Tiga Oknum Untuk Yovan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 April 2015

Yovan Alexander Sebastian. Nama itu agaknya mulai merasuki otak Ivary setelah sekian lama ia tak pernah memikirkannya lagi. Mungkin munculnya masih timbul tenggelam dalam otak Ivary, namun seiring rentenan peristiwa gokil yang dilakukan Ana, Wina dan Priscil menjadikan nama itu melekat kembali ke dalam ingatannya.
Timbulnya nama itu dipicu hal simpel, curhatan antar sahabat. Namun itulah yang menarik Ivary kembali pada Yovan dan melahirkan rasa cinta dalam paket yang lebih lengkap. Asam, manis, pahit. Cukup jelas siapa saja oknum tak bertanggung jawab yang berhasil menarik putus urat malunya tiap kali (tanpa sengaja) berpapasan dengan Yovan, yaitu ketiga sahabatnya. Ketiganya selalu menggodanya, bahkan berteriak keras pada Ivary tentang Yovan, yang tentu saja ia yakini untuk membalaskan hal yang sama padanya. Ivary sering menggoda mereka juga, sehingga ia harus pasrah digoda juga bila ada Yovan di sekitarnya (meski Ivary yakin dari jarak 400 m suara godaan sahabat sahabatnya sampai ke telinga Yovan). Yang paling sering Ivary terima adalah teriakan super keras Wina jika Ivary ke kelas mereka -Priscil dan Wina- yang secara KEBETULAN berada dekat dengan kelas Yovan untuk memandangi Yovan. Ia pernah malu setengah mati akibat teriakan Wina yang suaranya gila gilaan terdengar jelas oleh Yovan yang secara kebetulan melewati kelas Wina.
“APA RY? YOVAN???!!!” Bruk! Ivary jatuh dari meja yang didudukinya lalu berusaha menyembunyikan tubuhnya dari tatapan sekelas Yovan yang melongok ke kelas Wina sebentar karena keributan itu.
Wina kurang ajaaarrr, maki Ivary dalam hati. Ia malu setengah mati karena ulah Wina.
Wina cuma tersenyum jail ketika Ivary melotot gemas kepadanya dan mengacak acak rambut Wina dengan beringas, pertanda ia benar benar malu setengah mati dengan kelakuan Wina tadi. Ia mencari cari benda yang bisa dilemparkannya kepada Wina, sebesar mungkin biar Wina kapok mengerjainya seperti tadi. Menyadari situasi mendadak berubah menjadi genting, Wina buru buru menarik Ivary ke tempat yang cukup aman. Di pojokan kelas, dimana tak ada barang yang bisa dilemparnya kecuali tas tas mereka yang super berat. Wina merasa tempat itu aman, karena bila Ivary nekat, ia harus berpikir dua kali sebelum bertindak. Tas tas mereka sangat berat dan mustahil bagi Ivary mampu melemparnya ke arah Wina. Ivary mendengus garang, merasa hasrat melemparnya tak kesampaian. Ia akhirnya mengacak acak rambut Wina sampai kusut. “Ahhh!! Jahaaattt!! Tegaaa!! Busuukkk!!” jerit Ivary kesal setengah mati. Harga dirinya di depan Yovan hancur karena ulah Wina. Meskipun memang sudah tak bersisa lagi setelah Wina berteriak gila gilaan seperti tadi, tetap saja ia malu. Ivary tahu Yovan selalu bersikap dingin padanya, tapi bukan berarti telinganya tuli saat Wina berteriak tadi. Kemungkinan besar Yovan bakalan ilfeel padanya, dan ia tahu kepada siapa ia harus meminta pertanggung jawaban.
Ekspresi Wina cuma dua, senang setengah mati dan puas karena mengerjainya.
“Yaudahlah Ry, seenggaknya dia tau nama lo! Kan bagus..” ledek Wina kejam.
Dalam hati Ivary dongkol. Ia berusaha mencari satu alat yang bisa membalas Wina. BINGO!, pekik Ivary girang ketika Zio, dengan perantara dewi fortuna menampakkan diri di kelas dan membuat otak licik Ivary bekerja dengan brillian. “ekhem, ekhemm…” Ivary berdeham pelan lalu berdesis pada Wina, ” Win, kayanya aku harus ngelakuin sesuatu deh disini sebelum gue balik.” Wina menatap Ivary bingung, karena Ivary telah mengeluarkan wajah iblisnya. Ivary maju ke depan kelas Wina yang sedang ramai lalu berteriak dengan keras, “GUYS, TAU GAK SIH? WINA CINTA MATI SAMA ZIO LOOOHHH!!!”.
Sedetik setelah Ivary berteriak mengalahkan teriakan Wina tadi, berdengung suara ‘ciee’ dari sekelas Wina yang doyan menggoda Wina dan Zio. Ivary berlari secepat kilat ke kelasnya setelah jeritan Wina membahana memanggilnya. Emangnya enak? Rasain!

Cerpen Karangan: Dwi Panca
Blog: dwipancawicha.blogspot.com
Facebook: www.facebook.com/dwi.p.wicha

Cerpen Tiga Oknum Untuk Yovan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


My BFF

Oleh:
Namaku Kezia, aku anak yang ramah dan setia kawan. Aku mempunyai banyak sahabat, salah satunya Renya. Kami selalu bersama suka maupun duka. Renya memang anak yang pemalu dan pendiam,

Diary Diandra

Oleh:
Bagaimanapun juga aku sangat membencimu Azrial Rifaldhy Anggara! Walaupun para cewek memujamu bagai Dewa… Aku tetap enggak akan tunduk di bawah kakimu… By: Diandra Allysa Framezty “Azzrriiaall…” teriak Diandra

Burung Kertas Sang Putri Tidur

Oleh:
Sore itu, daun-daun yang berguguran Iringan semilir angin yang dengan hembusannya menyapaku Kelabunya langit mendung, telah berganti dengan warna-warni goresan tinta pelangi Ku langkahkan kaki ku perlahan Sambil menghirup

Ryan, Aku Mencintaimu

Oleh:
Sulit ku mengartikan rasa ini. Padahal terlihat jelas di mataku saat semua terlukis jelas di hadapanku. Kau tebarkan beribu kata-kata indah untuk dia… dia… dan mereka… Mungkin aku adalah

Pembantu Bodoh

Oleh:
Di sebuah Kota yang besar hiduplah sepasang keluarga kaya, mereka mempunyai anak bernama Rico. Ayah dan Ibu Rico selalu kerja, jadi ia di rumah hanya sendiri, dan akhirnya pada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Tiga Oknum Untuk Yovan”

  1. dinbel says:

    Lucuuuuuuu, deh ceritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *