Ternyata Lo Itu Palsu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 7 December 2017

Jack merasa tertipu, uangnya hilang semua. Dia tidak mengetahui hal tersebut dan memilih untuk pergi. Jack pulang dengan tangan kosong, tidak biasanya dia seperti itu. Jack adalah remaja pria berusia 14 tahun yang tinggal hanya dengan Ibunya, Ayah Jack telah meninggal, karena terkena penyakit jantung iskemik/jantung koroner. Ibu Jack berusia 30 tahun saat kehilangan suaminya, sekarang Ibu Jack berusia 50 tahun.

Mercy menghibur Jack dengan sebuah lelucon. Lelucon yang dibuat Mercy memang kurang lucu, tetapi mampu membuat Jack kembali menampakkan senyumnya. Mercy adalah sahabat perempuan yang dekat dengan Jack, mereka berdua selalu bersama. Mercy tinggal sebatangkara karena kedua orangtuanya telah meninggal, Mercy tinggal di Panti Asuhan Pondok Merah (PAPM). Ibu Jack tidak mampu melakukan suatu pekerjaan karena sudah tua, dia hanya berbaring terus menerus di rumah. Hal tersebut membuat Ibu Jack tidak mampu menyekolahkan Jack, Jack pun harus mengemis untuk dapat menghidupi Ibunya dan dirinya sendiri.

Di jalan itu, mereka tertawa bersama. Tak terasa panasnya sinar mentari sudah mulai hilang dan suara adzan mulai berkumandang. Jack dan Mercy berpisah, mereka pulang ke tempat tinggal masing-masing. Keesokkan harinya, Jack dan Mercy pergi seperti biasa. Mercy menjemput Jack di rumahnya pada pukul lima pagi. Jack berpamitan dengan Ibunya untuk pergi mengemis. Jack dan Mercy menghindari jalan kemarin, karena takut akan ditipu lagi oleh Risky. Mereka pun berpisah, Jack melewati gang kecil yang bertembusan langsung dengan tempat yang mereka tuju, sedangkan Mercy melewati jembatan yang menyeberangi sungai. Saat Jack melewati gang kecil tersebut, dia melihat uang seratus ribu tergeletak di jalan. Tanpa berpikir panjang, Jack langsung mengambilnya. Jack merasa, hari ini merupakan hari keberuntungannya. Jack pun pergi ke tempat yang dia tuju dengan hati yang gembira, dalam waktu lima menit, Jack sudah sampai di tempat yang dia tuju. Tempat yang Jack tuju ialah Lovely Mega Mall. Tetapi Mercy belum juga tiba, karena terlalu lama menunggu, Jack mulai mengemis sendirian tanpa Mercy.

Dugaan Jack dan Mercy ternyata salah, Risky tidak ada di jalan kemarin, melainkan di jembatan yang dilewati Mercy. Ketika Mercy melewati jembatan tersebut, dia melihat Risky sedang memalak seorang pengemis. Orang yang dipalak Risky ternyata adalah Olet, Olet merupakan teman Mercy. Risky menakut-nakuti Olet, supaya Olet memberi Risky uang. Olet adalah perempuan cantik, sehingga jika dia mengemis, banyak orang terlena melihat wajahnya. Olet mulai mengemis pada pukul setengah lima pagi, Olet mendapat banyak uang hasil mengemis. Saat dia mau mengambil uang di dalam sakunya, dia terkejut. Uangnya yang seratus ribu hilang, dia menduga uangnya terjatuh saat melewati gang. Risky pun marah dan melempar Olet ke sungai, Olet basah kuyup dan memilih untuk pulang, dia tidak dapat melanjutkan pekerjaannya dengan pakaian yang basah.

Risky melihat Jack, lalu memalaknya juga. Mercy belum mendapat uang sepeserpun karena belum memulai pekerjaannya. Mercy tidak dapat memberi Risky uang, Risky pun marah. Mercy mempunyai nasib yang sama seperti Olet, tetapi Mercy memilih tetap bekerja daripada pulang, karena Mercy belum mendapat uang sama sekali. Mercy terpaksa mengemis dengan pakaian yang basah.

Mercy akhirnya tiba di Lovely Mega Mall, saat Mercy tiba, dia terkejut. Jack sudah mendapat banyak uang hasil mengemis, Jack pun membelikan Mercy sebuah baju yang bertuliskan “I Am Cute” dengan sebuah gambar smile. Awalnya Mercy tersenyum karena dibelikan baju, tetapi Mercy teringat kejadian yang dialaminya. Mercy marah dan berperilaku seperti orang gila. Jack sudah mendapatkan banyak uang, tetapi Mercy belum mendapat uang sama sekali. Mercy juga tercebur ke dalam sungai dan menjadi basah kuyup, sedangkan Jack dapat membeli sebuah baju dengan uangnya. Jack ketakutan melihat Mercy, dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Mercy. Jack pun bersembunyi, banyak orang di Lovely Mega Mall yang melihat Mercy bertingkah seperti orang gila. Mercy merasa malu lalu pergi dengan tangan kosong, sedangkan Jack pulang ke rumah dengan mendapat banyak uang. Saat di perjalanan pulang ke PAPM, Mercy kedinginan. Mercy menyesal karena tidak menerima baju yang dibeli Jack. Saat sampai di PAPM, Mercy sakit.

Keesokan harinya, Jack menjenguk Mercy di PAPM. Mercy marah melihat kedatangan Jack, dan mengusir Jack. Jack pun sakit hati, dia membuat sebuah prinsip yang dinamainya prinsip “No Mercy” yang dapat diartikan “Tidak ada Mercy” ataupun dapat diartikan “Tanpa Ampun”. Mulai saat itu, Jack bekerja sendiri. Jack selalu mendapat banyak uang, dia pun tidak pernah bertemu dengan Risky dan tidak pernah dipalak. Berbeda dengan Mercy, Mercy jarang mendapat uang, dia pun selalu bertemu dengan Risky dan selalu dipalak Risky.

Sepuluh tahun berlalu, umur Jack sudah 24 tahun dan sudah menikah dengan Olet. Umur Ibu Jack sudah 60 tahun, Jack dan Olet sudah bekerja, pekerjaan mereka bukan mengemis lagi. Jack bekerja sebagai PNS, sedangkan Olet bekerja sebagai guru.

Keesokan harinya, Ibu Jack meninggal. Jack bersedih, Ibu Jack meninggal dikarenakan penyakit Stroke. Di rumah yang sederhana, hanya tinggal Jack dan Mercy. Jack dan Mercy pergi ke toko baju, mereka pergi menggunakan motor Vario 150. Saat di jalan, Jack melihat seorang pengemis duduk di pinggir jalan. Jack teringat saat dia masih muda, Jack pun mendekati pengemis itu hendak memberikan uang. Saat Jack hendak memberikan uang, betapa terkejutnya dia. Ternyata seorang pengemis tersebut adalah sahabat lamanya, yaitu Mercy. Jack hendak memeluk Mercy, tetapi dia teringat dengan prinsip lamanya yaitu “No Mercy”. Olet menasihati Jack, bahwa tidak ada hal apapun di dunia ini yang lebih berharga dari persahabatan. Jack pun akhirnya menghapus prinsip lamanya, lalu menggantinya dengan prinsip baru yaitu “Friendship Forever”. Jack membolehkan Mercy tinggal bersama dia. Mercy mendapat pekerjaan baru, bukan mengemis melainkan petugas Bank atau Banker.

Saat Jack dan Olet bekerja, Mercy sendirian di rumah. Niat jahat Mercy kembali muncul, Mercy mencuri uang Jack yang tersimpan di lemari. Sekolah tempat Olet mengajar ternyata libur, oleh karena itu Olet cepat pulang ke rumah. Setibanya di rumah, Olet terkejut. Olet melihat Mercy mencuri uang Jack, Olet langsung menelepon Jack. Jack tiba di rumah dan menangkap basah Mercy yang sedang mencuri uang Jack. Jack merasa kecewa, Jack pun mengusir Mercy dan membuat sebuah prinsip baru, yaitu “Ternyata Lo Itu Palsu”.

THE END

Cerpen Karangan: Edrick Adriel Parlindungan Panjaitan
Facebook: Edrick Colombuss
Nama: Edrick Adriel Parlindungan Panjaitan
TTL: Sintang, 13 November 2002
Alamat: Sintang, Kal-Bar, Indonesia.
Hobi: Menulis dan menggambar
Sekolah: SMP Negeri 1 Sintang
Kelas: IX D

Cerpen Ternyata Lo Itu Palsu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


In This Class

Oleh:
Waktu, Adalah memori yang berjalan. Memori serta kenangan nan indah dari masa-masa sekolahku. Namun, Seiring berjalannya waktu, Kita sudah mulai berpisah, Kita sibuk dengan kegiatan kita. Kita sudah meninggalkan

Lost Friends Because Of Love

Oleh:
Hari ini hari yang begitu indah, karena rumah pohon yang aku dan sahabat sahabatku buat telah selesai. Namaku Kayla aku punya 4 sahabat, namanya Tessa, Tina, Andi dan Deran.

Persahabatan Halilintar

Oleh:
Matahari menjerang dan ayam pun berkukuk, mataku perlahan terbuka badanku pun susah untuk bergerak. Banyak perkataan dan pikiran yang menghantui pikiranku hanya untuk menjawab satu pertanyaan ini, apa maksud

The Seven Book Lover

Oleh:
Hai, namaku Athella Nathelie Althissa, atau Athella. Aku punya enam orang sahabat, yaitu: Laurencia Renata (Laura), Seandra Erenita Yellasha (Sean), Ennata Amelie Chatryn (Enna), Andre Lycoln (Andre), Cedric Roulane

Janji Setia

Oleh:
Delapan tahun yang lalu, ada seorang gadis bernama Elfi berasal dari kota Bagan Batu yang melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Jorlang Hataran, Tiga Balata. Elfi yang diantar oleh Mama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *