Teman Sejati Tak Terganti (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Perpisahan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 28 March 2016

Di suatu jenjang sekolah terciptalah sebuah persahabatan, persahabatan itu bernama ‘Starfish’ yang beranggotakan lima orang. Star yang dapat diartikan sebagai bintang bersudut lima yang berada di kejauhan tingginya langit dan fish yang dapat diartikan sebagai ikan yang berada di kedalaman dasar laut, namun jika digabungkan starfish memang berartikan bintang laut tetapi bagi mereka. Starfish memiliki makna ‘Walau jauh terpisahkan kami akan selalu ada untukmu di kala kau berada di puncak tertinggi ataupun di kala kau terjatuh hingga ke dasar’ starfish beranggotakan Acha, Ani, Ina Kia, dan Lia. Eits tunggu dulu sebenarnya itu hanya nama panggilan saja kok.

Setiap harinya mereka selalu bersama–sama dalam suka ataupun duka dan selalu membantu dalam segala masalah yang terjadi pada pribadi masing-masing. Suatu hari ada satu sahabatnya yang tidak masuk yaitu Ina, ia sakit karena saat pulang sekolah kemarin hujan turun begitu deras. Dia tidak membawa payung ataupun jas hujan dan juga tidak dijemput oleh Pak Damar, sopir pribadinya. Karena pada saat itu, sopirnya sedang mengantarkan mama Ina untuk arisan ke rumah temannya, akhirnya Ina memutuskan untuk pulang tanpa pelindung apa pun dan tanpa siapa pun. Keesokan harinya, ketika pulang sekolah semua sahabatnya menjenguk Ina.

“Hai Na, kamu kenapa?” tanya Kia.
“Aku hanya demam biasa kok!” jawab Ina yang terbaring lemas.
“Na, besok kamu masuk sekolah enggak?” tanya Lia.
“Ya aku akan masuk, kalau aku sudah merasa lebih bak dan…”
“Please Na, masuk ya!” sambar Acha.
“Iya Na, masuk aja satu minggu ke depan kan akan dilaksanakan ujian nasional, jadi kamu akan tahu apa saja yang harus dipersiapkan!” seru Ani.

“Oh iya ya, tapi sepertinya besok aku akan telat masuk deh!” jawab Ina.
“Kenapa?” tanya Ani.
“Besok Pak Damar enggak bisa anterin aku, soalnya anaknya sedang sakit,” jawab Ina.
“Ya sudah kalau begitu, baiklah!”
“Besok kita tunggu ya di sekolah,”
“Bye sampai ketemu besok, kita pulang dulu ya!”
“Ina, cepet sembuh ya biar kita bisa bermain bersama lagi!”
“Iya…” jawab Ina.

Seminggu setelahnya ketika siswa-siswi telah berada di sekolah Ina pun belum tiba padahal waktu telah menunjukkan pukul 06.38, para sahabatnya pun khawatir dengan keadaan Ina. Waktu bergulir begitu cepat, pada akhirnya Ina pun tiba di sekolah hampir pukul tujuh. Sahabat Ina pun senang karena Ina datang ke sekolah tepat sebelum Ujian Nasioanal dimulai. Hari pertama mereka melaksanakan ujian nasional, ujian pertama yang harus mereka lalui adalah pelajaran Bahasa Indonesia, mereka mengerjakan soal-soal dengan penuh ketelitian karena soal tersebut sedikit membingungkan. Bel pun berbunyi, mereka akhirnya selesai mengerjakan soal-soal tersebut. Mereka pulang bersama ke rumah Ina untuk melaksanakan rutinitas belajar bersama. Sesampainya di rumah Ina, mereka membahas tentang ujian Bahasa Indonesia yang usai mereka kerjakan.

“Huh tadi pelajarannya agak susah deh!” kata Kia.
“Iya betul aku sampe pusing tujuh keliling,” kata Acha sambil tersenyum.
“Hmm menurut aku pelajaran yang tadi mudah kok, walau aku terkecoh dengan jawabannya,” sambar Lia dengan nada sombong. “Sudah jangan pada ngomongin masalah tadi, mendingan kita belajar matematika aja, besok kan ujiannya matematika,” ajak Ina.
“Betul, mendingan kita belajar aja yuk!” jawab Ani. “Sip deh,.”
Keesokan harinya di sekolah. “Duh gimana nih Na aku kan gak terlalu pintar di pelajaran matematika,” kata Kia.
“Udah lihat nanti aja, kita kan kemarin sudah belajar, kamu harus yakin kalau kamu bisa. Berdoa saja yang terbaik,” jawab Ina. Bel tanda masuk ujian pun berbunyi.

Mereka pun memasuki ruang ujian. Ketika membaca soal, ternyata soalnya mudah sehingga mereka dapat mengerjakan soal tersebut dengan baik. Bel tanda berakhirnya ujian pun berbunyi. Saat ke luar dari ruangan, mereka ke luar dengan wajah sumbringah. Seperti biasa mereka pun pergi ke rumah Ina untuk belajar bersama. Mata pelajaran yang akan dilaksanakan besok adalah Ilmu Pengetahuan Alam. Kia bertanya kepada Ani, “Apakah soal ujian besok akan mudah seperti ujian yang lainnya?” Ani pun menjawab, “Mungkin kalau kita belajar dengan giat dan sungguh-sungguh, pasti kita bisa mengerjakan dengan mudah.”

Keesokan harinya, mereka tiba di sekolah. Bel tanda mulainya ujian pun berbunyi. Mereka langsung memasuki ruang ujian. Saat pengawas ujian tiba, jantung mereka berdetak kencang namun pada akhirnya ujian pun dapat mereka selesaikan dengan baik dan mereka hanya tinggal menunggu hasil perhitungan nilai. Waktu yang ditungggu-tunggu pun tiba, mereka segera menuju papan pengumuman nilai untuk melihat nilai masing-masing dan ketika melihat nama mereka terpampang mereka terkejut karena hasilnya sungguh memuaskan. Lalu Ina bertanya kepada sahabat-sahabatnya untuk merencanakan liburan, “Bagaimana kalau kita ngadain liburan ke puncak bersama, kan sebentar lagi liburan panjang, pada setuju gak?” Mereka pun menanggapi dengan anggukan dan senyuman tanda setuju.

Dan akhirnya hari itu pun tiba, mereka semua berangkat dengan menggunakan mobil pribadi. Sampailah mereka di villa Mawar yang biasa disewa oleh keluarga Ina. Malam pun tiba, mereka mengadakan acara kembang api dan makan malam dengan menu barbeque. Tiba-tiba Acha ketakutan, dia seperti melihat ‘sosok’ yang mengerikan, dia pun membisikkannya kepada Kia.

“Ki, aku ngelihat itu?”
“Itu apa?”
“Hantu Ki, masa kamu gak ngelihat sih?”
“Ah yang bener? Terus hantu itu ada di mana?”
“Di dekat jendela, kalau kamu gak percaya kita tanya ke Lia aja yuk dia kan punya kelebihan,” Kia mengangguk setuju.

Lalu Kia pun langsung bertanya kepada Lia yang sedang membaca komik dengan serius. “Lia kamu tahu gak kalau ada hantu di sekitar sini?” Sudah berkali-kali Kia bertanya, tetapi Lia tidak menjawab, karena ia sangat serius membaca komik kesukaannya itu. Akhirnya Kia pun kesal dan langsung mengambil komik yang sedang dibaca oleh Lia. Lia pun bertanya dengan perasaan sebal dan dengan nada marah, “Ih kamu apa-apaan sih, aku lagi baca malah kamu ganggu,”

“Aku kan dari tadi nanya ke kamu dengan baik-baik, tapi kamu hanya diam dan tak acuh,”
“Memang sebenarnya ada apa sih, kamu kok tampangnya penasaran gitu?”
“Hmm.. Kamu kan punya sixth sence, terus apa benar kalau di villa ini ada sosok-sosok yang mengerikan? Soalnya, Acha tadi ngomong ke aku kalau dia ngelihat sosok yang mengerikan di dekat jendela itu,”

“Di setiap tempat di mana pun itu pasti ada lah yang namanya hantu, cepat kembalikan komikku,.”
“Ada apa sih kalian ribut-ribut, berisik tahu sampai ke ruang tamu. Jadinya aku ke sini deh, memang ada apa sih Lia?” sambar Ina.
“Hmm.. Tahu nih Kia aneh banget dari tadi maksa aku cari tahu tentang keberadaan hantu di dekat jendela sana,”
“Oh jadi masalahnya itu, tapi aku kan sering menginap di villa ini bersama keluargaku tapi kami biasa aja tuh.” Acha sedari tadi hanya terdiam menyaksikan dengan wajah ketakutan sedangkan Ani hanya duduk di ruang tamu sambil menonton siaran televisi kesukaannya.

“Ina, coba deh kamu tanya ke Acha yang dari tadi cuma bisa diam saja, ini kan gara-gara dia yang bikin ricuh,” seru Kia. “Sudah jangan saling menyalahkan. Biar kita tahu kejelasannya, bagaimana kalau kita langsung tanya ke Lia perihal hantu itu?” jawab Ina. Akhirnya mereka pun setuju untuk menyelesaikan permasalahan ini tanpa sepengetahuan Ani, karena Ani adalah orang yang paling penakut di antara mereka. Lia pun membaca keadaan ruangan di sekitar villa dengan kemampuan indra keenamnya.

Akhirnya Lia pun menemukan sesuatu yang aneh dan terasa ganjil di jendela dekat kebun. Akhirnya mereka mendekati jendela tersebut tanpa Ani, Lia pun berkomunikasi dengan hantu tersebut dengan jarak dekat dan yang lain hanya bisa terdiam menyaksikan karena mereka tidak tahu apa yang tengah mereka bicarakan. Tiba-tiba Lia menghampiri mereka dan berbicara, “Hantu itu sebenarnya ingin minta tolong ke kita semua, kalau dia ingin kita mendoakan kepergiannya supaya dia bisa tenang di alam sana. Soalnya tidak ada satu orang pun yang tahu kalau dia sudah meninggal dan mati terbunuh. Pada awal mula sebelum dia meninggal, dia pulang dari kebun teh. Mayatnya dibuang ke sungai di dekat villa ini, ia dibunuh karena sudah menolak cinta dari seorang pemuda di desa ini, ia menolaknya karena pemuda itu sering berbuat onar.” Pada malam itu juga mereka mendoakan kepergian hantu gadis tadi.

Keesokan harinya, mereka memberitahukan hal itu kepada kepala desa setempat, bahwa ada seorang gadis yang bernama Ratni dibunuh oleh pemuda yang bernama Raka, Lia menceritakan kejadian itu dari awal sampai akhir. Mereka diantarkan oleh sopir pribadi Ina, akhirnya pencarian mayat Ratni pun ditemukan dan pemuda yang bernama Raka itu ditangkap oleh polisi. Tiba-tiba Lia seperti berbicara dengan seseorang, padahal tidak ada satu orang yang melihat apa pun, setelah itu Lia memberitahu kepada sahabatnya. Bahwa roh Ratni berterimakasih kepada mereka.

Setelah kejadian itu selesai, mereka pergi berlibur ke Taman Bunga Nusantara, disana mereka bercanda, bersenang-senang dan berfoto ria bersama untuk menjadikan liburan ini berkesan dan tak terlupakan. Setelahnya mereka pun melakukan perjalanan untuk kembali ke Jakarta, kota yang tidak pernah tidur. Tibalah waktu untuk membicarakan perpisahan bersama teman-teman seangkatan di sekolah. Akhirnya, mereka sepakat untuk mengadakan perpisahan sekaligus wisuda di Yogyakarta. Beberapa hari kemudian, mereka berkumpul di sekolah bersama para guru dan karyawan, mereka pun menaiki bus pariwisata bersama yang lain, beberapa menit kemudian mereka berangkat sembari berdoa agar selamat sampai tujuan.

Pada malam hari, mereka sampai di Yogyakarta dan menginap di hotel Melati. Para guru pun membagi-bagikan kamar untuk mereka, setelah selesai pembagian kamar, mereka pun membereskan barang-barang yang mereka bawa dan pada pukul 09:00 malam mereka berkumpul di aula. Acara perpisahan sekaligus wisuda pun berlangsung dengan mengharukan dan menyedihkan, karena mereka akan berpisah lama. Tibalah waktu untuk makan malam, mereka berlima -anggota starfish- duduk bersama dan bercerita tentang jenjang yang akan mereka lanjutkan, setelah berbincang-bincang lamanya. Ternyata di antara mereka akan ada yang bersekolah di Padang, mereka begitu sedih dan tidak bisa berbuat apa pun untuk membatalkan rencana itu karena keputusan keluarganya yang sudah bulat, mereka pun bergegas untuk tidur.

Pagi pun menjelang, setelah membereskan barang masing-masing. Para guru, karyawan dan siswa-siswi berangkat ke candi borobudur bersama, di sana mereka bersenang-senang dan bercanda bersama. Sembari menaiki anak tangga, tiba-tiba Ani terdiam dan terpaku melihat suatu pemandangan yang menurutnya indah. Sahabat Ani pun melihat ke arah mana mata ani tertuju dan mereka melihat penghlihatan Ani tertuju kepada seorang siswa dari sekolah lain, Ani melihatnya karena siswa tersebut sangat mirip dengan Kia. Dan ternyata dugaan ani benar siswa itu adalah sepupunya Kia. Siswa tersebut bernama Rasta, Rasta menghampiri mereka dan Ani hanya terdiam heran. Kia pun memperkenalkan Rasta kepada sahabatnya. Ketika Rasta dan ani berkenalan, Ani terlihat salah tingkah.

“Hai nama aku Rasta,”
“Oh, iya hai. Hmm.. nama aku juga, eh maksud aku nama aku Ani.”

Mereka saling berkenalan dan Rasta pun pergi kembali bersama rombongan sekolahnya. Waktu pun berjalan dengan cepat dan tiba saatnya mereka untuk kembali ke jakarta. Setiba di jakarta mereka pulang ke rumah mereka masing-masing, Ina pun sudah dijemput oleh pak Damar, begitu juga yang lain, mereka sudah dijemput oleh sopir pribadi masing-masing. Setibanya mereka di rumah, mereka melepas kelelahan dan langsung beranjak istirahat karena waktu telah menunjukkan pukul satu pagi.

Keesokan paginya orangtua siswa berkumpul di sekolah bersama anak mereka, karena akan ada pembagian raport hasil belajar, ternyata anggota starfish mendapatkan peringkat dan masuk 10 besar. Begitu senangnya mereka, tapi di sisi lain mereka juga sedih. Karena harus meninggalkan sekolahnya dan juga mereka harus berpisah dengan teman-teman untuk menuju ke SMP yang mereka inginkan. Acha menangis sesenggukan dan terjadilah pelukan erat tanda salam perpisahan. Acha pun menjelaskan, dia akan pergi esok pagi pukul 09:00 Acha akan menunggu sahabatnya sampai mereka datang ke bandara. Akhirnya mereka pulang dengan orangtua mereka. Sebelum pulang mereka berjanji harus menulis di diary.

“Dear diary, hari ini sangat mengharukan bagi kami (anggota starfish), karena kami akan berpisah dengan teman-teman dan juga Acha. Esok pagi di bandara soekarno-hatta, Acha akan pergi dan melanjutkan sekolahnya di Padang. Tanpa sepengetahuan Acha, besok kami akan datang ke bandara sebagai salam perpisahan, kami juga memutuskan untuk membawa cinderamata sebagai kenangan dari kami untuknya. Salam sendu, starfish.”

Bersambung

Cerpen Karangan: Andina Ilma Darmawan
Blog: andinaid.blogspot.co.id
Awal cerita tersebut saya buat ketika libur setelah melaksanakan ujian nasional Sekolah Dasar dan selesai ketika awal masuk Sekolah Menengah Pertama. Namun saya baru mempublikasikannya ketika saya duduk di jenjang Sekolah Menengah Atas. Maka dari itu mohon maaf atas kesalahan kata karena proses editing yang belum dilakukan dan maaf jika karya tersebut kurang menarik. Terima kasih telah berminat untuk membacanya. Sekian.

Cerpen Teman Sejati Tak Terganti (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Welcome Back My Best Friend

Oleh:
Di suatu sekolah terdapat 4 orang sahabat, mereka bernama Angel, Keny, Shasa dan Lily. Mereka adalah sahabat yang sangat akrab. “Teman-teman besok Angel ulang tahun loh!” Kata Keny dengan

Sahabat Sejati Tak Sejati

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama aku masuk Sekolah Menengah Pertama. Namaku Ulfah, aku seorang anak perempuan yang sangat suka dengan kata Sahabat. Tapi selama enam tahun di Sekolah Dasar

Hal Yang Membuat Kita Berbeda

Oleh:
Tak terasa sore menjelma senja, sajikan panorama langit berwarna jingga, bersambut semilir angin yang mulai menggetarkan bulu rona. Nuansa hari ini tak sejernih kemarin sobat, saat senyum dan candamu

Sahabat Terbaik

Oleh:
Sinar matahari pagi menelusup celah tirai kamarku, hembusan angin yang sejuk menambah keenggananku untuk beranjak dari tempat tidur. Namun, aku teringat pada satu kewajibanku yaitu pergi ke sekolah karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *