Tersenyumlah Kawan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 12 June 2019

Tak pernah kulihat wajahnya tersenyum. Atau pun tertawa. Apa beban hidupnya terlalu berat? Tertawalah kawan.

Rara. Gadis yang selalu ku ingin beri 1000 pertanyaan sekaligus. Kenapa ia tak pernah tersenyum? Kenapa ia tak pernah tertawa? Seberapa berat beban hidupnya? Apakah ia mempunyai teman? Lebih banyak daripada yang kalian pikirkan.

“Kenapa sih Rara gak pernah senyum?” tanya Nadia, sahabatku.
“Entah, aku juga bingung” kami memperhatikan Rara yang sedang menyendiri di tempat duduk paling pojok dengan wajah cemberut dan muram.

Pagi itu, kami anak anak kelas 5A segera berkumpul di lapangan untuk berolahraga. Olahraga adalah pelajaran favoritku. Setelah pemanasan, kami dibagi menjadi 2 kelompok untuk bermain bola tangan. Kebetulan aku berada di kelompok 1 dan sekelompok dengan Rara. sedangkan, Nadia berada di kelompok 2. Ini adalah kesempatanku.

“Hai Rara, kamu suka main bola tangan gak?” tanyaku.
“Tidak terlalu, kalau kamu?”
“Aku suka, ya udah kita jaga di sana yuk!” ajakku.

Lama lama, aku dan Nadia semakin akrab dengan Rara. Jika jam istirahat, kami selalu mengajaknya makan. Walaupun kadang kadang ia menolak dan memilih untuk makan sendiri.

Suatu hari,
“Rara, apakah kau mau jadi sahabat kami?” tanyaku dan Nadia.
“Hmm, aku mau. Kebetulan aku juga tak punya sahabat” jawabnya. Lalu ia memancarkan senyum manisnya. Baru kali ini aku dan Nadia melihat Rara tersenyum manis. Wajahnya makin tambah cantik dan lucu.

Kami mewarnai hari hari persahabatan kami dengan canda dan tawa.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha

Cerpen Tersenyumlah Kawan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pak Tani dan Raja Semut

Oleh:
Di sebuah desa yang asri dan makmur tinggalah seorang petani yang sangat rajin dan pekerja keras, setiap hari ia bekerja di sawah miliknya sendiri. Letak sawah Pak Tani lumayan

Cita Citaku dan Masa Depanku

Oleh:
Hai namaku Bila Ratna Ayu panggilanku Bila. Aku duduk di bangku Kuliah. Aku anak kedua dari empat bersaudara. Dulu ketika aku bertentangan dengan orangtuaku karena Masa Depanku, aku hampir

Makan Coklat Berjamaah

Oleh:
Pada suatu hari, ada seorang gadis kecil bersama ibunya sedang lari pagi di taman kota. Lalu, mereka melewati sebuah toko coklat besar yang berdiri tak jauh dari tempat mereka

Sahabat Sejati

Oleh:
Pagi pun datang menyinari dunia.Tampak seorang gadis perempuan berpakaian seragam sekolah SMP sedang berjalan kaki. Dengan senyuman yang indah ia pun berjalan dengan wajah yang riang, gadis itu bernama

Akhirnya Kau Kembali Meera

Oleh:
“Assalamualaikum!!!” salam Zulvita atau disapa Zulvi sesampai di depan rumahnya. Ia habis pulang sekolah. “Waalaikum salam!!!” jawab Revita, ibunda Zulvi yang biasa dipanggil Revi. Zulvi menghampiri Bumdanya. “Nda, kak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *