Terakhir Bersamamu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Pengorbanan, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 12 November 2016

Namaku Yusyifa panggil saja Syifa. Aku mempunyai sahabat bernama Fhifhian panggil dia Fhian. Dalam beberapa hal, kami mempunyai kesukaan yang sama. Kami sangat suka kucing dan kami juga suka warna aqua marine. Aku akan menceritakan kejadian pilu yang membuatku menangis sejadi-jadinya.

2 HARI YANG LALU…
“Syifa, sekarang kita main yuk!” ajak Fhian sambil berjalan pulang.
“Yuk, Fhi. Main apa?” tanyaku. Fhian sedikit berfikir.
“Hmm… Ke FS World yuk! Aku kangen sama Pilo.” jawabnya. Aku mengangguk.

Oh ya, FS World adalah tempat seperti taman tapi lebih luas. FS World adalah tempat yang indah. Dan Pilo adalah anak kucing jantan yang kami pungut dari pinggir jalan. Saat kami pungut, Pilo dalam keadaan kelaparan. Jadi, kami berinisiatif untuk mengurusnya, dan Pilo adalah satu-satunya peliharaan kami.

“Tapi, pake aqua marine ya! Biar kompak.” usul Fhian. Aku mengacungkan jempol tanda setuju.
“Tapi sore, ya? Soalnya, kalau sekarang aku harus jaga adik.” kataku.
“Iya deh..” sahut Fhian.

Tak terasa, kami sudah dekat rumah. Rumahku dan Fhian memang bersebelahan.
“Dah, Fhi!” sapaku sambil melambaikan tangan.
“Dah, Syif!” sapa Fhian berbalik sapa padaku.

Aku langsung membuka pintu rumahku.
“Assalamu’alaikum, Bu! Syifa pulang nih!” sahutku. Tak ada yang menyahut sama sekali.
“Loh, ibu sama adik kemana, ya? Kok sepi.” batinku. Aku berjalan menuju tengah rumah sambil sesekali memanggil ibu dan adik.

Kamarku berada di ruang kedua. Saat hendak menuju tangga, aku melewati dapur dahulu. Tiba-tiba, aku melihat kertas di atas meja makan. Aku melihat isi kertas tersebut. Ternyata, isinya adalah….

Untuk Syifa
Syifa, maafkan Ibu dan adikmu. Ibu pergi tidak bilang dulu padamu. Maaf ya, Nak. Ibu pergi ke rumah sakit dulu. Sebab, pamanmu sedang sakit dan Ibu pergi menengoknya sambil membawa adikmu. Jika kamu ingin makan, Ibu sudah siapkan nasi hangat dan lauk pauk kesukaanmu. Ibu juga sudah siapkan jus kemasan dan kue coklat untukmu, jika kamu bermain dengan Nak Fhifhian. Pulang nanti, Ibu belikan makanan dan minuman kesukaanmu. Jika kamu ingin pergi, titipkan kunci pada Bu Suci ya, Nak. Jaga dirimu baik-baik.
IBU
SAYANG
SYIFA

Setelah membaca surat singkat dari Ibu, aku sedikit lega. Aku pergi ke kamarku untuk mengganti pakaianku. Setelah mengganti pakaian, aku mulai berwudhu untuk melaksanakan sholat dzuhur. Setelah sholat, aku pergi makan. Setelah kenyang, aku duduk di sofa sambil melihat acara televisi.
“Ah, nggak ada yang seru!” gerutuku lalu mematikan televisi.
“Hmm.. Ajak Fhian boleh juga nih..” batinku. Aku mengambil gadgetku dan mulai mengetik SMS pada Fhian.

Yusyifa: “Fhi, main di rumahku yuk.”
Fhifhian: “Bukannya kamu lagi jaga adik?”
Yusyifa: “Gak, Fhi. Ibu sama adikku pergi ke rumah sakit buat tengok pamanku.”
Fhifhian: “Terus?”
Yusyifa: “Yah, kamu cuek amat sih!”
Fhifhian: “Hehe.. Becanda, Syif.”
Yusyifa: “Temenin aku di rumahku yuk”
Fhifhian: “Kalau sekarang nggak bisa, syif. Aku lagi latihan piano. Setelah ashar baru bisa deh..”
Yusyifa: “Ya sudah. Gak apa-apa. Aku gak maksa kok. Bye..”
Fhifhian: “Bye…”

Hari ini, merupakan hari paling membosankan untukku. Karena rasa bosan yang semakin menyerang, aku mulai memutuskan untuk tidur.

Ruang mimpi mulai menyelimutiku. Aku berada di rumah sakit yang begitu sepi. Dengan lorong yang gelap, membuat suasana semakin mencekam. Aku mengenakan baju pasien yang sudah usang. Aku berantakan seperti orang yang sudah disiksa. Langkah kakiku terpatah-patah. Wajahku pucat pasi. Aku melihat ke ruang mayat. Aku sangat kaget. Jantungku berdetak kencang sekali. Aku melihat mayat gadis bernama FHIFHIAN ADILLA. Itu Fhian sahabatku! Dan di sampingnya ada mayat gadis juga bernama YUSYIFA SAFITRI.
“Aku meninggal?” aku bertanya-tanya. Aku mulai menangis terisak-isak. Aku mendengar suara Fhian memanggilku. Aku semakin takut. Nafasku sesak. Aku berteriak. Ternyata, itu hanya mimpi. Aku terbangun dari tidurku. Fhian ada di sampingku.

“Syifa, bangun!” panggilnya.
“Fhi..Fhian?”
“Iya, ini aku. Kamu lupa kunci pintu, kan?” tanyanya.
“Ka.. Kamu gak apa-apa, kan? Kamu gak meninggal, kan? Kamu gak ada di ruang mayat yang gelap itu, kan?” aku masih kaget.
“Hei, kamu ini kenapa sih? Coba ceritain yang bener deh.”
“Tadi aku tidur. Terus, aku mimpi aku ada di rumah sakit yang gelap dan serem. Aku lihat, aku dan kamu meninggal.” jelasku.
“Oh, itu cuma bunga tidur. Tenang aja, aku ada disini kok. Gak usah takut. Ayo kita kunjungi Pilo.” aku sedikit tenang dan mulai mengganti pakaian degan hijab dan pakaian berwarna aqua marine sama seperti Fhian.

Hanya dengan hitungan menit, kami pun sampai di FS World. Aku melihat Pilo sedang tidur. Fhian mengelus kepala Pilo dengan lembutnya. Pilo terbangun dan mengeong. Kami pun bermain dengannya.

Saat inilah tragedi terjadi. Saat itu, Pilo mengejar kupu-kupu sampai ke tengah jalan raya. Fhian menyusulnya dan hendak mengambil Pilo ke taman. Tiba-tiba, ada sedan hitam berkecepatan tinggi hendak menabrak Fhian dan Pilo. Aku tersentak kaget.
“FHIAN!!” teriakku.
“AAAAGH!!!” Fhian berteriak.
Aku segera bertindak. Aku segera berlari ke arah mereka secepat mungkin, menghalangi sedan hitam itu agar tak menabrak pada mereka. Tapi, aku, Fhian, dan Pilo tertabrak mobil itu. Kepalaku terbentur keras ke pohon besar di pinggir jalan. Aku sulit bergerak. Fhian hanya sedikit luka di kening dan kakinya. Pilo selamat.

“Fhi.. Fhian..” panggilku pelan. Pengemudi sedan itu malah melarikan diri. Kamipun menjadi korban tabrak lari. Fhian mendekatiku dengan cara mengesot.
“SYIFA! BANGUN, SYIF! SYIFA! SYIFA! TOLONG!” teriaknya mencari bantuan.
Pandanganku kabur, awalnya buram, semakin lama malah gelap gulita. Aku tak bisa melihat semuanya. Tapi, aku bisa mendengar teriakan Fhian dam merasakan beberapa orang mengangkat tubuhku. Aku tak sadarkan diri.

KEMARIN…
Aku sedikit terbangun. Aku berada di rumah sakit. Fhian berada di sampingku. Alat bantu pernafasan terpasang pada diriku.
“Syifa! Kamu bangun? Aku disini, syif. Jangan tinggalin aku.” katanya. Aku tersenyum simpul padanya. Tiba-tiba, aku tak sadarkan diri lagi. Tapi, masih terdengar suara di sekitarku.
Fhian memanggil dokter, lalu berkata.
“Dok, dok, tadi Syifa bangun dok. Dia senyum padaku. Tapi, dia pingsan lagi. Tolong dia, dok!” katanya.

2 JAM KEMUDIAN…
Aku terbangun, Ibu ada di sampingku.
“Ibu?”
“Syifa? Kamu bangun, Nak?”
“Syifa dimana, bu?”
“Kamu ada di rumah sakit, Nak. Kamu, Nak Fhifhian, dan Pilo jadi korban tabrak lari.”
Setelah mendengar nama FHIFHIAN, aku bertanya pada Ibu.
“Fhian dimana, bu? Dia gak apa-apa, kan?” Ibu menghela nafas. Dan menjawab.
“Nak Fhifhian ada di jantungmu, matamu dan darahmu.”
“Ma.. Maksud Ibu apa?”
Ibu membawaku menaiki kursi roda dan mengajakku ke ruang mayat. Ibu meminta penjaga ruang mayat untuk membuka salah satu mayat.
Setelah dibuka, ternyata.. ITU FHIAN!
“Ini Fhian, bu?” Ibu mengangguk pelan.
“Ibu bohong, kan? Ini bukan Fhian, kan? Ini orang lain, bu! FHI! FHI! BANGUN, FHI! JANGAN PERGI!” aku mulai menangis sambil memeluk mayat Fhian. Ibu memelukku erat
“Dokter bilang, jantung kamu lemah, kamu buta, juga kamu kehilangan darah. Gak ada darah yang cocok buat didonorkan. Tapi, Nak Fhifhian maksa dokter. Kalau dia mau donorkan jantungnya, matanya, juga darahnya. Terus dia bilang gini “Dok, saya siap mati demi sahabat saya.” Ya, akhirnya dokter mendonorkan organ tubuh Nak Fhifhian untukmu.” jelas ibu.
“Segitunya, bu?” aku terheran-heran. Ibu mengangguk.
“Pilo mana, bu?” tanyaku.
“Pilo dirawat oleh suster, Nak.” jawab ibu.

Aku memandangi FHIFHIAN ADILLA yang terbaring kaku tanpa detak jantung, tanpa nafas, dan tanpa denyut nadi. Kini tak ada suara tawa, suara penyemangat, dan senyum manis di wajahnya. Hanya ada wajah pucat tanpa ekspresi. Takkan ada lagi tangan hangat yang memegangku, rangkulan yang menemaniku, dan tak ada lagi pelukan nyaman.

Selamat tinggal FHIFHIAN ADILLA sahabatku! Semoga kau kekal di surga!

YUSYIFA SAFITRI
&
ALM. FHIFHIAN ADILLA

THE END

Cerpen Karangan: Resty Nur Wahyuni
Facebook: Resty Nur

Cerpen Terakhir Bersamamu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Semua Demi Kamu Sobat

Oleh:
“aku juga mencintaimu, tapi bagaimana dengan dia?” ucap seorang wanita yang alim bernama frischa “tapi aku sangat mencintaimu, aku benar-benar akan menyayangimu dan mencintaimu sepenuh hati ini” ucap seorang

Hari Terakhir

Oleh:
Setelah perpisahan dari Jogja, kita semua pulang ke Jakarta. Di perjalanan, dalam bis… “Wah asyik ya! Aku mau lagi nih” Kata Kirin “Iya, apalagi bareng-bareng kayak gini” Seru Lili

Perkemahan Yang Menyenangkan

Oleh:
“Eh, ada pengumuman apaan itu, Mul, Zhar?” tunjuk Fretha, sahabatku ke arah manding sekolah. Anak-anak berdesak melihat Manding. “Nggak tau, Tha,” ucap Zharina, sahabatku. “Lihat, yuk!” ajakku. Kami langsung

Kecerdikan Si Kucing

Oleh:
Pada suatu hari terlihatlah seekor kucing yang besar dan menakutkan. Fisik kucing yang begitu besar itu membuat hewan-hewan di sekitarnya menjadi takut. Bahkan karena takut dimangsa oleh sang kucing,

Let’s Go Writing Friends

Oleh:
Lisa, Lily, dan Lira. Adalah tiga sahabat yang memiliki hobi yang sama, satu sama lain, yap, mereka hobi menulis, menulis apapun itu, entah itu cerita, puisi, pengalaman, ataupun momen.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *