Tragedi Masa SMA

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Penyesalan, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 March 2017

Ia memandang selembar foto yang berada di dalam kotak yang telah berdebu itu. Di foto itu terdapat lima anak laki-laki dengan memakai seragam putih abu-abu yang penuh coretan pylox berwarna warni. Kini Ia kembali mengingat kejadian hari itu dengan mata yang hampir berkaca-kaca.

6 tahun lalu…
Bayu adalah murid nakal di sekolahnya. Tawuran, membolos, cabut jam sekolah adalah hal yang biasa ia lakukan bersama keempat tempat yang lain, Anjas, Aji, Fadhil, Rama, mereka adalah teman dekatnya sejak SMP. Kelimanya bisa dibilang pentolan di SMA Airlangga. Mereka sering mendapat skorsing bahkan hampir saja tidak naik kelas.

Mengingat hari ini adalah hari dimana Ujian Nasional tingkat SMA berakhir, Bayu dan teman-temannya langsung mencoret-coret seragam sekolah mereka dengan pylox dan spidol. Mungkin hal ini sudah terlihat biasa jika dilihat di negera ini, para siswa sekolah mencoret-coret seragam sekolahnya di hari terakhir Ujian Nasional dengan alasan seragam tersebut tidak akan dipakai lagi.

Setelah melakukan aksi coret mencoret Bayu dan keempat temannya tersebut langsung menuju warung Enyak (warung tempat nongkrong para murid nakal sekolahnya) karena sekolahnya akan melakukan tawuran dengan sekolah lain yang memang sudah ada di dalam daftar musuh SMA Airlangga. Begitu sampai di sana mereka sudah mendapati beberapa anak sekolahnya yang sedang menyiapkan senjata untuk tawuran nanti.

Biasanya mereka menggunakan senjata-senjata tajam seperti celurit, kelewang, samurai, gir besi, bambu runcing atau stick golf untuk tawuran.

“Kapten dateng,” Kata salah satu siswa yang biasa dipanggil Pian itu. Sebutan ‘Kapten’ sendiri diberikan kepada Bayu karena ia selalu menjadi yang paling terdepan disaat tawuran berlangsung.

“Kali ini lawan kita gak main-main, apalagi STM Karya Bakti udah jadi musuh bebuyutan kita,” Ujar Anjas yang kini sedang mencari celuritnya di belakang warung.

Fadhil dan Aji masih sibuk dengan gorengan yang mereka lahap.
Berbeda dengan Bayu, anak itu sekarang sedang duduk di pekarangan warung Enyak sambil memainkan korek gas di tangannya. Entah mengapa ia mendadak gelisah, seperti tidak ada niatan untuk tawuran kali ini, sampai Fadhil datang sambil membawa sebuah tahu isi untuknya.

Rama tiba-tiba muncul dari balik pintu warung dengan gir yang ia kalungi di lehernya. “Bay, Karya Bakti udah di jalan tengah kita harus siap siap sekarang juga!”

Bayu langsung langsung terlonjak dari duduknya, padahal kata Riko mereka akan memulainya pada jam 2 siang nanti sedangkan ini saja masih jam 1 siang tetapi Karya Bakti sudah stay di medan tawur terlebih dulu. Bukan masalah apa-apa ia hanya takut kejadian yang pernah diceritakan senior sekolahnya waktu itu, ketika sekolahnya dikepung habis oleh STM Karya Bakti karena anggota sekolah tersebut datang lebih dulu di tempat.

Setelah menyusun strategi untuk nanti di medan tawur, tepat pukul 1.30 siang, SMA Airlangga mulai menuju tempat dimana mereka akan tawuran melawan STM Karya Bakti di jalan tengah dengan menggunakan metromini yang telah mereka bajak.

“Tujuan kita di sini untuk nama baik SMA Airlangga,” Ujar Bayu ditengah-tengah metromini tersebut. “Inget motto kita, ‘jangan pulang sebelum darah penghabisan’, jangan sampe salah satu dari kita kabur dari medan.”

Bayu pun memimpin doa demi keselamatan mereka semua walaupun sebenarnya ia sendiri sedang gelisah tidak seperti biasanya.

Setelah sampai di sana ternyata benar saja, STM Karya Bakti sudah mengepung jalan tengah dengan anggota yang sama banyaknya dengan anggota SMA Airlangga. Belum apa-apa, metromini yang ditumpaki SMA Airlangga dilempari dengam kerikil oleh STM Karya Bakti di sebelum jalan tengah.

Orang-orang di sekitarnya terlihat menghamburkan diri tau akan terjadinya tawuran di tempat itu. Apalagi STM Karya Bakti sudah terkenal dikalangan masyarakat sebagai STM yang gemar sekali tawuran dan membuat kerusuhan di jalanan.

Metromini itu pergi setelah para murid SMA Airlangga turun dengan diawali oleh si Kapten yang telah menggenggam samurai di tangannya.

Terjadilah tawuran antar pelajar di jalan tengah. Mereka saling hantam senjata, untunglah tidak ada yang terluka di sana. Anggota yang berada di paling belakang bagian melempar batu ke arah lawan masing-masing. Beberapa anak mulai terkena lemparan batu itu di bagian kepala.

Tak lama dari itu segerombolan anak dengan membawa senjata tajam datang dari arah lawan sehingga anggota STM Karya Bakti bertambah banyak.

Hal yang ditakuti Bayu terjadi juga, kini anggotanya kalah banyak dengan anggota STM Karya Bakti, mereka memang selalu bermain curang.

SMA Airlangga mulai kualahan menghadapi banyaknya anak dari STM Karya Bakti. Beberapa anak dari SMA Airlangga mulai terkena senjata.

Samurai yang panjang dan tajam itu berhasil menusuk perut Fadhil, dan sedetik kemudian ia pun terjatuh.

“Fadhil!” Bayu yang menyadari kejadian tersebut langsung mencoba menyelamati sahabatnya walaupun ia sedang dihadang dengan beberapa anak STM Karya Bakti.

‘BUGH’ tongkat baseball milik anak Karya Bakti berhasil mendarat di bagian belakang kepala sang kapten pemberani dari Airlangga. Darah yang mulai bercucuran membuat ia tak kuat lagi dan berakhir seperti Fadhil.

Kini Bayu terkulai lemas tak jauh dari Fadhil yang sudah tak sadarkan diri. Matanya mulai berkunang-kunang tetapi ia masih bisa melihat pemandang di depannya. Bagaimana teman-temannya itu mulai lelah mengahadapi banyaknya lawan. Ia seperti tak becus menjadi kapten, kapten yang tumbang terlebih dulu di medan perang.

Sebelum matanya benar-benar gelap Bayu bisa melihat bagaimana Anjas yang mencoba menyelamati Fadhil dan dirinya sehingga anak itu terkena celurit di bagian dadanya, Bayu bisa melihat bagaimana Aji yang berada di seberang sana sudah berlumuran darah di kepalanya, Bayu bisa melihat bagaimana Rama terkena bacokan golok di bagian pinggang.

Kini matanya sudah benar-benar gelap, di benaknya ia seperti mengenang kembali bersama sahabat-sahabatnya. Waktu mereka cabut sekolah bersama, waktu mereka mengusili guru, waktu mereka di hukum untuk membersihkan toilet dan malah bermain air, waktu mereka bermain gitar dan bernyanyi bersama di koridor, kenangan-kenangan itu masih terngiang di kepalanya. Ia juga mengingat kedua orangtuanya yang pasti sedang khawatir di rumah.

Apa ini yang namanya kematian? ia belum saja membanggakan orangtuanya, ia belum sempat mendaki gunung bersama keempat temannya, dan masih banyak lagi impian yang masih ingin ia capai selagi ia hidup.

secara samar-samar ia masih bisa mendengar suara sirine polisi datang ke tempat mereka berada sehingga banyak anak dari STM Karya Bakti yang melarikan diri dengan meninggalkan banyak korban di sana.

Ia menaruh foto terakhir bersama para sahabatnya itu di bingkai, di antara kelima anak laki-laki di sana hanya dialah yang nyawanya bisa selamat dari kejadian tersebut. Ketika itu, Fadhil sudah tewas di tempat, Aji dan Rama sudah tidak dapat terselamatkan lagi ketika perjalanan menuju rumah sakit, sedangkan Anjas ia sempat koma selama tiga hari sebelum akhirnya ia menyusul ketiga sahabatnya di surga, kini tinggal dia lah yang masih hidup sampai sekarang.

Beberapa anak lainnya mangalami luka ringan dan Riko harus kehilangan satu jari tangannya.

Sejak tragedi itu Bayu sama sekali tidak pernah mengikuti tawuran lagi. Baginya, mengikuti tawuran adalah hal yang paling bodoh. Tawuran hampir saja merengut nyawanya, tawuran bahkan sudah merengut nyawa para sahabatnya.

— Tawuran dilakukan buka karena orang itu merasa jagoan tetapi tawuran dilakukan oleh orang yang merasa memiliki banyak nyawa. —

Cerpen Karangan: Elsa Maharani
Hanya seorang siswi SMA yang tidak feminim dan ingin menjadi seorang penulis novel terkenal.Gemar makan apa saja atau sejenis dengan omnivora tapi tidak pernah makan teman. Suka warna biru dan tidak suka matematika.

Cerpen Tragedi Masa SMA merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ngaret Bareng Betor (Becak Motor)

Oleh:
“Tch! Sial!,” gumam Felly kesal dengan melangkahkan kakinya menuju stasiun. “Loh, lo dari mana, Fel?,” tanya Riska heran setelah melihat baju Felly yang penuh dengan lumpur. “Biasa! Pengendara mobil

Alna

Oleh:
Namaku Alna Arasya Rena panggilanku Aar, umurku 17 tahun dan aku masih kelas 1 SMP. Ya umurku tak sesuai dengan tingkatan sekolahku, harusnya di umur 17 tahun ini aku

Hati Dalam Dusta

Oleh:
Berpura-pura untuk cinta sama saja membunuh hati secara perlahan “Gue pembunuh! Gue pembunuh! Gue Pembunuh!” Kia memukul-mukul gundukan tanah yang bertaburan bunga di bawah rintik hujan yang kian lama

Apakah Engkau Kenal Aku?

Oleh:
Suatu saat berjalanlah ketiga sahabat baik, mereka sangat akrab dan masing asing menganggap bahwa kita adalah saudara. Ketika akan pergi ke sebuah acara Ulang Tahun Naira, salah satu teman

Sahabatku dari Amerika

Oleh:
Namaku Pricilia Stevi. Biasanya di panggil Prici. Aku anak tunggal dari sebuah keluarga yang cukup bagus dan hebat. Hobyku membaca buku dan sesekali suka online. Dari siang hingga pukul

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Tragedi Masa SMA”

  1. Riyadi says:

    Lebih seru lagi ada film-nya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *