Teman Jadi Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 10 March 2016

Namaku Nasya, hari ini adalah hari di saat aku mendaftar sekolah di SMP 2 Kudus. Pada saat pendaftaran berlangsung, ada seorang anak yang datang dan dia duduk di sebelahku. Aku sempat berkenalan dengannya, namanya adalah Isna. Beberapa hari kemudian setelah pendaftaran, ada pengumuman dan pengumuman itu menyatakan bahwa aku diterima di SMP 2 Kudus. Setelah pengumuman itu aku kembali datang ke SMP 2 Kudus. Di sana aku melakukan pendaftaran ulang. Saat pendaftaran ulang, aku tidak melihat Isna, tetapi selesai pendaftaran ulang aku melihatnya bersama dengan ibunya. Ternyata dia datang terlambat.

Setelah beberapa hari liburan, aku masuk di sekolah baru dan menjalani masa MOPD. Selesai melakukan ampel aku menuju papan pengumuman untuk melihat di mana kelasku. Ternyata kelasku berada di kelas 7-H. Aku berpisah dengan teman-teman SD-ku. Hanya aku yang berada di kelas 7-H. Saat memasuki kelas, aku tidak menemukan kursi yang kosong. Setelah aku berjalan mengelilingi kelas, aku menemukan satu kursi kosong. Aku dudk di kursi itu dan bersebelahan dengan perempuan yang memakai jilbab dari SD Nawakartika. Beberapa saat kemudian ada kakak-kakak OSIS yang memasuki kelasku, mereka memberi tugas untuk membuat topi, aksara jawa, papan nama, dan papan yang bertuliskan nama idola untuk dibawa selama masa MOPD berlangsung. Saat kakak-kakak itu memberi tugas, perempuan yang duduk di sebelahku itu berbicara denganku.

“Kita ketemu lagi.” Aku tersenyum dan bingung dengan kata-kata yang dia ucapkan itu.
“Kita ketemu lagi? Kapan kita ketemu?” aku bertanya dalam hati. Lalu dia berkata lagi, “Namamu siapa?”
Aku menjawab, “Nasya.” Aku melirik bukunya dan melihat nama yang tertulis di bukunya.
“Isna? Oh iya aku baru ingat dia kan yang sebangku denganku pada saat pendaftaran,” kataku dalam hati. Aku mulai berbicara dengannya dan aku juga berkenalan dengan dua temannya Salsa dan Salma, aku juga berkenalan dengan teman-teman yang lainnya. Setelah tiga hari MOPD selesai dan keesokan harinya libur.

Setelah libur aku kembali masuk sekolah dan pada saat masuk, aku tidak duduk lagi di samping Isna tetapi aku duduk di samping Salsa. Isna dan Salma duduk bersebelahan di depan tempat dudukku dan Salsa. Sebenarnya, waktu itu aku ingin sekali duduk bersebelahan dengan Isna. Hari mulai berjalan, dan kami berempat sangat akrab, sampai guru kami yang bernama Bu Ning membuat nama untuk kami berempat, nama itu adalah 4 Serangkai. Bu Ning adalah guru favoritku, sejak awal Bu Ning masuk kelas aku sudah menyukainya.

Hari terus berjalan setiap pulang sekolah aku selalu ke luar pagar bersama Isna. Awalnya aku tidak menyukai Salsa, tetapi pada saat aku mengetahui bahwa saat SD Salsa tidak memiliki kenangan, entah kenapa setelah aku mendengar cerita tentang Salsa dari Salma lama kelamaan aku makin menyukai Salsa. Kebalikannya, aku yang dulu selalu berusaha untuk mendekati Isna, entah kenapa aku tidak ingin mendekatinya lagi, aku malah ingin menjauhinya. Aku tak tahu apa alasannya, tetapi aku merasa bahwa sekarang Isna berubah.

Waktu aku menghiraukannya, dia berkata padaku, “Kamu kenapa? Marah? Kenapa marah sama aku? Aku salah apa?” aku terdiam dan tidak bisa menjawab pertanyaannya. Aku dan Isna diam-diaman, tidak ada yang bicara sama sekali. Sebenarnya, aku ingin berbicara dengannya tetapi aku tidak bisa. Sampai-sampai aku meminta bantuan kepada Salsa dan Salma agar aku bisa berbicara dengan Khilda. Aku merasa bahwa Isna berubah, tetapi perubahannya itu tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Biasanya setiap pulang aku selalu jalan berdua dengannya, sampai-sampai di rumah mamaku bertanya.

“Kamu kenapa gak pernah pulang bareng sama Isna? Pasti ada apa-apa, hayo kenapa?”
Aku menjawab, “Gak apa-apa,”
Mamaku menjawab lagi, “Pasti ada apa-apa.”
Aku menjawab “Hmm.”

Saat di sekolah aku kaget pada ssat itu aku bersama kelompok IPA-ku sedang mengerjakan proyek IPA sel hewan. Pada saat itu, Kurnia dan Fina bertanya padaku. “Sya, kenapa kok gak pernah bicara sama Isna?”
Aku menjawab, “Aku ngerasa ada yang berubah dari Isna, tapi perubahannya itu gak bisa aku jelasin pake kata-kata.” Kurnia, Fina, Salsa, dan Salma pun juga mengatakan kalau Isna berubah.

Di saat aku tidak pernah bicara sepatah kata pun dengan Isna ada salah seorang yang selalu menemaniku. Dia selalu menemani aku di mana saja. Bahkan saat aku mengikuti lomba hanya dia yang menemaniku dari awal sampai akhir. Pada saat bertemu aku tidak meyukainya tapi setelah aku menjauh dari Isna, aku rasa hanya dia yang mengerti aku. Aku pun sadar bahwa perhatian yang dia berikan selalu aku hiraukan. Dia yang selalu ada untukku. Pada suatu hari, di saat puncak aku dan Isna cuek-cuekan, aku meminta Salsa menjadi sahabatku, dan dia ingin menjadi sahabatku. Aku mulai merasa hanya Salsalah yang sangat berbeda dari sahabat-sahabatku yang lainnya. Dia adalah sahabat yang paling istimewa.

Hari demi hari mulai berlalu, tak ku sangka hubunganku dengan Isna makin membaik. Aku dan dia mulai menuturkan kata satu demi per satu walaupun kami berbicara hanya sekilas. Memang hubunganku dan Isna makin membaik, tetapi itulah yang malah membuat hubunganku dengan Salsa lebih baik lagi. Yang ku butuhkan dari persahabatan adalah kesetiaan bukan pengkhianatan. Menurutku, sahabat bukan orang yang selalu hadir di mana pun aku berada, tetapi sahabat adalah seseorang yang tahu menempatkan dirinya. Dimana ia selalu menyediakan telinganya untuk mendengar semua keluh kesahku dan dia orang pertama yang ikut merasa kebahagiaanku, walaupun terkadang aku lupa berbagi kebahagiaan dengannya. Itu semua ku dapatkan dari sahabat istimewaku yaitu Salsa. Mungkin saat nanti aku naik kelas 8 nanti, 7-H adalah kenangan terindah selama aku sekolah, karena di sana aku menemukan sahabat istimewa dan sahabat sejati yang belum pernah aku dapatkan.

Cerpen Karangan: Nafisa Nasya Az Zahra
Facebook: Nafisa Nasya Az Zahra

Cerpen Teman Jadi Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Persahabatan Kita (Part 2)

Oleh:
Tak lama kami mengobrol bersama, rafa tiba-tiba saja dihubungi temannya karena ada kepentingan mendadak yang membuatnya harus pergi dulu dan alhasil dibangku ini hanya aku dan tara yang duduk.

Gara Gara Majalah Bobo

Oleh:
Shelyna Audila Zevanya, Shelyna atau sering dipanggil Shely, Siswi kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah ini sangat malas membaca. Tak jarang ia peringkat terakhir dan nilainya di sekolah kecil. Pada hari

Someday Will Be

Oleh:
Ini adalah sekelumit cerita tentang sebuah mimpi, cinta dan persahabatan. Semua tersurat dari tangan tangan 2 sekawan, dion dan zahira. Dua anak manusia berbeda gen ini, memiliki sejuta mimpi,

7 Kata Terakhir Dari Sahabatku

Oleh:
Namaku Febri, aku berumur 13 tahun. Aku tinggal bersama ayah dan ibuku di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota. Aku mempunyai seorang sahabat yang bernama Dwi. Aku kenal dia

Friendship

Oleh:
Sore hari di sebuah rumah sakit terlihat gadis bernama Ayana shahab -Achan- sedang menangis di taman rumah sakit “kenapa sih kanker darah ini gak mau hilang?” Achan bertanya dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *