, aku takut dia Cuma ngejailin aku”
“iya. Yuba ngerti. Makanya tenangin dulu fikirannya. Ntar dicariin infonya tentang dia”

Suasana saat itu ga karuan. Entah apa yang harus ku lakukan. Nangis? Udah nangis. Nelpon imam? Ga dijawab. Aku sms pun tak dijawab.
Semakin khawatir rasanya. Sungguh ini seperti mimpi. Aku tak mau kehilangan teman dan sahabat seperti dia. Benar atau tidak aku tak tau. Berita kecelakaan yang emang bisa dikatakan begitu membuat semuanya yang ada pada diriku diam, tertunduk, mengaku tak percaya.

“Ini sungguhan atau nggak?” itu yang selalu ku ucapkan. Masih tersirat rasa tak percaya. Semalam dia masih tertawa bersamaku, ngobrol bersama ku dan becanda bersama ku. Masa mau terpisah lagi lebih lama? Atau selamanya? aku tak mau itu. Aku tak ingin itu terjadi.
Tak ada kabar yang ku dapat tentang imam. Ku Tanya pada temannya, mereka tak tau.
“apa dia lagi ngerjain aku? Keterlaluan sekali kalo ngerjain aku sampe nangis-nangis gini”
Tapi. Itu semua suprized, dia ngejailin aku. Sukses dia ngejailin aku sampe nangis gini. Sampe pilek aku dateng lagi. Seneng dengernya kalo di engga apa-apa.

Cerpen Karangan: Mira Desiana
Blog: miradesiana.blogspot.com
Facebook: Mira AR Desiana

Cerpen Teman, Aku Bermimpi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Lama Bertemu Kembali (SLBK)

Oleh:
Malam itu Aku duduk di pinggir kolam renang rumahku, Aku bernyanyi sambil melihat bulan dan bintang bersinar dengan terangnya. Lagu yang kunyanyikan berjudul “It’s My Friendship”, lagu itu kutulis

Kembali Bersama

Oleh:
Hatiku sangat tidak tenang. Begitu juga diriku sangat tidak tega melihatnya terbaring lemah di sleeping bed. Dia adalah mbak Widya. Sekarang ia sedang koma. Hari ini yang menunggunya hanya

Kokohnya Persahabatan

Oleh:
Santi dan Diska adalah teman sejak duduk di kelas 10 SMA. Mereka berdua selalu bersama-sama, bahkan hobi mereka pun sama, dan akhirnya bersahabat. Saking akrabnya persahabatan mereka, ada salah

Medul dan Nedul (Part 1)

Oleh:
Sahabat itu harus seperti teh manis. Ada yang menjadi gula. Dan ada yang menjadi bubuk teh. keduanya harus saling melengkapi untuk menjadi teh yang baik. Terkadang salah satu diantaranya

Pesta Kejutan

Oleh:
Pagi itu saya berangkat ke sekolah dengan semangatnya, tak sabar aku ingin bertemu dengan sahabatku. Aku berjalan dari rumah menuju sekolah yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahku. Sesampai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *