The Sychotic Witch

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 28 April 2017

“Hei, bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tak berjumpa.”
Kemudian, gadis berambut coklat itu duduk di sebelahku. Aku hanya mengangguk-nganggukan kepalaku pertanda bahwa aku baik-baik saja selama ini.
“Hilangkan kebiasaanmu yang tidak mau berbicara dengan orang lain itu. Jangan terus bergantung kepadaku.” ucapnya.
“I-iya..”
Gadis berambut cokelat dan bermata hitam itu mengangkat alisnya. Namanya Rina. Ia adalah sahabatku sejak kecil. Kami sudah seperti kakak beradik. Aku sangat menyanginya, dan sudah pasti ia menyayangiku juga. Benar, kan?
“Baiklah, jika kau masih tidak ingin berbicara denganku.” ucapnya.

Ia meninggalkanku di sini. Sendirian. Maksudku, aku tidak benar-benar sendirian. Aku hanya tidak mempunyai teman. Dan itulah yang menyebabkan aku merasa selalu sendirian. Hanya Rina satu-satunya teman sekaligus sahabat yang kumiliki saat ini. Orang-orang di kelas menganggapku sebagai gadis yang aneh. Beberapa dari mereka bilang bahwa aku adalah seorang psycho. Ya, perkataan dari mereka tidak sepenuhnya salah.

Semua hal itu terjadi karena aku adalah seorang penyihir. Ya. Penyihir. Tetapi, aku tidak boleh menunjukkan kekuatanku kepada siapapun. Bahkan teman terbaikku Rina belum mengetahui bahwa aku adalah seorang gadis penyihir. Sebenarnya aku tidak dilahirkan di dunia ini. Aku dilahirkan di dunia yang sangat berbanding terbalik dengan bumi. Di duniaku, aku dipanggil “The Sychotic”. Sebutan itu diwariskan kepadaku saat 1000 tahun yang lalu, ketika aku membunuh salah satu monster yang sangat langka dan sebenarnya sangat sulit untuk dimusnahkan. Namun, karena pada saat itu aku membacakan mantra legendaris dari guruku yang sudah tiada, aku dapat memusnahkan monster itu.

Aku sangat bangga dengan diriku saat itu. Dan semua orang memujiku karena sudah bisa memusnahkan monster langka yang menyeramkan itu. Cerita berubah seiring waktu berjalan. Pada saat itu, seorang lelaki tua memberitahuku bahwa mantra yang aku gunakan untuk memusnahkan monster itu adalah mantra terlarang yang hanya boleh diucapkah oleh seorang legendaris. Dan saat itu juga, aku diasingkan ke sebuah dunia. Seluruh orang menyebut dunia ini “bumi”. Di bumi, aku melihat orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan egois. Sangat jauh dengan duniaku. Di duniaku sangat tentram dan damai. Dan di sinilah aku, duduk menempati sekolah yang bernama “Gracious Senior High School”.

Bel istirahat pun berbunyi. Aku menggelengkan wajahku agar tidak melamun lagi. Saat aku ingin menuju ke kantin, tiba-tiba angin bertiup kencang. Para murid di sini teriak dan berlari kesana kemari untuk antisipasi menyelamatkan diri.
“To-tolong aku!” ucap salah seorang gadis berambut coklat itu dari kejauhan.
Aku menyipitkan mataku dan meneliti lebih dalam lagi. Rupanya itu adalah Rina. Astaga! Aku pun menghampirinya. Rina yang sedari tadi memasang wajah ketakutan, kini ekspresinya sudah berkurang ketika aku datang menghampirinya. Tapi, aku melihat sesuatu di depanku. Apa?! Monster? Bagaimana bisa ada monster di bumi?

“Hahaha. Apa kau terkejut melihatku, Leila? Aku datang ke sini untuk membalas dendam temanku yang terbunuh olehmu 1000 tahun yang lalu.” ucapnya dengan suara keras.
“Aku tidak takut denganmu. Lawan aku. Jangan ganggu sekolah ini.” ucapku dengan wajah serius.
Kemudian aku bertarung dengannya. Dari kejauhan, terlihat Rina yang sedang terkejut melihatku bertarung dengan seorang monster. Kemudian, aku mengucapkan mantra yang sama dengan 1000 tahun yang lalu. Ya, mantra terlarang. Seketika, monster itu pun musnah.

Aku langsung menghampiri Rina yang sedari tadi memasangkan ekspresi ketakutan. Aku menenangkannya.
“Rina, kau jangan ketakutan lagi. Tenang, monster itu sudah tidak ada. Dan maafkan aku, sebenarnya aku adalah seorang penyihir dari 1000 tahun yang lalu.”
Rina masih tidak menjawab pernyataanku. Aku menghembuskan nafasku.
“Baiklah, mungkin kau tidak ingin berteman denganku lagi. Kalau begitu, sampai jum-“
Tiba-tiba, Rina memeluku dari belakang.
“Ti-tidak, jangan tinggalkan aku Leila. Kau tetap menjadi sahabatku. Dan selamanya kita akan tetap menjadi sahabat.
Aku pun tersenyum gembira mendengar jawaban dari gadis berambut coklat itu.

Cerpen Karangan: Firda Adilah
Facebook: Firda Adilah

Cerpen The Sychotic Witch merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat untuk Amel

Oleh:
Entah berapa kertas yang ku buang untuk menuliskan surat ini. berharap pagi ini bisa kukirimkan secepatnya, perangko dan amplop sudah kusiapkan. baiklah akan kubaca sekali lagi surat ini sebelum

Rencana Tuhan

Oleh:
“Hari ini kok panas banget sih kayak udah di neraka” kataku pada Eli sahabatku yang sedang duduk di sampingku. “Emangnya loe udah pernah kesana?” katanya balik nanya. “Hiihhh Eli

3 Sahabat

Oleh:
Ada 3 sahabat anak ke mana-mana selalu bersama, 3 orang itu bernama Hasna, Husna, Husain. Dia dari kecil sudah bertetanggaan dan satu sama lain sudah saling kenal, setiap hari

Proklamator

Oleh:
Pulau Buru. Tempat penuh dengan aura kejahatan dan kekejaman, tempat di mana ratusan wajah-wajah kotor tahanan politik atau pembunuhan. Tempat di mana setiap detik terhembus napas terakhir sisa kehidupan

Bintang di Langit

Oleh:
Suatu malam, dua sahabat sedang makan malam di Sheila Resto. Nama kedua sahabat itu Bintang dan Langit. Makan malam mereka dipenuhi canda tawa. Hingga pernyataan dari Bintang yang membuat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *