The Almoner Blossom

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 17 February 2018

Pada zaman dahulu, hiduplah seekor semut yang tinggal di sebuah pohon bunga gading yang terletak tepat di tengah-tengah sebuah lembah di dalam hutan. Lembah itu dikelilingi oleh perbukitan yang membentuk cincin. Di setiap bukit tumbuh pohon bunga gading yang sama, namun pohon bunga gading yang ada di lembah adalah yang terbaik dan terindah.

Pohon bunga gading yang ada di lembah membawa kedamaian di seluruh hutan. Keharuman bunga gadinglah yang membawa kedamaian itu. Sehingga di setiap pohon bunga gading harus dijaga oleh hewan-hewan terpilih. Dan yang terpilih untuk menjaga pohon bunga gading terbaik yang ada di lembah adalah Enti, seekor semut yang tinggal di pohon bunga gading itu.

Enti memiliki seorang sahabat yang selalu mengerti apa yang dimaksudkan Enti, dia adalah Beetan, seekor lebah yang tidak memiliki seorang pun dihidupnya kecuali Enti. Enti yang tinggal sendiri di pohon bunga gading tentu saja senang memiliki seorang teman yang sangat baik hati seperti Beetan.

“Hai Enti, apa kabar?” Sapa Beetan yang datang menemui Enti.
“Beetan, pagi-pagi buta kau sudah ada di sini? Ada apa? Apakah ada yang mengganggumu?” Tanya Enti kebingungan.
“Tidak, aku hanya mimpi buruk! Dalam mimpiku, ada kekeringan berkepanjangan yang terjadi di hutan ini, dan hanya pohon bunga gading inilah yang bisa bertahan hidup. Semua hewan kebingungan untuk mencari makanan. Dan aku berharap, mimpiku itu tidak akan terjadi!”
“Tidak akan terjadi! Mari, sarapan denganku! Kemarin sore, aku mencari nectar bunga di bawah, dan sekarang masih ada.”

Memang benar adanya, beberapa bulan kemudian terjadi kekeringan yang berkepanjangan. Air di sungai benar-benar hilang tak bersisa. Bahkan tanahnya retak-retak. Rerumputan bukan hanya mengering, melainkan seakan lenyap di muka bumi. Semua hewan kelaparan dan kehausan. Tak ada lagi tumbuhan yang hidup kecuali pohon bunga gading yang ada di lembah.

Namun, semua hewan tidak ada yang berani mengambil nektar bunga gading meskipun dengan cara memintanya. Hanya satu hewan yang tidak kelaparan dan kehausan, dia adalah Enti. Enti tidak mengambil nektar bunga gading, melainkan mendapatkan makanan dari Raja rimba. Biasanya Enti membagi-bagikan makanan yang dimilikinya dengan hewan lain.

Tampak dari kejauhan Beetan datang dengan wajah lusuh. Tampak tertengah-engah ketika terbang dan tampak tidak bertenaga. Enti sedikit cemas ketika melihat keadaan sahabatnya. Sehingga ia mulai menawarkan makanan yang dimilikinya kepada Beetan.
“Beetan, kau tampak sangat kelaparan dan kehausan. Aku memiliki beberapa potong kecil roti dan beberapa tetes air pemberian Raja rimba. Kau ambil saja! Aku sudah makan, mungkin besok Raja rimba akan memberiku makanan lagi.” Kata Enti.

Entah mengapa, Beetan tampak mulai kesal ketika Enti mengucapkan kata-kata itu. Dan Beetan mulai marah-marah.
“Kau ini ada apa? Sudah kubilang aku tidak suka roti! Mengapa kau menawariku roti? Bukankah ada bunga gading?” Sahut Beetan dengan nada cukup tinggi.
“Maaf, aku lupa. Tapi, tidak ada yang boleh untuk menikmati nektar bunga gading! Ini perintah Raja rimba! Jadi, kalau kau tidak mau, minum saja air yang kumiliki!” Jawab Enti.
“Tidak usah! Aku tidak memerlukan airmu! Aku hanya butuh nektar bunga gading! Sekarang berikan saja nektar bunga gading!”

“Tidak, aku tidak mau!”
“Kalau kau tidak mau memberikannya, akan aku ambil sendiri!” Entah apa yang terjadi dengan Beetan saat itu, tidak biasanya dia seperti itu.

“Beetan! Apa yang terjadi?”
“Kau yang ada apa, Enti!”
“Aku hanya melaksanakan amanah dari Raja rimba, Beetan!”
“Jadi kau lebih memilih Rajamu itu? Baik, aku akan pergi dari sini!”

Sejak saat itu, Enti tidak melihat Beetan. Ini sudah berhari-hari Beetan tidak kembali. Enti mulai menyesal dengan perilakunya melarang Beetan memakan nektar bunga gading. Seharusnya ia lebih memilih sahabat satu-satunya itu. Tapi itu tidak benar! Enti mulai ada dalam kedilemaan.

Hingga suatu pagi, datang seekor kupu-kupu indah. Enti kagum melihat keindahan sayap kupu-kupu itu. Dan kupu-kupu itu mulai berbicara kepada Enti.

“Hai, apakah kau penjaga pohon ini?” Tanya kupu-kupu itu.
“Benar, apa ada yang bisa kubantu? Dan apa aku mengenalmu? Kelihatannya tidak!”
“Yang benar saja kau tidak mengenalku! Aku adalah Pita, sang kupu-kupu legendaries dan terkenal! Dan kau tidak mengenalku? Ini tidak adil! Tapi sudahlah, aku tidak peduli. Kau suka sayapku ini kan?”
“Yang benar saja kalau aku tidak suka!”

“Apa kau ingin melihat sayapku setiap hari? Tidak semua hewan bisa melihat sayapku ini, apalagi setiap hari!”
“Tentu saja aku ingin.”
“Kalau begitu, berikan aku nektar bunga gading setiap hari, bagaimana?”
“Aku tidak bisa, jadi kau pergi saja dari sini!” Enti langsung ingat kebersamaannya dengan Beetan yang ketika pertemuan terakhir mereka Beetan meminta nektar kepada Enti.

“Aku tidak menerima penolakan, dasar semut kecil! Apa kau ingin menantang seekor kupu-kupu legendaris dan terkenal seperti aku? Lihat saja ini, aku akan menjatuhkanmu dari pohon bunga gading ini!”
Kupu-kupu itu terlihat mulai menyerang Enti dengan gerakan seperti kilat. Enti tidak mampu menghindar. Enti benar-benar terkejut sehingga tidak bisa berpikir apa-apa terutama untuk menghindar.

BRUAGHH…
Kupu-kupu itu jatuh setelah Beetan menyengatnya.
“Beetan? Apakah aku sedang bermimpi? Ke mana saja kau selama ini? Maafkan aku ya, karena tidak mengizinkanmu untuk memakan nektar bunga gading!” Kata Enti.
“Lupakan saja itu! Aku pergi saat itu karena aku ingin pergi ke hutan seberang untuk mencari makan. Maafkan aku karena tidak memberitahumu dan perilakuku saat itu ya!” Jawab Beetan.

Tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras. Angin bertiup dengan sangat kencang. Mungkin itulah yang menyebabkan awan hitam datang tiba-tiba.
Akhirnya Beetan dan Enti bisa bersahabat seperti biasa dan kekeringan panjang itu mulai teratasi. Kedamaian hutan mulai tumbuh subur. Semuanya tampak senang dan damai karena kekeringan panjang itu sudah berakhir.

Cerpen Karangan: Dikta Sumar Hidayah
Facebook: Dikta Dikta Sumar Hidayah

Cerpen The Almoner Blossom merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tragedi Permen Karet

Oleh:
Pernah dulu, sewaktu Frida kecil, ia mengalami kejadian yang sungguh lucu. Mau tahu? Hari minggu. Frida, mama, papa, dan Kak Fresty pergi jalan-jalan ke mall di kota tempat tinggal

Misteri Roh Di Dalam Topeng

Oleh:
Hari ini teman Fifi yaitu Sisi ulang Tahun. Sisi mendapat kado sepesial dari saudaranya yaitu Alya. kado sepesialnya itu adalah topeng berbentuk orang mulutnya menutup dan sedikit mengeluarkan Lidahnya.

Siang Itu Masih Berbekas

Oleh:
“Umi jahat! Umi gak sayang sama Meta!” begitulah kata Meta dengan nada tinggi sambil membanting pintu kamarnya. Entah perasaan apa yang berrkelebat di benaknya hingga ia menaikkan nada suaranya

Selamat Tinggal Kakakku

Oleh:
Namku Lishya Nyrita Azita, paggil aku Lishya. Aku tinggal bersama ayah, ibu, mas Haflis, dan mbak Lorena. Mas Haflis, dan mbak Lorena adalah 2 kakakku. Umurku 12 tahun, aku

Kronologi Gedung OnePiece

Oleh:
12 Agustus 2014, Mellbourne. Semua orang tampak sibuk. Berlalu lalang dengan tergesa gesa. Tak terkecuali diriku. Seorang pekerja kantoran. Tak habis pikir, aku masih terus menatap mereka mereka yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *