Teman Baru

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Misteri, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 1 May 2018

“siapa dia?”
“apakah dia keturunan iblis”
“apakah dia murid baru di sini”
“mungkin saja”.
“katanya dia anak seorang bankir”
“masa sih seorang bankir punya anak yang seperti dia”
“positif thinking aja mungkin dia memakai lensa”
“emangnya ada lensa yang seperti itu”

Banyak orang yang sedang mebicarai kedatanganku ke sekolah ini, aku tahu mengapa mereka membicaraiku, karena aku mempunyai mata yang berwarna merah cerah, sudah beberapa kali aku pindah sekolah kesana kemari tetapi ini adalah sekolah terakhirku jadi aku berharap ada teman yang mau menemaniku di sini.

Saat aku masuk ke kelasku aku duduk di belakang permpuan yang sedang sendirian mungkin aku rasa ini kesempatanku untuk mendapatkan seorang teman.

“ehmmm.. Hai aku ada roti nih apa kamu mau” kataku kepadanya “ehhh” aku terkejut melihat penampilannya kerena dia juga sama denganku memiliki mata yang berwarna merah “apakah itu matamu yang asli?” kataku
“iya” katanya. Aku sangat senang mendengarnya karena aku akan mempunyai teman
“apakah kau mau berteman denganku?” kataku
“tentu saja” katanya

Kami pun mulai mengobrol
“namamu siapa”
“vera, namamu?”
“namaku ersa”
“jadi kamu murid baru di sini”
“ya”
“untungnya aku bisa mendapatkan teman sudah lama aku sendirian tidak ada yang mau menemaniku banyak mengataiku siluman”
“lupakan saja semua itu kita berteman ya..”
“iya”
“kamu berasal dari mana?”
“aku berasal dari belanda”
“ohh…”
Kami pun terus mengobrol dan tertawa bersama tapi aku heran kenapa anak anak pada melihatku tetapi aku menghiraukannya

Teng tong!!
“wah bel pulang sudah bunyi, kamu pulang dijemput siapa?” kataku
“aku jalan kaki saja soalnya rumahku dekat dari sini”
“ooh klo gitu aku pulang duluan ya sopir ayahku sudah menjemput”

Sesampainya di rumah
“mama aku pulang!!!”
“mama di dapur”
“ma tau gak tad~”
“ganti dulu bajumu baru cerita ke mama”
“iya deh”

5 menit kemudian
“ma tau gak tadi aku dapat teman baru lho”
“oh ya?”
“iya”
“siapa namanya?”
“vera”
“oooh beneran dia mau temanan sama kamu gak kaya kamu di sekolahan sebelumnya”
“gak kok lagian dia juga mempunyai mata kaya aku dia juga lagi dijauhin sama teman temannya katanya dia sudah 3 tahun gak ada yang menemaninya”
“3 tahun?”
“iya ma”
“yang bener?”
“bener mah”
“masa sih 3 tahun gak ditemani padahal kan sekolahnya baru dibangun setahun yang lalu”
“ehhh!! Yang bener ma”
“iya, waktu mama daftarin kamu sekolah ke situ kata kepseknya sekolahnya baru dibangun setahun yang lalu”
“dan satu lagi ma”
“apa?”
“katanya rumahnya di dekat sekolah ma”
“mana ada rumah dekat sekolahmu kan semuanya bangunan semua”
“kalo gitu ersa mau tidur siang dulu deh ma”
“oke”

Keesokannya
“vera belum datang ya?”

Beberapa minggu kemudian
“vera emang gak sekolah ya”
“hai manis!”
“ya”
“namamu siapa manis?”
“ersa”
“ooh ersa, aku mery ketua geng dari kelas ini”
“ooh kamu cantik ya mery”
“tentu saja tapi kau lebih manis”
“terimakasih”
“katanya ayahmu seorang bankir ya”
“iya”
“wah berarti kita sama dong ayahku juga seorang bankir berarti kita holang kaya”
“hehehe”

“apa kamu mau berteman dengan kami”
“aku mau sih tapi aku takut”
“mengapa kau takut manis”
“aku takut kalo aku tertimpa dengan kejadianku dulu”
“kami janji tidak akan mengkhianatimu”
“apakah itu benar”
“tentu saja kita sahabat selamanya”

“mery apa aku bisa ngomong sesuatu?”
“tentu saja apa yang mau kau ngomongi ersa?”
“apakah kamu tau anak sekolah sini yang namanya vera?”
“vera… Sepertinya aku mengingatnya tunggu dulu.. Aku ingat vera adalah korban salah satu sd ini”
“tapi kan kata mamaku sekolah ini baru dibangun”
“sekolah ini sudah dibangun dari dulu tetapi daerah ini terkena bencana yang hebat membuat sekolah ini menjadi roboh, dulu kami ingin membujuk vera supaya berteman dengan kami tetapi dia tidak mau dia selalu ngomong pasti ada teman yang akan sama denganku dan kami tidak memaksanya saat bencana itu terjadi rumah rumah disekitar sini hancur kami pun sempat diselamatkan sedang kan vera dia terjebak di situ, sesudah bencana itu berhenti jasad vera ditemukan sudah menjadi tulang belulang lalu mereka yang menemui jasadnya menguburinya di belakang taman sekolah kita”
“begitu ya.. Apakah kau mau menemaniku ke sana nanti sepulang sekolah?”
“boleh saja deh”

Sepulang sekolah
“di sinilah jasadnya dikubur” kata mery
“ooh”
“oh ya aku mau menelepon seseorang dulu ya”
“iya”
“dadah”
“aku baru tahu kalo kamu meninggal kenapa kamu gak beritahu aku saja.. Hiks hiks.. Aku tidak akan melupakanmu vera…”

Tamat

Cerpen Karangan: Annisa Raihana
Facebook: Annisa Raihana
Nama: annisa raihana
Tggl lhir: 1-01-1998 (19)
Instagram: @annisa_habibi
Line: annisa_hab1b1
Facebook: annisa raihana
Kota: kuala pembuang, kalteng, indonesia
Terima kasih telah membaca guys 🙂

Cerpen Teman Baru merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teman Menjadi Pengkhianat

Oleh:
“Non Angel, bangun non sudah pagi waktunya berangkat sekolah” kata bibi yang berusaha membangunkanku “Oh, iya bi” kataku Aku mandi dengan air hangat yang sudah menjadi tradisi ku setiap

It’s Hurt

Oleh:
Aku akui di dunia ini ga ada yang gak mungkin “Nothing impossible in this world”. Tapi, ada kalanya keadaan yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, walaupun berusaha

Sahabat Dalam Karung

Oleh:
Matahari baru saja muncul dari balik awan gelap, mengintip perlahan malu untuk menampakan wujud aslinya. Awan gelap masih menguasai sebagian besar langit hari ini, sinar mentari yang cerah pun

Dark Rain (Part 1)

Oleh:
Hari ini adalah hari yang ditunggu tunggu oleh mereka. Dimana hari keberangkatan mereka ke hutan yang disebut masih perawan atau masih belum terjamah oleh manusia. Mereka penasaran ingin memasuki

Sayonara My BFF

Oleh:
Hai, aku Rachela Oktavia Amelia! Biasa dipanggil Via, Umurku sebelas tahun, tepatnya sekarang aku kelas lima SD! Aku tak mengkhawatirkan nilaiku, walaupun selalu di rangking 10/9/7 hehehe, aku mempunyai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *