Tentang Rasa dan Raka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 April 2018

Sedari tadi aku tidak bisa konsen memahami materi aljabar yang dijelaskan Raka. Ya, hari ini, hari Selasa sore, sepulang sekolah aku dan Raka belajar bersama di rumahku yang letaknya tidak jauh dari sekolah. Karena sebentar lagi kami ujian, dan sialnya aku tidak mengerti aljabar sama sekali. Tapi untungnya, sahabatku yang satu ini otaknya cukup encer. Jadi, bisa deh, belajar bareng dengannya.

“Denia? De? Halooo?”
“Heuh? Kenapa, Ka?” Aku terlonjak sedikit kaget ketika Raka tiba-tiba melambaikan tangannya di hadapanku.
“Kamu denger kan apa yang aku bilang tadi?”
Ya ampun, sadarlah Denia! Sekarang kamu sedang belajar. B-E-L-A-J-A-R! Kenapa masih sempat-sempatnya sih memandangi wajah Raka? Sebentar lagi ujian semester genap. Oh ayolah…

Aku pun berusaha fokus pada materi yang dijelaskan Raka. Sampai akhirnya aku menyerah sendiri ketika Raka mengujiku dengan memberiku beberapa soal menyangkut aljabar. Plis! Aku gak ngerti apa-apa.
“Raka…” Saat itu kutunjukkan wajah imutku (baca: memelas) di hadapan Raka.
Dan lelaki berhidung mancung itu hanya membuang napasnya pelan

Tidak bisa bohong, jujur aku memang menyukai Raka. Sejak dulu kelas 7, hanya dia yang mau berteman denganku. Oh baiklah, ceritanya seperti ini:

Ini semua berawal dari perpustakaan. Aku sangat berterimakasih pada perpustakaan yang kala itu menyebabkan semua ini terjadi. Tadinya sih aku iseng-iseng saja untuk ke perpustakaan. Saat itu sedang free class (jam kosong) karena guru guru rapat. Dan aku merasa bosan di kelas. Bukan karena kelasku anaknya pendiam semua. Yang terjadi malah sebaliknya.
Tapi aku merasa kesepian, selalu seperti itu. Tidak ada yang mau berteman denganku karena aku kelihatan seperti cowok. Rambut dipotong pendek, dan masih banyak lagi lah. Padahal aku sangat ingin mempunyai teman, seperti mereka. Hei, aku masih normal kok!

Daripada pusing-pusing, entah mendapat dorongan dari mana, aku pergi ke perpustakaan dan tiba-tiba menjumpai sebuah novel yang sepertinya enak dibaca. Tak lupa aku juga mencari buku-buku komik yang hanya tersisa sedikit, dan aku harus ekstra hati-hati membacanya jika tidak mau disita.

Saat aku sedang mencari komik itu, ternyata dari arah berlawanan seorang cowok menabrakku dan ternyata dia adalah Raka yang kukenal sekarang. Tadinya aku tidak berminat membaca novel yang jatuh karena disenggol Raka. Karena aku juga tidak suka novel. Aku lebih suka komik naruto.
Tapi sejak hari itu, aku dan Raka jadi sering jumpa di perpustakaan. Bahkan untuk awal-awal, aku jadi lebih sering ke perpustakaan hanya untuk berjumpa dengannya. Padahal kami satu kelas. Tapi karena sudah terbiasa, rasanya jadi afdol jika ngobrolnya di perpustakaan. Sejak itu, aku jadi tidak minat lagi membaca komik naruto, bacaanku sekarang malah novel-novel yang kemarin itu. Aku juga tidak suka lagi memotong rambut. Kubiarkan saja panjang sampai sekarang.
Dan aku akhirnya sadar jika aku melakukan ini demi Raka. Ya, aku menyukai Raka.

Dan sekarang entah dorongan dari mana, tiba-tiba aku ingin menjelaskan perasaanku selama ini padanya. Karena sekarang aku dan Raka sudah kelas 9, dan sebentar lagi kami akan menghadapi Ujian Nasional. Heuh, tidak pernah terasa.
“Denia? Kamu gak ke kantin?”
“Hei! Kamu melamun lagi?”
Lagi-lagi aku melamun. Apakah ini waktu yang pas? Oke baiklah, persiapkan dirimu, Denia.

Di kantin, seperti biasa aku memesan lontong Bi Darsih. Favoritku saat SMP. Selesai memesan lontong Bi Darsih, makan siang berlangsung khidmat. Tak seperti biasanya. Biasanya aku yang selalu ngobrol banyak.
“Kamu kenapa diem aja?”
Baiklah ini waktunya, Denia.
“Denia, kamu gak papa?”
“Aku suka sama kamu!”
Huh! Rasanya semua beban yang kutanggung selama ini luruh begitu saja. Biarlah Raka menganggapku gimana, yang penting sudah lega sekarang. Raka menghentikan kegiatannya, minum jus tomat.

“Kamu suka sama aku?”
Kutundukkan kepalaku. Lalu mengangguk kecil.
“Aku juga.”
Perlahan-lahan kuangkat kepalaku, dengan keberanian yang sedikit kutatap mata Raka.
“Kamu… serius?”
“Ya. Tapi itu dulu, saat kita kelas 7. Aku gak pernah menyangka akan suka dengan perempuan. Karena aku gak tertarik sama sekali. Bukannya aku gak normal, hanya saja aku mau fokus belajar dulu.”
Kubiarkan Raka berbicara sepuasnya.

“Aku makin gak nyangka waktu nyadar kalau aku memang suka sama kamu. Bukan gak nyangka kalau aku suka kamu karena kamu cewek tomboi. Bukan. Hanya saja aku gak nyangka, kenapa aku bisa suka sama sahabat aku sendiri?”
Hm. Raka lagi menyindirku, ya?

“Makanya sejak saat itu, aku berusaha untuk ngilangin perasaanku yang saat itu entah kenapa rasanya susah sekali dihilangkan. Tapi, akhirnya karena ada niatku, aku bisa menghilangkannya. Meski itu gak mudah. Tapi percayalah, aku melakukan ini semuanya demi aku gak mau kehilangan sahabat.”
Uh, Raka…

“Aku gak mau nanti hubungan kita gak baik-baik, apalagi umur kita masih terlalu remaja untuk cinta-cintaan. Jujur, bagiku itu juga gak ada gunanya. Bagus kita fokus belajar dulu, terus kalau udah sukses baru deh. Kamu bisa kan?”
Aku pun mengangguk. Sedikit kecewa sih, tapi akhirnya membenarkan dalam hati. dulu aku sempat mengira bahwa Raka itu berbohong. Tapi akhirnya aku sadar, kalau yang membuat kami dekat selama ini adalah status ‘sahabat’ kami. Bukan yang lain.

Terimakasih, Raka. Kamu benar.

Cerpen Karangan: Zahirah Dhiya Utari
Facebook: facebook.com/zahirahdhiyautari
Zahirah Dhiya Utari, biasa dipanggil Tata. Hobi menulis mulai dari SD. Seorang remaja kelahiran 2 September 2003 dengan zodiak virgo ^^

Suka kpop dan anime. Bisa jumpai aku di:
Twitter: @zahirah_utari
Wattpad: @zahirahdhiya29
Instagram: zahirahdhiys

Arigatogozaimashita!^^

Cerpen Tentang Rasa dan Raka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hati Dalam Hati

Oleh:
Cinta pertama adalah cinta yang tidak akan terlupakan seperti yang dialami oleh Ovi seorang remaja yang duduk di bangku SMP dan sang cinta pertamanya adalah Rey, seorang remaja yang

Dunia Kelas X Ku

Oleh:
Namaku A. Nurul Ikhsani Tenriatta aku biasa dipanggil “A.Tenri” terlahir dari keluarga yang sederhana ayahku adalah seorang anggota polri dan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga dan juga sebagai

Sahabat Yang Harus Pergi

Oleh:
Namaku Naila Putri Aurora panggil aku Naila. Aku punya sahabat namanya Andriana Novilia panggilanya Vilia. Di rumahku. “Mama… Mama masak apa?” kataku. “Mama masak soto ayam dan minumnya vanila

Rasa Tabu Bersamamu

Oleh:
Suasana pagi yang cerah, telah menyelimuti desa Rajun Pasongsongan Sumenep. Mulai termusiki kokok ayam tetangga yang memenuhi gendang telingaku. Orang-orang kesana kemari merangkul cangkul membawa celurit dan bekal terbungkus

Bersama Sahabat

Oleh:
Pagi ini, aku akan pergi ke rumah kakek di Bogor. Hatiku sangat gembira, karena aku bisa bertemu dengan Elma, Tiara, Nina, Rara dan yang lain. Mereka semua adalah teman-temanku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *