Teman… Tolong!

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 21 May 2014

Ketika kamu berhasil, teman-temanmu tau siapa kamu
ketika kamu gagal, kamu tau siapa teman-temanmu.

Hari itu seperti biasa aku pergi ke TPA untuk mengaji. Disana teman-temanku sudah menunggu di taman bermain. Gedung TPA-ku ini merupakan gedung taman kanak-kanak dengan 3 ruang utama dan di sampingnya untuk anak-anak TK dan pada sore hari digunakan oleh kami, para santri TPA.

“Buk!” Suatu suara terdengar ketika kami asyik bergurau.
“Puket-Puket!!” Seru seorang temanku, puket maksudnya alpukat. Buah yang besar itu pasti jatuh dari pohonnya sehingga menghasilkan suara sekeras itu. Di samping taman bermain terdapat bukit kecil dengan bangunan yang belum rampung pengerjaannya dengan beberapa pohon alpukat di sekitarnya. Karena belum waktunya masuk kelas, kami memutuskan untuk mencarinya.

Lama sekali kami mencari, namun tak mendapatkan apapun. Sampai seorang teman kami berteriak dari kelas.

“Hoy! Masuk!” Teriaknya. Spontan kami langsung berlari menuruni bukit itu. Aku adalah yang paling lambat di antara teman-temanku juga yang paling ceroboh. Hal itu membuat aku tertinggal dan mencelakakan diriku sendiri.

“Hey! Tolong!” Aku berteriak meminta tolong seraya melepaskan sesuatu dari kakiku. Itu adalah sebuah paku yang menembus kayu. Paku itu tak sengaja ku injak sehingga tertancap ke kakiku.

“Hey! Tolong aku dong!” Aku berteriak lagi, kini lebih keras. “Sayup-sayup ku mendengar mereka berkata ‘samperin gih!’ Pada akhirnya seorang temanku menghampiriku. Ia terlihat kaget melihat keadaanku. Ia lalu membantuku berdiri. Aku jalan terpincang-pincang dengan kaki bersimbah darah. Semua orang menanyakan keadaanku. Aku mencoba meyakinkan mereka bahwa aku baik-baik saja, walau dalam hati aku kesal karena mereka tidak menolongku tadi.

Bu guru membersihkan lukaku dengan air hangat. Aku menangis sejadi-jadinya, perih sekali. Apalagi ketika temanku berkata tentang kemungkinan tetanus karena paku yang kuinjak sudah berkarat. Aku membayangkan aku hanya punya sebelah kaki, uh! Menyeramkan. Ada hal lucu ketika aku sedang menangis, seorang temanku entah hanya bergurau atau memang berniat menghiburku. Ia menyanyikan lagu Anang Hermansyah yang ia plesetkan.

“Tenang, Tenang, Temanku sayang.. Jangan menangis.. Aku disini..” Semua orang tertawa tak terkecuali aku.

Ayahku segera datang setelah bu guru menelponnya dan memberitahu keadaanku. Akhirnya akau di suruhnya pulang dan tidak mengikuti kegiatan mengaji.

Sesampai di rumah, ayah menyuruhku tidur. Ia membuatkanku ramuan penyembuh luka. Apa itu? Hanya kunyit yang dihaluskan lalu ditempelkan pada lukaku.

Beberapa hal aku pelajari dari kejadian itu. Bahwa kunyit dapat menyembuhkan luka dan mencari teman yang dapat menolong kita ketika kita sedang terpuruk itu sulit.

Suatu hari ayah membuatkanku jus Alpukat. Sayang ia tidak menambahkan susu coklat, sebagaimana kesukaanku, sehingga aku menolaknya.
“Kemaren-kemaren aja, demi puket kaki sampe berdarah-darah”
Aku hanya menyeriangai.

Cerpen Karangan: Fatiah Nur Madina
Facebook: https://www.facebook.com/fatiah.n.madina
Siswa kelas 3 SMP

Cerpen Teman… Tolong! merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kenangan

Oleh:
Rasa rindu menyelimuti hatiku yang sepi saat ini. Duduk di tempat pertama kita bertemu. Duduk dimana saat-saat kita tertawa, berlarian, bahkan menangis dan bertengkar. Mengenang sesuatu yang manis bercampur

Love or Friends

Oleh:
Hoaaaammm.. Aku terbangun seiring dengan bunyi alarm. Aku bangun dengan langkah sempoyongan dan bergegas berjalan ke kamar mandi. Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah ke jenjang berikutnya, SMA,

Selamat Jalan Sahabat Ku

Oleh:
Ini kisah gue saat-saat sekolah. Nama gue Doni sekarang gue duduk di bangku kelas 3 SMA. Satu kelas kami berjumlah 30 orang, gue mempunyai 5 orang teman bisa gue

Love You More

Oleh:
Saat ini aku sedang tengkurap di atas kasur sambil membaca novel karena hari ini adalah hari libur. Aku sangat menyukai novel dan tak jarang aku dibuat menangis oleh ceritanya.

6 Desember

Oleh:
“Ya ampun.. Kakak belum bangun juga!” Terdengar suara Viza sedikit kesal karena melihat tempat tidur kami yang masih berantakan. Ditambah dengan sekujur tubuh yang tergeletak masih terlelap di atasnya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

4 responses to “Teman… Tolong!”

  1. Ivana Angelita says:

    seru kak. bagus ceritanya. ini nyata gk kak??

  2. Elisabeth says:

    sumpah lucu bgt sih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *